Satu Dekade Arsitektur Pascal: Menolak Lupa Kejayaan NVIDIA Seri GTX 10

Hari ini menandai peringatan 10 tahun sejak NVIDIA pertama kali memperkenalkan jajaran kartu grafis GeForce GTX seri 10. Tepat pada Mei 2016, arsitektur “Pascal” memulai debutnya melalui GTX 1080, yang dibangun di atas node fabrikasi FinFET 16 nm TSMC.
Bagi banyak antusias PC, generasi ini dianggap sebagai “puncak” kejayaan GPU NVIDIA sebelum era transisi ke fitur berbasis AI (DLSS) dan Ray Tracing (RTX). Pascal sering disebut-sebut sebagai generasi terakhir yang benar-benar mematuhi Hukum Moore, di mana lonjakan performa yang diberikan sebanding dengan peningkatan jumlah transistor tanpa pembengkakan harga atau konsumsi daya yang ekstrem.
Mengapa Pascal Begitu Ikonik?
Ada beberapa alasan mengapa GTX 1080 dan saudara-saudaranya masih dipuja hingga hari ini, bahkan di tahun 2026:
- Efisiensi Luar Biasa: Sebagai perbandingan, GTX 1080 hanya membutuhkan satu konektor daya 8-pin (150 Watt). Padahal, kartu ini mampu melibas game AAA pada resolusi 4K Ultra HD secara native (tanpa bantuan upscaling).
- Lompatan Performa-per-Watt: Dibandingkan dengan generasi “Maxwell” (Seri 900), Pascal menawarkan standar efisiensi yang fenomenal, menjadikannya pilihan favorit untuk sistem gaming yang dingin dan hemat energi.
- Legenda GTX 1080 Ti: Tak lengkap bicara Pascal tanpa menyebut GTX 1080 Ti. Kartu ini sering dianggap sebagai GPU terbaik sepanjang masa karena masa pakainya (longevity) yang luar biasa, masih sangat mumpuni bahkan bertahun-tahun setelah dirilis.
- Fabrikasi 16 nm FinFET: Transisi ke node ini memungkinkan NVIDIA memasukkan jauh lebih banyak tenaga ke dalam silikon yang lebih kecil dibandingkan generasi 28 nm sebelumnya.
Perbandingan dengan Era Modern (RTX 50-Series)
Jika kita melihat ke belakang dari kacamata tahun 2026, di mana kartu grafis modern seperti RTX 5080 kini sangat bergantung pada teknologi frame generation dan upscaling AI untuk mencapai performa tinggi, kejujuran performa raw power dari seri Pascal terasa sangat berkesan.
Dahulu, 150 Watt sudah cukup untuk menjadi raja performa. Sekarang, GPU kelas atas sering kali menuntut daya dua hingga tiga kali lipat lebih besar untuk mencapai ambang batas performa yang sama di resolusi tinggi.
Sumber: btarunr








