
Jika Anda masih ingat, AMD sebelumnya telah berulang kali berusaha agar HDMI Forum—badan pengatur di balik pengembangan standar HDMI—menyetujui dukungan HDMI 2.1 open-source (sumber terbuka) di sistem operasi Linux. Sayangnya, upaya tersebut selalu menghadapi penolakan keras.
Namun, hari ini situasinya tampak mulai berubah. Seorang pengembang Linux dari AMD mengisyaratkan bahwa perusahaan tengah mempersiapkan dukungan HDMI 2.1 secara penuh untuk driver AMDGPU, membawa implementasi open-source yang utuh setelah proses pengerjaan selama bertahun-tahun.

Fokus pada Fitur Fixed Rate Link (FRL)
Perkembangan positif ini terlihat dari langkah AMD yang baru saja menyerahkan set pertama dari patch (tambalan) kernel Linux. Patch ini secara khusus berfokus pada fitur Fixed Rate Link (FRL), sebuah fitur yang secara eksklusif hanya ada pada standar HDMI 2.1.
Fitur FRL ini menjadi kunci penting karena memungkinkan bandwidth data yang jauh lebih tinggi melalui port tampilan. Secara efektif, FRL mendukung resolusi hingga 4K pada 120 Hz dan 5K pada 240 Hz untuk GPU AMD yang berjalan pada sistem operasi berbasis Linux. Karena resolusi ekstrem tersebut membutuhkan lalu lintas data yang sangat padat, penggunaan standar HDMI 2.1 yang lebih baru menjadi mutlak diperlukan untuk menggantikan standar HDMI 2.0 yang saat ini didukung dalam driver grafis open-source AMDGPU.
Peran Krusial Valve dalam Negosiasi
Di balik layar, kemajuan signifikan ini tidak lepas dari bantuan Valve. Mesin konsol Steam Machine (dan perangkat portabel Steam Deck) besutan Valve berjalan pada sistem operasi SteamOS yang berbasis Linux, dan perangkat tersebut sangat bergantung pada kinerja perangkat keras dan driver grafis AMD (RDNA 3).
Akhir tahun lalu, muncul laporan bahwa Valve telah secara aktif bernegosiasi dan berusaha membujuk pimpinan HDMI Forum untuk menyetujui upaya AMD dalam membawa implementasi ini ke tumpukan perangkat lunak (stack) Linux open-source.
Sebelumnya, AMD telah menginvestasikan sumber daya teknis selama berbulan-bulan untuk mengembangkan kode yang diperlukan secara internal sebelum berencana mempublikasikannya pada tahun 2024. Namun, HDMI Forum pada saat itu merespons dengan tegas, mengklaim bahwa implementasi open-source tidak mungkin dilakukan tanpa melanggar persyaratan “penggunaan wajar” (fair use) mereka.
Dengan munculnya patch kernel Linux terbaru dari AMD hari ini, tampaknya upaya lobi dan negosiasi intensif yang dilakukan Valve akhirnya membuahkan hasil yang manis bagi komunitas Linux dan pengguna perangkat keras AMD.
Sumber: Phoronix








