NVIDIA Terapkan Batas 100 Jam per Bulan untuk Semua Langganan GeForce NOW

NVIDIA resmi mengumumkan perubahan besar pada layanan cloud gaming GeForce NOW. Mulai 1 Januari 2026, seluruh paket langganan GeForce NOW akan dibatasi maksimal 100 jam waktu bermain per bulan. Kebijakan ini merupakan realisasi dari rencana yang telah disampaikan NVIDIA sejak tahun 2024, dengan opsi pembelian jam bermain tambahan bagi pengguna yang membutuhkan waktu lebih.
Pada paket Performance yang dibanderol USD 9,99 per bulan, pengguna yang telah mencapai batas 100 jam dapat membeli tambahan waktu bermain dalam blok 15 jam seharga USD 2,99. Sementara itu, pelanggan paket Ultimate dengan biaya langganan USD 19,99 per bulan dapat membeli blok tambahan 15 jam dengan harga USD 5,99.

Perhitungan Jam dan Potensi Biaya Tambahan
NVIDIA menjelaskan bahwa perhitungan waktu bermain didasarkan pada rata-rata durasi satu bulan, yakni sekitar 30,437 hari. Jika penggunaan melebihi batas 100 jam, sistem akan membulatkan ke blok 15 jam berikutnya. Skema ini berpotensi menimbulkan biaya tambahan meskipun kelebihan waktu bermain relatif kecil.
Sebagai gambaran, bermain sekitar tiga jam per hari atau kurang lebih 91 jam per bulan masih berada dalam batas langganan dasar. Namun, jika durasi bermain meningkat menjadi empat jam per hari atau sekitar 122 jam per bulan, pengguna paket Performance harus menambah biaya sekitar USD 15,97. Untuk paket Ultimate, tambahan biaya dalam skenario yang sama bisa mencapai sekitar USD 31,97.

Janji NVIDIA untuk Pengguna Lama
Kebijakan baru ini juga menandai berakhirnya masa istimewa bagi pelanggan lama. Pada akhir 2024, NVIDIA sempat menjanjikan waktu bermain tanpa batas selama satu tahun penuh bagi anggota berbayar aktif hingga 31 Desember 2024. Selama akun tetap aktif dan tidak terputus, pengguna tersebut menikmati akses tanpa batas sepanjang tahun 2025.
Dengan diberlakukannya batas 100 jam mulai 2026, seluruh pengguna GeForce NOW, baik pelanggan lama maupun baru, akan mengikuti skema yang sama. Langkah ini diperkirakan akan memicu beragam respons dari komunitas, terutama dari gamer yang mengandalkan cloud gaming sebagai platform utama untuk bermain dalam durasi panjang.








