Google Bantah Peringatan Massal untuk 2,5 Miliar Pengguna Gmail
Google secara resmi membantah laporan yang menyebut bahwa perusahaan telah memperingatkan 2,5 miliar pengguna Gmail untuk mengatur ulang kata sandi mereka akibat dugaan kebocoran data.
Pernyataan tersebut muncul setelah banyak media dan perusahaan keamanan siber melaporkan tentang adanya “peringatan mendesak” dari Google, menyarankan seluruh pengguna Gmail dan Workspace untuk mengganti password dan mengaktifkan autentikasi dua langkah.
Namun, dalam posting blog resmi yang dirilis pada hari Senin, Google menyatakan dengan tegas bahwa klaim tersebut tidak benar dan menyesatkan.
“Beberapa klaim tidak akurat muncul baru-baru ini yang menyatakan bahwa kami telah mengeluarkan peringatan besar kepada seluruh pengguna Gmail tentang masalah keamanan. Ini sepenuhnya tidak benar,” tulis Google.
🔒 Proteksi Gmail Masih Sangat Kuat
Google menegaskan bahwa perlindungan keamanan Gmail tetap efektif dan mampu memblokir lebih dari 99,9% serangan phishing dan malware yang masuk.
Sebagai langkah proaktif, Google menyarankan pengguna untuk mulai menggunakan passkeys—teknologi login tanpa password yang lebih aman—untuk menghindari pembajakan akun, bahkan jika kredensial mereka dicuri.
“Keamanan adalah prioritas penting bagi semua pengguna dan perusahaan. Tim kami terus berinovasi dan berkomunikasi dengan jelas tentang risiko dan perlindungan yang kami terapkan.”
📣 Contoh Laporan yang Keliru Sebelumnya
Ini bukan kali pertama media salah mengartikan isu keamanan:
- Juli 2025: Laporan “salah satu kebocoran data terbesar dalam sejarah” ternyata hanya kompilasi ulang dari data curian lama yang pernah bocor sebelumnya.
- Februari 2024: Berita tentang 3 juta sikat gigi elektrik terinfeksi malware untuk DDoS terbukti hanya skenario hipotetis, bukan serangan nyata.
✅ Kesimpulan: Tidak Ada Peringatan Massal dari Google
Hingga saat ini, tidak ada peringatan massal dari Google kepada seluruh pengguna Gmail untuk reset kata sandi. Jika Anda menerima email atau membaca berita yang menyebut hal ini, pastikan untuk memverifikasi sumber informasi tersebut langsung dari Google atau blog keamanan resminya.








