Security

Ledger Minta Penjual di Asia Tenggara Hentikan Penjualan Dompet Kripto Pasca Serangan Rantai Pasokan

Produsen dompet perangkat keras (hardware wallet) aset kripto terkemuka, Ledger, secara resmi meminta seluruh jaringan reseller dan distributornya di kawasan Asia Tenggara serta Hong Kong untuk segera menghentikan penjualan dan menarik produk dari rak toko. Langkah darurat ini diambil sembari perusahaan melakukan investigasi mendalam terhadap insiden penyusupan komponen perangkat keras (hardware implant) pada rantai pasokan.

Keputusan tersebut diumumkan setelah Ledger menemukan fakta bahwa sejumlah perangkat yang dibeli melalui peritel CryptoBilis telah dimodifikasi secara fisik. Modifikasi berbahaya ini dirancang untuk mencuri seed phrase—kumpulan kata sandi utama yang digunakan untuk mengakses aset kripto—dan mengirimkannya secara diam-diam ke pihak tidak berwenang melalui jaringan seluler LTE.

Sebagai informasi, Ledger memproduksi dompet kripto fisik yang berfungsi menyimpan kunci privat (private keys) secara aman di luar jaringan (offline) guna mengelola dan mengotorisasi transaksi aset digital. Menyusul banyaknya laporan kehilangan dana aset kripto dari sejumlah pengguna, Ledger langsung meluncurkan investigasi pada 9 Oktober 2026 dan mengonfirmasi bahwa beberapa unit perangkat yang dijual oleh CryptoBilis memang telah dirusak atau dimodifikasi sebelum sampai ke tangan konsumen.

Cara Kerja Implan Mikrokontroler dan eSIM LTE di Dalam Perangkat

Pada hari Selasa lalu, divisi riset keamanan internal Ledger, Ledger Donjon, membagikan rincian teknis mengenai implan perangkat keras yang ditemukan di dalam unit dompet dari reseller tersebut. Temuan ini sekaligus mengonfirmasi laporan analisis awal yang sebelumnya diungkapkan oleh Mark Karpelès dan Tibane Labs.

Tim Donjon menjelaskan bahwa mikrokontroler tambahan yang ditanamkan oleh pelaku bekerja dengan cara mendeteksi dan menerjemahkan (decode) 24 kata recovery phrase saat pengguna melakukan pengaturan awal (setup) atau memulihkan dompet. Setelah berhasil disadap, rangkaian seed phrase tersebut langsung ditransmisikan keluar melalui koneksi jaringan LTE menggunakan modul eSIM yang telah diprovisikan sebelumnya di dalam chip penyadap.

Bahayanya, implan fisik ini merupakan komponen terpisah yang sama sekali tidak memodifikasi cip Secure Element maupun sistem operasi bawaan Ledger, serta tidak mengubah jalannya transaksi atau tanda tangan digital. Akibatnya, keberadaan alat penyadap ini tidak dapat terdeteksi oleh mekanisme pemeriksaan integritas mandiri (integrity self-checks) bawaan perangkat Ledger.

Perluasan Penghentian Penjualan Mencakup Indonesia dan Eropa

Meskipun Ledger menyatakan bahwa seluruh kasus kehilangan dana yang terkonfirmasi sejauh ini melibatkan perangkat yang dijual oleh reseller Asia Tenggara CryptoBilis, sejumlah pengguna lain turut melaporkan temuan perangkat serupa yang dibeli dari penjual berbeda di wilayah Asia dan Eropa.

Beberapa pengguna melaporkan telah membeli unit dompet kripto yang telah dimodifikasi tersebut dari toko ritel teknologi Metapod di salah satu bandara di Singapura, serta melalui jaringan ritel MediaMarkt di Eropa. Menanggapi laporan tersebut, pihak MediaMarkt—yang memperoleh pasokan unit Ledger dari distributor Aqipa GmbH—kini telah menarik seluruh produk terkait dari rak penjualan mereka.

Guna mencegah jatuh korban lebih banyak, Ledger kini mengeluarkan perintah penghentian penjualan berskala luas yang mencakup seluruh distributor resmi di kawasan Asia Tenggara—meliputi Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Malaysia—serta wilayah Hong Kong, hingga proses investigasi keamanan perangkat benar-benar tuntas.

Kendati demikian, pihak perusahaan menegaskan kembali kepada para pengguna bahwa infrastruktur internal, sistem, layanan perangkat lunak, serta saluran penjualan langsung resmi milik Ledger (direct sales channel) sepenuhnya aman dari kompromi ini.

Pesaing Utama Trezor Turut Pangkas Jaringan Reseller

Insiden serangan rantai pasokan (supply-chain attack) yang menimpa Ledger ini turut memicu respons cepat dari pesaing utamanya, Trezor. Vendor dompet perangkat keras kripto tersebut mengumumkan rencana strategis untuk memangkas jumlah jaringan reseller mereka demi memperketat pengawasan dan mencegah potensi serangan serupa di masa depan.

Dalam pernyataannya, Trezor menyebutkan bahwa keamanan rantai pasokan adalah proses yang tidak pernah berhenti, sehingga mereka memutuskan untuk menaikkan standar bagi setiap mitra yang ingin terus bekerja sama melalui pembaruan kerangka hukum serta pemeriksaan yang jauh lebih ketat terkait bagaimana perangkat diperoleh, disimpan, dan ditangani.

Trezor memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya bukti bahwa perangkat buatan mereka mengalami penyusupan serupa, namun langkah tegas ini diambil murni sebagai tindakan pencegahan dini. Berdasarkan surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada para reseller yang terdampak, kemitraan penjualan mereka akan resmi berakhir pada 1 Januari 2027, di mana otorisasi resmi mereka untuk menjual perangkat Trezor akan dicabut sepenuhnya.

Sumber: Ledger Donjon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button