Security

Microsoft Rilis Pembaruan Extended Security Update Windows 10 KB5126657

Microsoft secara resmi merilis paket Extended Security Update (ESU) untuk sistem operasi Windows 10 dengan kode KB5126657. Pembaruan ini membawa rangkaian perbaikan keamanan dari siklus Patch Tuesday Oktober 2026 yang mencetak rekor jumlah celah terbanyak, sekaligus menyertakan beberapa perbaikan bug serta penyesuaian sistem.

Bagi pengguna maupun organisasi yang menjalankan Windows 10 Enterprise LTSC atau telah terdaftar secara resmi dalam program ESU, pembaruan ini dapat langsung dipasang seperti biasa. Pengguna cukup membuka menu Settings, memilih Windows Update, lalu menekan opsi Check for Updates secara manual.

Setelah proses instalasi KB5126657 selesai dijalankan, nomor versi sistem operasi Windows 10 reguler akan berubah menjadi build 19045.7807, sedangkan untuk pengguna Windows 10 Enterprise LTSC 2021 akan diperbarui ke build 19044.7807.

Perbaikan Keamanan Masif dan Pembaruan Sistem pada KB5126657

Mengingat Microsoft sudah menghentikan pengembangan fitur-fitur baru untuk Windows 10, paket KB5126657 ini sepenuhnya berfokus pada penambalan celah keamanan dan perbaikan stabilitas sistem. Pembaruan ini mencakup tambalan dari rilis Patch Tuesday Oktober 2026 yang secara keseluruhan memperbaiki 1.411 kerentanan di berbagai lini produk Microsoft, termasuk satu celah zero-day yang diketahui telah dieksploitasi secara aktif.

Di luar penambalan celah keamanan siber, Microsoft juga menyertakan sejumlah perbaikan fungsional dan penyesuaian teknis pada beberapa komponen sistem. Pada pengaturan waktu dan tanggal (Time and Date), pembaruan ini mengaktifkan dukungan Daylight Saving Time (DST) permanen untuk wilayah British Columbia dan Alberta yang mulai berlaku pada November 2026, sekaligus menambahkan zona waktu baru bernama Manitoba Standard Time dengan format (UTC-5:00) Manitoba.

Dari sisi pengelolaan penyimpanan dan keamanan berkas, Microsoft menambahkan fitur audit serta kontrol kebijakan opsional untuk volume berbasis ReFS (Resilient File System) pada perangkat penyimpanan eksternal. Fitur pencatatan audit ini diaktifkan secara default, sementara kontrol penegakan kebijakan (enforcement controls) masih dinonaktifkan secara default guna memberikan waktu bagi para administrator IT untuk mengevaluasi dan mempersiapkan perubahan security hardening di masa mendatang (rincian teknis lebih lanjut tercatat dalam dokumen KB5130741).

Selain itu, perbaikan penting juga diterapkan pada fitur Storage Spaces. Pembaruan ini mengatasi masalah yang dapat menyebabkan beberapa virtual disk pada Storage Spaces Direct tetap berada dalam status offline setelah memasang pembaruan Windows. Kendala ini sebelumnya dipicu oleh kesalahan sistem yang mengidentifikasi metadata tiered storage yang sah sebagai data tidak valid saat proses pemulihan (recovery), sehingga menghambat virtual disk dan beban kerja (workload) terkait untuk kembali online.

Masalah yang cukup mengganggu pada fitur pencadangan File History kini juga telah resmi diperbaiki. Sebelumnya, terdapat bug yang membuat File History gagal melakukan pencadangan (backup) atau pemulihan (restore) berkas ke penyimpanan eksternal maupun lokasi jaringan. Perangkat yang terdampak kerap menampilkan pesan galat “Reconnect your drive” secara keliru, meskipun drive pencadangan yang kompatibel sudah terhubung dengan benar dan berfungsi normal.

Terakhir, melalui pembaruan ini Microsoft terus melanjutkan distribusi sertifikat Secure Boot terbaru. Proses ini memanfaatkan data penargetan berakurasi tinggi (high-confidence targeting data) untuk mengidentifikasi perangkat yang memenuhi syarat dan siap menerima sertifikat baru secara otomatis melalui layanan Windows Update.

Kendala Teknis pada Perangkat USB Audio Class 1.0

Meskipun membawa banyak perbaikan, Microsoft mencatat bahwa pembaruan KB5126657 masih menyisakan satu kendala teknis (known issue) yang berdampak pada sejumlah perangkat berbasis USB Audio Class 1.0. Masalah ini pertama kali muncul setelah pengguna memasang pembaruan keamanan Windows periode September 2026 lalu.

Perangkat audio yang terdampak dilaporkan dapat gagal beroperasi dengan memunculkan pesan galat Code 10 di dalam Device Manager, berhenti mengeluarkan suara sama sekali, atau mengalami kendala di mana pengatur volume dan pengaturan suara menjadi tidak responsif. Pada beberapa kasus, perangkat audio masih dapat bekerja dalam mode stereo standar, namun mengalami kegagalan fungsi ketika pengguna mengaktifkan konfigurasi audio 8-channel atau 3D audio.

Microsoft sebelumnya telah merilis perbaikan parsial melalui pembaruan darurat di luar jadwal (out-of-band update) pada 14 September 2026 untuk mengatasi masalah pada mode 8-channel dan 3D audio. Namun, sejumlah kendala audio lainnya masih belum sepenuhnya teratasi, dan tim teknis Microsoft memastikan bahwa mereka saat ini sedang menyiapkan perbaikan lanjutan untuk menuntaskan masalah tersebut.

Sumber: Microsoft Support

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button