Intel Ungkap GPU Akselerator AI Crescent Island D-Series, Dukung Kapasitas Memori hingga 480 GB LPDDR5X

Intel akhirnya mengungkap rincian resmi mengenai lini kartu grafis “Crescent Island” yang kini mengusung penamaan komersial D-Series GPU. Produk ini hadir sebagai akselerator kecerdasan buatan (AI) khusus dalam form factor server, menandai langkah baru Intel setelah beberapa proyek akselerator sebelumnya sempat tertunda.
Unit D-Series GPU ini dipersenjatai dengan total 32 core berarsitektur Xe3P, 256 XMX engines, unified L2 cache sebesar 32 MB, serta dukungan memori LPDDR5X hingga kapasitas 480 GB yang sanggup menyuplai memory bandwidth mencapai 1,5 TB/s. Dari sisi komputasi, Intel mengklaim akselerator ini mampu menghasilkan performa FP8 hingga 1,3 PetaFLOPS, lengkap dengan dukungan berbagai format presisi data mulai dari FP4 hingga FP64.
Selain fokus pada komputasi matriks, Intel turut menyematkan media engine yang mencakup empat encoder dan empat decoder. Kehadiran komponen media ini dirancang untuk membantu pemrosesan beban kerja multimodal yang menuntut kapabilitas pembuatan maupun pemahaman konten video secara langsung.
Untuk ketersediaan varian, kartu akselerator bermerek resmi Intel akan hadir secara out of the box dengan konfigurasi memori sebesar 160 GB. Kendati demikian, Intel memberikan keleluasaan penuh bagi para mitra manufaktur ODM untuk membekali kartu tersebut dengan memori LPDDR5X hingga kapasitas maksimal 480 GB guna memenuhi kebutuhan VRAM skala raksasa.

Arsitektur Xe3P Murni untuk AI Inference Tanpa Komponen Output Grafis
Salah satu aspek teknis paling menarik dari arsitektur Xe3P terletak pada perombakan desain pipeline di dalamnya. Komponen XMX engines telah dirancang ulang dari desain four-deep systolic pada arsitektur Xe3 reguler menjadi pemrosesan 16-deep systolic pada Xe3P.
Peningkatan arsitektural lainnya mencakup dukungan penuh terhadap format data FP4 di samping FP8, serta penyediaan register files berukuran besar mencapai 1 MB per core dan L1 cache sebesar 512 KB per core. Secara keseluruhan, silikon ini mengintegrasikan 256 Vector engines dan 256 XMX engines generasi baru, di mana masing-masing unit tersebut dibagi ke dalam kelompok berisi delapan mesin untuk setiap core Xe3P.
Menariknya, di dalam arsitektur Xe3P ini Intel sama sekali meniadakan elemen pemrosesan grafis tradisional yang berfungsi menghasilkan output visual ke layar. Silikon ini murni dirancang dari awal untuk menangani beban kerja AI inference yang membutuhkan pemrosesan konteks panjang (long context) serta eksekusi tugas-tugas agentic AI.
Desain PCIe 5.0 Berpendingin Udara dan Kapabilitas Model Triliunan Parameter
Dari segi efisiensi integrasi fisik, akselerator Crescent Island D-Series dirancang sebagai kartu ekspansi PCIe 5.0 x16 berpendingin udara (air-cooled) dengan batas konsumsi daya sebesar 350 W. Karakteristik ini memungkinkan kartu dipasang langsung ke dalam infrastruktur server konvensional tanpa mewajibkan perombakan ke sistem pendingin cair (liquid cooling) khusus.
Untuk mempermudah tahap deployment di lingkungan pusat data, Intel memanfaatkan fondasi perangkat lunak Xe terpadu miliknya serta memastikan kompatibilitas dengan berbagai AI framework populer yang sudah mapan di industri. Dalam proyeksinya, Intel menyebutkan bahwa satu unit kartu D-Series ini sanggup menjalankan model AI berukuran hingga 300 miliar parameter secara mandiri. Sementara jika digabungkan ke dalam konfigurasi klaster berisi 8 unit GPU (8x GPU cluster), sistem tersebut diklaim mampu menjalankan model berskala triliunan parameter (trillion-parameter models) tanpa kendala.
Saat ini, unit Intel D-Series GPU telah memasuki tahap pengiriman sampel (sampling) kepada sejumlah pelanggan korporasi. Namun, rincian mengenai harga jual, jadwal ketersediaan umum di pasar, serta hasil pengujian performa independen masih belum diungkapkan ke publik. Pada akhirnya, rasio efisiensi biaya per token yang dihasilkan serta kematangan ekosistem perangkat lunak akan menjadi faktor penentu utama apakah lini D-Series ini mampu bersaing ketat dengan berbagai platform akselerator AI yang sudah mendominasi pasar saat ini.
Sumber: Intel








