Googlebook Resmi Hadir, Laptop Gemini dari ASUS, Acer, Dell, HP, dan Lenovo

Google resmi memperkenalkan generasi baru laptop berbasis Gemini yang diberi nama Googlebook. Perangkat ini hadir melalui kerja sama dengan sejumlah produsen laptop besar, termasuk ASUS, Acer, Dell, HP, dan Lenovo.
Googlebook mulai tersedia melalui Google Store dengan konsep yang menggabungkan pengalaman desktop, aplikasi Android, kemampuan Linux, serta fitur kecerdasan buatan Gemini dalam satu perangkat.
Harga Googlebook berada di kisaran US$899 hingga US$1.299, tergantung merek, ukuran layar, prosesor, dan konfigurasi hardware yang digunakan.
ASUS dan Acer Hadirkan Googlebook 14
ASUS menjadi salah satu produsen pertama yang memperkenalkan Googlebook dengan model Googlebook 14.
Laptop tersebut menggunakan layar berukuran 14 inci dan ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series 3 “Panther Lake”. Konfigurasinya mencakup 16 GB RAM serta SSD berkapasitas 512 GB.
Acer juga menawarkan Googlebook 14 dengan spesifikasi yang serupa.
Sementara itu, Lenovo menggunakan platform hardware yang sama tetapi menawarkan perangkat dengan layar lebih besar, yaitu 15 inci.
Kehadiran prosesor Intel generasi Panther Lake membuat lini Googlebook tidak hanya mengandalkan kemampuan cloud atau aplikasi berbasis web. Perangkat tersebut tetap menggunakan hardware PC modern yang dirancang untuk menjalankan aplikasi desktop dan fitur AI secara lokal maupun terintegrasi dengan layanan Google.

Dell dan HP Menggunakan Snapdragon X Elite
Dell dan HP memilih pendekatan berbeda dengan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon X Elite.
Kedua produsen menghadirkan Googlebook dengan bodi berukuran 14 inci, 16 GB RAM, serta penyimpanan SSD 512 GB.
Penggunaan Snapdragon X Elite memperluas pilihan platform hardware Googlebook. Pengguna dapat memilih laptop berbasis Intel maupun Qualcomm, tergantung perangkat yang ditawarkan masing-masing produsen.
Dengan kombinasi tersebut, Googlebook mencoba menempatkan dirinya sebagai laptop premium dengan fokus pada mobilitas, efisiensi, serta integrasi AI.
Material Premium Menggantikan Plastik
Google menetapkan filosofi desain yang relatif konsisten pada berbagai model Googlebook.
Alih-alih menggunakan konstruksi plastik seperti yang umum ditemukan pada sebagian laptop, perangkat Googlebook menggunakan material premium seperti aluminium, magnesium, dan carbon fiber.
Layar juga menggunakan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan laptop entry-level pada umumnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Googlebook tidak diposisikan sekadar sebagai laptop murah untuk menjalankan aplikasi berbasis web. Google dan para OEM justru menempatkan lini ini pada segmen dengan harga mulai sekitar US$899.
Googlebook OS Berbasis Android
Salah satu aspek paling menarik dari Googlebook adalah sistem operasinya.
Perangkat ini menggunakan Googlebook OS, yang pada dasarnya merupakan versi desktop dari Android yang telah disesuaikan untuk penggunaan laptop.
Karena berbasis Android, Googlebook dapat menjalankan aplikasi yang tersedia melalui Google Play Store.
Pendekatan tersebut memberikan Google akses ke ekosistem aplikasi Android yang sudah sangat luas tanpa harus membangun ekosistem aplikasi desktop baru dari awal.
Namun, Googlebook OS tidak berhenti pada aplikasi Android.
Sistem operasi tersebut juga menyediakan Linux terminal, sehingga pengguna dapat menjalankan aplikasi Linux di lingkungan Googlebook.
Android sendiri dibangun di atas kernel Linux yang telah dimodifikasi secara signifikan. Dengan dukungan terhadap lingkungan Linux, Googlebook berpotensi menarik pengguna yang membutuhkan tool development maupun utilitas berbasis command line.
Gemini Terintegrasi ke Pengalaman Laptop
Googlebook juga dirancang dengan integrasi Gemini yang lebih dalam ke dalam sistem operasi.
Google tidak hanya menghadirkan chatbot AI terpisah, tetapi memasukkan kemampuan Gemini ke berbagai fungsi dalam pengalaman penggunaan laptop.
Salah satu fitur yang ditonjolkan adalah Magic Pointer.
Fitur tersebut dapat menggunakan konteks dari tampilan yang sedang dilihat pengguna. Gemini kemudian menganalisis informasi pada layar untuk memberikan konteks tambahan atau menjalankan fungsi tertentu, termasuk mode pembuatan gambar yang dapat digunakan untuk menggabungkan dan mengedit foto.
Pendekatan ini membuat AI menjadi bagian dari interaksi sehari-hari dengan sistem operasi, bukan sekadar aplikasi tambahan.
Cast My Apps Hubungkan Smartphone Android
Google juga memperkenalkan fitur Cast My Apps, yang memungkinkan smartphone Android terhubung langsung dengan Googlebook.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat berinteraksi dengan aplikasi dan konten pada smartphone dari layar laptop.
Konsepnya memiliki kemiripan dengan fitur iPhone Mirroring pada macOS yang memungkinkan pengguna mengakses dan mengendalikan iPhone melalui Mac.
Integrasi antara smartphone dan laptop menjadi salah satu area yang semakin diperhatikan oleh produsen sistem operasi karena pengguna saat ini sering berpindah antara perangkat mobile dan komputer dalam aktivitas sehari-hari.
Googlebook mencoba membawa pengalaman tersebut ke dalam ekosistem Android dan ChromeOS generasi berikutnya.
Pembelian Googlebook Dilengkapi Google AI Pro
Google juga memberikan paket layanan tambahan untuk pembeli Googlebook.
Setiap pembelian Googlebook mendapatkan langganan Google AI Pro selama satu tahun dengan nilai yang disebut mencapai US$249.
Paket tersebut juga mencakup sejumlah layanan dan aplikasi tambahan dengan periode penggunaan yang berbeda.
Pengguna mendapatkan:
- YouTube Premium selama 3 bulan
- BandLab
- Adobe Photoshop
- CapCut
- Luminar selama 12 bulan
- GeForce NOW selama 12 bulan
Bundling tersebut membuat harga pembelian Googlebook tidak hanya mencakup perangkat keras, tetapi juga akses terhadap berbagai layanan software dan AI.
Googlebook Hadir dengan Konsep Laptop AI
Peluncuran Googlebook menunjukkan bagaimana Google mencoba memperluas penggunaan Gemini dari layanan AI menjadi bagian dari pengalaman sistem operasi.
Dengan dukungan aplikasi Android, Linux terminal, integrasi smartphone, serta fitur Gemini seperti Magic Pointer, Googlebook memiliki pendekatan yang berbeda dari laptop tradisional yang hanya mengandalkan aplikasi desktop dan browser.
Dukungan dari ASUS, Acer, Dell, HP, dan Lenovo juga memungkinkan Googlebook hadir dalam berbagai desain dan konfigurasi hardware.
Untuk saat ini, harga perangkat berada di kisaran US$899–US$1.299, sehingga Googlebook ditempatkan pada segmen laptop premium.
Dengan semakin banyaknya produsen yang mengadopsi konsep tersebut, Googlebook berpotensi menjadi salah satu cara Google memperluas ekosistem Android ke perangkat desktop sekaligus menjadikan Gemini sebagai bagian yang lebih terintegrasi dalam aktivitas komputasi sehari-hari.
Sumber: Google








