Security

Spanyol Tangkap Empat Terduga Hacktivis di Balik Serangan DDoS ke Situs Pemerintah

Otoritas Spanyol menangkap empat orang yang diduga merupakan anggota kelompok hacktivis bernama Anonymous Fénix, yang dituduh melakukan serangan siber terhadap kementerian, partai politik, serta berbagai institusi publik.

Menurut pernyataan resmi Garda Sipil Spanyol (Guardia Civil), kelompok tersebut mengklaim berafiliasi dengan kolektif peretas Anonymous dan melakukan serangan distributed denial-of-service (DDoS) terhadap target di Spanyol serta beberapa negara di Amerika Selatan.

Serangan Meningkat Usai Banjir Besar Valencia

Serangan pertama kelompok ini tercatat pada April 2023. Aktivitas mereka meningkat tajam setelah banjir besar yang melanda Valencia pada akhir Oktober 2024. Dalam periode tersebut, Anonymous Fénix melancarkan serangan terhadap sejumlah situs pemerintahan dan menyalahkan otoritas Spanyol atas korban jiwa dan kerusakan yang terjadi akibat badai tersebut.

Kelompok ini juga memanfaatkan platform X dan Telegram untuk menyebarkan pesan anti-pemerintah serta merekrut sukarelawan guna memperluas kampanye serangan siber.

Garda Sipil menyatakan bahwa sejak September 2024, aktivitas kelompok tersebut semakin intensif, termasuk menjalankan kampanye perekrutan dengan tujuan menargetkan domain-domain penting milik pemerintah.

Penangkapan Bertahap Sejak 2025

Administrator dan moderator utama kelompok ini lebih dulu ditangkap pada Mei 2025 di Alcalá de Henares, dekat Madrid, serta di Oviedo, wilayah Asturias. Dari hasil analisis barang bukti yang disita, penyidik kemudian mengidentifikasi dua anggota lain yang diduga sebagai operator paling aktif.

Kedua tersangka tambahan tersebut ditangkap awal bulan ini di Ibiza dan Móstoles, juga dekat Madrid.

Pengadilan Spanyol turut memerintahkan penyitaan akun kelompok tersebut di X dan YouTube, serta penutupan kanal Telegram mereka. Hingga kini, pihak berwenang belum merinci dakwaan spesifik maupun potensi hukuman yang akan dihadapi para tersangka.

Penindakan Siber Meningkat di Spanyol

Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh otoritas Spanyol dalam memberantas kejahatan siber. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat keamanan juga menahan seorang tersangka berusia 19 tahun di Barcelona atas dugaan peretasan terhadap sembilan perusahaan.

Selain itu, aparat membongkar platform kejahatan siber berbasis layanan (crime-as-a-service) bernama “GXC Team” yang menyediakan kit phishing berbasis AI, malware Android, serta alat penipuan suara.

Pada Januari lalu, Kepolisian Nasional Spanyol juga menangkap 34 tersangka yang terkait jaringan penipuan siber dan diduga memiliki hubungan dengan kelompok kriminal Black Axe.

Kasus Anonymous Fénix menunjukkan bagaimana aksi hacktivisme yang dibungkus narasi politik dapat berkembang menjadi operasi siber terkoordinasi yang menargetkan infrastruktur pemerintahan secara langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button