Samsung Bantah Isu Keluar dari Pasar NAND, Industri Diminta Tetap Tenang Hadapi Krisis DRAM

Samsung secara resmi membantah rumor yang menyebutkan perusahaan tersebut akan keluar dari bisnis NAND flash dan SSD SATA di tengah krisis pasokan DRAM global. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh juru bicara Samsung sebagai respons atas spekulasi yang beredar luas di industri perangkat keras PC.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasar hardware gaming dan PC mengalami tekanan besar akibat lonjakan permintaan DRAM, yang memicu kelangkaan pasokan dan kenaikan harga signifikan. Situasi ini memunculkan rumor bahwa Samsung mengalihkan sebagian kapasitas produksi HBM3E dan NAND ke DRAM demi memenuhi permintaan pasar. Dari sinilah muncul spekulasi bahwa Samsung berencana meninggalkan pasar NAND dan SSD konsumen.
Rumor tersebut semakin menguat setelah Micron memutuskan keluar dari segmen konsumen dan menutup merek Crucial untuk memori dan SSD. Namun, Samsung dengan tegas membantah kabar tersebut. Dalam pernyataannya, juru bicara Samsung menyatakan bahwa isu penghentian produksi SSD SATA maupun produk SSD lainnya sama sekali tidak benar. Meski tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, pernyataan ini cukup untuk meredam kekhawatiran bahwa Samsung akan mengikuti langkah Micron.
Bantahan ini juga menjadi sinyal bahwa krisis DRAM saat ini kemungkinan tidak akan berlangsung selama yang dikhawatirkan sebagian pihak. Pandangan serupa disampaikan oleh Edward Crisler, PR Manager Sapphire, dalam wawancara dengan Hardware Unboxed. Ia mengimbau para gamer dan calon pembeli PC untuk tidak melakukan panic buying.
Menurut Crisler, tekanan terberat yang dirasakan industri saat ini dan dalam enam bulan ke depan tidak akan berlangsung jauh lebih lama dari itu. Masalah utama yang dihadapi pasar saat ini adalah ketidakpastian, bukan kekurangan permanen. Ia memperkirakan pasar akan mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dalam enam hingga delapan bulan ke depan.
Stabilisasi ini tidak serta-merta berarti harga DRAM akan kembali ke level normal sebelum krisis. Namun, Crisler optimistis bahwa pasokan DRAM pada akhirnya akan mampu mengejar permintaan. Selain itu, ada kemungkinan bahwa lonjakan besar dari sektor AI dan pusat data—yang saat ini menjadi penyebab utama kelangkaan—akan melambat, sehingga membantu menyeimbangkan pasar.
Meski harga memori kemungkinan tetap berada di level yang relatif tinggi setelah pasar stabil, Crisler meyakini bahwa harga ekstrem yang saat ini membebani konsumen akan turun setidaknya sebagian. Ia juga menilai industri gaming akan mampu beradaptasi dengan kondisi pasar baru setelah gejolak ini mereda.
Dengan bantahan resmi dari Samsung dan pandangan lebih optimistis dari pelaku industri, kekhawatiran akan runtuhnya pasokan NAND dan SSD konsumen tampaknya berlebihan. Meski tantangan masih ada, sinyal yang muncul menunjukkan bahwa pasar memori global perlahan bergerak menuju fase yang lebih stabil.
Sumber: Samsung via Wccftech The Hardware Unboxed Podcast








