HubsNVIDIA

NVIDIA Kuasai Lebih dari 71% Lokasi Akselerator Cloud, AMD Masih Tertinggal

NVIDIA kembali menegaskan dominasinya di pasar akselerator cloud global. Berdasarkan studi pangsa pasar terbaru yang dilakukan oleh UBS, salah satu lembaga riset dan perbankan terkemuka yang dikenal aktif memantau tren industri teknologi, NVIDIA saat ini menguasai sekitar 71,2% lokasi akselerator cloud di seluruh dunia.

Studi tersebut mencakup berbagai jenis akselerator, mulai dari GPU hingga ASIC khusus yang digunakan di pusat data. Hasilnya menunjukkan kesenjangan yang cukup lebar antara NVIDIA dan para pesaingnya. AMD, misalnya, hanya mencatatkan pangsa sebesar 5,8% dari total lokasi akselerator cloud yang dianalisis. Sementara itu, sekitar 22,3% sisanya ditempati oleh ASIC kustom yang dikembangkan oleh perusahaan besar seperti AWS, Meta, Broadcom, MediaTek, dan sejumlah pemain lainnya.

Keunggulan NVIDIA tidak lepas dari penetrasi luas GPU mereka di pusat data global. UBS mencatat bahwa GPU NVIDIA telah digunakan di 258 lokasi pusat data yang berperan sebagai penyedia GPU cloud. Angka ini tergolong signifikan, mengingat banyak pelanggan skala besar memesan GPU dalam jumlah puluhan hingga ratusan ribu unit sekaligus, seiring melonjaknya permintaan komputasi untuk kecerdasan buatan.

NVIDIA hingga kini masih menjadi tulang punggung infrastruktur AI modern. Bahkan GPU generasi sebelumnya, seperti A100 dan H100, masih memegang peranan penting dan menyumbang porsi besar dalam pasar GPU cloud. Ke depan, dominasi ini diperkirakan akan semakin menguat seiring peningkatan skala GPU seri “Blackwell” yang dirancang untuk sistem dengan jutaan GPU, serta transisi menuju era arsitektur “Rubin”.

Di sisi lain, AMD masih berjuang memperluas kehadirannya di segmen ini. Dengan GPU Instinct MI, AMD baru hadir di 21 lokasi pusat data dari total 359 lokasi yang dianalisis. Kondisi tersebut membuat solusi AMD relatif jarang ditemui dalam layanan cloud saat ini. Meski demikian, tren adopsi perlahan mulai berubah, seiring semakin banyak hyperscaler yang mulai melirik akselerator AMD sebagai alternatif.

UBS juga menyoroti besarnya peluang di segmen ASIC kustom. Sekitar 22,3% lokasi pusat data saat ini ditenagai oleh desain khusus, yang banyak didorong oleh penggunaan TPU milik Google serta chip AWS Trainium. Akselerator kustom ini menjadi fondasi bagi pengembangan dan pengoperasian model AI tercanggih saat ini, sekaligus menunjukkan bahwa pasar akselerator cloud masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas.

Sumber: VideoCardz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button