Gaming

Kisruh PHK di Rockstar Jelang Rilis GTA 6 — Tuduhan “Union Busting” hingga Pemecatan Sepihak

Menjelang perilisan Grand Theft Auto VI yang dijadwalkan pada Mei 2026, Rockstar Games tengah diterpa badai kontroversi. Studio tersebut dilaporkan memecat antara 30 hingga 40 karyawan di kantor cabangnya di Kanada dan Inggris, memicu kecaman keras dari serikat pekerja industri gim Inggris, IWGB (Independent Workers Union of Great Britain).


Tuduhan Pemecatan karena Aktivitas Serikat

Melalui akun resmi IWGB Game Workers di X (Twitter), serikat tersebut menyebut langkah Rockstar sebagai:

“Tindakan paling kejam dalam sejarah union busting industri gim Inggris.”

IWGB menuduh bahwa semua karyawan yang dipecat tergabung dalam serikat pekerja atau sedang berproses untuk menjadi anggota. Serikat itu juga berjanji untuk memperjuangkan pemulihan status kerja seluruh anggota yang terdampak.


Pembelaan Take-Two & Spekulasi “Pemburu Bocoran”

Take-Two Interactive, induk perusahaan Rockstar, memberikan pernyataan resmi kepada Bloomberg, menegaskan bahwa pemecatan dilakukan karena pelanggaran berat (“gross misconduct”), bukan karena aktivitas serikat pekerja.

“Kami sepenuhnya mendukung kebijakan dan pendekatan Rockstar,” ujar juru bicara Take-Two.

Namun sejumlah sumber internal menduga pemecatan ini berkaitan dengan upaya membasmi kebocoran informasi (leaker) di dalam studio, terutama menjelang peluncuran GTA 6 yang sangat dinantikan publik.

Langkah ini disebut sejalan dengan kebijakan “return-to-office” yang baru diterapkan Rockstar, yang disebut sebagian karyawan sebagai bentuk kontrol ketat terhadap potensi kebocoran data.


Latar Belakang Ketegangan Internal

Rockstar sebelumnya juga terlibat dalam kasus besar pada 2023, ketika seorang hacker berhasil mencuri data internal dan menyebarkan cuplikan awal GTA 6 secara online. Pelaku akhirnya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di rumah sakit khusus.

Kasus tersebut disebut telah meningkatkan paranoia internal di Rockstar, mendorong perusahaan untuk memperketat pengawasan dan disiplin karyawan menjelang masa krusial produksi GTA 6.

Namun kali ini, isu etika dan hak pekerja menjadi sorotan utama, terutama karena pemecatan massal ini terjadi di tengah proses penguatan serikat di sektor gim Inggris — di mana IWGB memainkan peran penting dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan pengembang.


Situasi Masih Berkembang

Hingga kini, belum ada klarifikasi pasti mengenai berapa banyak karyawan yang dipecat di tiap wilayah, dan apakah IWGB dapat secara hukum membela anggota di luar Inggris, seperti di kantor Rockstar Kanada.

Kasus ini kemungkinan akan berlanjut ke jalur hukum atau negosiasi publik, dan dapat menjadi preseden besar bagi hubungan antara industri gim global, serikat pekerja, dan korporasi multinasional.


Sumber: IWGB Game Workers on X, Bloomberg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button