Fujitsu Kembangkan Komputer Kuantum Superkonduktor 10.000+ Qubit, Ditargetkan Siap Tahun 2030
Raksasa teknologi asal Jepang, Fujitsu, resmi memulai pengembangan komputer kuantum superkonduktor berskala besar yang ditargetkan memiliki lebih dari 10.000 qubit. Proyek ambisius ini direncanakan rampung pada tahun 2030, menjadikannya salah satu langkah terbesar Jepang dalam perlombaan global menuju supremasi kuantum.
🧠 Langkah Besar Menuju Komputasi Kuantum Praktis
Fujitsu menggandeng RIKEN — lembaga riset terkemuka di Jepang — untuk membangun sistem yang mampu menjalankan komputasi kuantum praktis dalam skala industri. Mesin ini akan menggunakan arsitektur superkonduktor, pendekatan yang juga digunakan oleh pemain besar seperti IBM dan Google.
Berbeda dengan sistem kuantum saat ini yang umumnya terbatas pada puluhan hingga ratusan qubit, target 10.000 qubit mencerminkan lompatan eksponensial dari sisi kapasitas komputasi.
🧪 Fokus pada Koreksi Kesalahan dan Skalabilitas
Komputer kuantum berskala besar menghadapi tantangan besar dalam stabilitas dan akurasi. Oleh karena itu, Fujitsu menekankan pentingnya mekanisme koreksi kesalahan kuantum (quantum error correction) dalam desain mereka. Sistem akan mencakup ribuan physical qubit untuk menghasilkan satu logical qubit yang tahan gangguan, memungkinkan eksekusi algoritma kuantum kompleks dengan tingkat keandalan tinggi.
🔬 Fasilitas Penelitian Khusus Dibangun
Fujitsu telah mengalokasikan sumber daya khusus untuk membangun fasilitas riset baru di Kawasaki, Jepang. Di tempat ini, mereka akan merakit sistem pendinginan ultra-rendah, rangkaian kontrol elektronik kuantum, dan sistem isolasi getaran yang dibutuhkan untuk menjaga kestabilan qubit superkonduktor.
Proyek ini juga menjadi bagian dari strategi nasional Jepang untuk memperkuat kapasitas teknologi canggih, termasuk dalam bidang AI, robotika, dan kuantum.
🌍 Posisi Fujitsu di Arena Global
Dengan target pengembangan ini, Fujitsu berharap dapat menyaingi dominasi perusahaan teknologi Barat seperti IBM, Google, dan Intel. Saat ini, sistem kuantum terbesar yang telah berfungsi berada di kisaran 1.000 qubit, dan sebagian besar masih dalam tahap eksperimental.
Fujitsu sendiri bukan pendatang baru di bidang ini. Pada 2023, mereka merilis sistem kuantum hybrid komersial pertama di Jepang, yang menggabungkan teknologi D-Wave dengan sistem klasik.
🚀 Arah Masa Depan
Jika tercapai, komputer kuantum 10.000+ qubit dari Fujitsu dapat merevolusi banyak sektor: mulai dari pengembangan obat, optimalisasi logistik, simulasi material, hingga algoritma AI yang tak mungkin dijalankan oleh komputer klasik.
Namun, tantangan utama tetap ada — mulai dari stabilitas qubit, konsumsi daya pendinginan ekstrem, hingga biaya produksi sistem yang sangat tinggi. Fujitsu optimis bahwa dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah, mereka mampu mencapai target ambisius ini tepat waktu.








