Edge of Darkness

5 Feb 2010 In: Film Review, Intermezo

Kematian Emma (Bojana Novakovic) adalah pukulan berat buat Thomas Craven (Mel Gibson). Semua orang mengira bahwa Thomas adalah target sebenarnya karena sebagai polisi, Thomas jelas punya banyak musuh. Namun saat Thomas menyelidiki kematian putri satu-satunya ini, detektif ini mulai menyadari bahwa selama ini tak banyak yang ia tahu tentang putrinya.

Thomas yakin kalau sebenarnya kematian putrinya yang baru berusia 24 tahun ini tak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan Thomas sebagai polisi. Dalam penyelidikan ini Thomas mendapati bahwa kematian Emma sebenarnya malah terkait dengan kegiatan Emma sebagai aktivis. Ada pihak-pihak yang tak ingin rahasia mereka terungkap dan satu-satunya cara membungkam Emma adalah dengan menghabisi nyawanya.

Maka mulailah Thomas menelusuri jejak-jejak yang mungkin tertinggal dan saat petunjuk mulai terlihat, Thomas sadar kalau yang ia hadapi bukanlah orang biasa. Ada konspirasi yang terjadi dan Emma hanyalah korban agar seluruh skenario bisa dijalankan seperti rencana dan Thomas harus menghadapi orang-orang di posisi tinggi seorang diri karena ia tak lagi bisa mengandalkan institusi tempat ia mengabdi.

Tujuh tahun sudah Mel Gibson meninggalkan profesinya sebagai aktor. Terakhir ia bermain dalam film THE SINGING DETECTIVE di tahun 2003. Sejak itu Mel memang praktis lebih menekuni dunia penyutradaraan. Dua film berhasil ia selesaikan dalam masa vakum sebagai aktor ini. Saat mendengar kabar bahwa Mel akan kembali bermain dalam film muncul pertanyaan, ‘Apa yang kira-kira akan ditawarkan aktor ini setelah menyelami dunia penyutradaraan?’

Hasilnya ternyata tak banyak. Artinya, tidak ada yang istimewa dari akting Mel Gibson kali ini. Malahan bisa dibilang kita seolah melihat Mel saat bermain sebagai Porter dalam film PAYBACK tahun 1999 lalu. Memang karakter dua orang yang diperankan Mel ini memiliki kemiripan tapi itu bukan alasan untuk menyamakan dua karakter itu.

Meski nama Mel Gibson dipasang sebagai pemeran utama namun sepertinya permainan Ray Winstone yang lebih cemerlang. Bukan berarti bahwa akting Mel dalam film ini benar-benar payah hanya tidak ada yang baru dari Mel setelah cukup lama vakum.

EDGE OF DARKNESS sendiri sebenarnya adalah hasil adaptasi dari sebuah mini seri yang tayang di BBC tahun 1985 lalu. Dari enam episode Martin Campbell yang juga menjadi sutradara dari mini seri itu menugaskan William Monahan, Andrew Bovell, Troy Kennedy Martin untuk mengemasnya sebagai naskah untuk durasi tak lebih dari dua jam dan hasilnya memang agak sedikit kedodoran. Pengalaman yang sama bakal Anda rasakan bila Anda menonton film ANGELS & DEMONS setelah Anda membaca novelnya.

Source: Kapanlagi.com

Tooth Fairy

1 Feb 2010 In: Film Review, Intermezo

Peri gigi adalah peri yang datang mengunjungi anak-anak dan memberikan hadiah sebagai ganti dari gigi mereka yang tanggal. Setidaknya itulah yang dikatakan mitos di Barat sana. Tapi dalam kasus Derek Thompson (Dwayne Johnson) justru berbeda. Ia adalah ‘peri gigi’ yang sangat kejam dan ganas.

Derek adalah seorang pemain hoki es yang ’sadis’ saat berada di arena. Beberapa kali ia membuat gigi lawannya rontok dan dari sanalah ia mendapat julukan tooth fairy atau peri gigi. Hidup Derek semula lancar-lancar saja sampai suatu saat ia membuat hati seorang anak kecil sedih karena ia dengan tanpa basa-basi mengatakan bahwa ‘peri gigi’ itu hanyalah dongeng dan tak pernah benar-benar ada.

Kejadian kecil itu ternyata berbuntut besar. Karena kesalahan ini Derek dihukum Tuhan untuk benar-benar menjadi peri gigi selama satu minggu penuh. Karena ia sekarang menjadi ‘peri gigi’ maka secara otomatis ia harus mengenakan baju balet dan membawa tongkat sihir sementara sayap pun mulai tumbuh di punggungnya.

Awalnya, hukuman ini sangatlah berat buat Derek yang kini menjadi ‘peri gigi’. Tapi seiring waktu, Derek mulai terbiasa melakukan tugas ajaib ini. Dan seiring waktu pula Derek pun mulai menyadari bahwa dulu ia sempat punya harapan yang telah lama ia lupakan.

Dwayne Johnson dan Arnold Schwarzenegger bisa dibilang adalah dua aktor yang punya perjalanan karier nyaris sama. Bila Arnold mengawalinya sebagai atlet binaraga, Dwayne memulainya dari ring gulat bebas. Di awal kariernya pun kedua aktor ini sama-sama membintangi film laga. Jelas karena secara fisik keduanya memang lebih pantas bermain dalam genre ini. Kalaupun ada bedanya, Dwayne sepertinya lebih jeli dan cepat-cepat beralih ke genre komedi yang notabene lebih bisa diandalkan sampai tua.

Sampai saat ini tak kurang dari lima belas judul film layar lebar sudah dibintangi aktor kelahiran California ini. Sepanjang perjalanan karier di dunia film ini, kemampuan akting Dwayne mulai terasah meski untuk menyebutnya sebagai aktor andal sepertinya belum saatnya. Salah satu keunggulan Dwayne adalah ‘kejujurannya’ dalam berakting. Mungkin karena sudah terbiasa berakting saat menjadi pegulat, kamera sudah bukan barang menakutkan lagi buat Dwayne.

Dalam film ini, Dwayne harus beradu akting dengan Ashley Judd, Julie Andrews, dan Billy Crystal yang notabene lebih punya kemampuan akting dan sepertinya Dwayne masih cukup mampu mengejar ketinggalan. Sebenarnya bukan karena akting Dwayne yang bagus namun justru sebaliknya. Entah karena apa tapi Billy Crystal dan para pemain lain seolah tak bisa mengeluarkan kemampuan mereka sampai batas maksimal.

Ide cerita tak terlalu menonjol sementara chemistry antara Dwayne dan Ashley Judd sepertinya juga tidak terbangun. Akhirnya, film ini hanya jadi sekedar pengisi waktu bersama keluarga saja. Mungkin suatu saat nanti akting Dwayne akan bisa disejajarkan dengan para aktor lain. Itupun kalau ia tidak beralih karier ke dunia politik seperti Arnold Schwarzenegger.

Source: KapanLagi.com

Western Digital ShareSpace

27 Jan 2010 In: Hardware

Meskipun Western Digital (WD) merupakan salah satu manufaktur hard drive terbesar di dunia, mereka sangat low profile dengan perangkat NAS atau Network Attached Storage. Dengan NetCenter, WD gagal untuk meramaikan dunia NAS dan kemudian coba dilanjutkannya lagi dengan seri World Book. Sekarang WD meluncurkan seri ShareSpace untuk mencoba meraih konsumen kembali berikut dengan pangsa pasar NAS untuk area small business, dengan fitur kunci tertambat pada kemudahan penggunaan dan value.

WD ShareSpace dilengkapi dengan hard drive WD Caviar GreenPower berkapasitas mulai dari 2TB, 4TB, dan yang tertinggi adalah 8TB. Tentunya hard drive didalamnya dapat diganti atau ditukar sesuka anda, namun anda harus terlebih dahulu untuk mematikan sistemnya sebelum mengganti atau menukar hard drive. Bay yang tersedia sampai dengan 4 bay. Papan pengontrol kecil menggunakan chip 500MHz Marvel SoC dan disediakan sebuah port Gigabit Ethernet yang letaknya bersebelahan dengan dengan 3 buah USB port. Konfigurasi hard drive pada posisi pre-configured menggunakan volume JBOD (Just Bunch of Disk) sederhana dengan maksud mencapai kapasitas maksimal tanpa error, namun anda dapat merubah konfigurasi tersebut ke konfigurasi mirror dan RAID-5 yang tentunya memerlukan tiga atau empat buah hard drive lainnya untuk digunakan. Sementara pada bagian belakang disertakan sebuah kipas besar untuk mendinginkan komponen didalam case. Kipas ini terbilang sunyi senyap pada saat sistem digunakan.

Untuk fitur-fitur NAS-nya, ShareSpace tergolong lengkap. Set Permission untuk user public atau user tertentu saja, pengontrolan penggunaan kapasitas masing-masing hard drive dengan menggunakan kuota tertentu adalah contoh beberapa fitur tersebut. Selain itu tersedia juga fitur Dowloader untuk remote files dengan menggunakan HTTP dan FTP (File Transfer Protocol), akan tetapi tidak dapat menggunakan BitTorrent. Yang disayangkan adalah ketiadaan fitur yang mendukung media layanan UpnP untukstreaming media player yang sesuai. Opsi yang dapat dikonfigurasi hanyalah waktu interval scan untuk mengecek musik baru melalui iTunes.

Performa yang dihasilkan terbilang cukup baik walau tidak juga dapat dibilang mengesankan. File video sebesar 2.52GB dengan menggunakan Gigabit Ethernet menghasilkan kecepan baca sebesar 23.2MB/detik dan kecepatan tulis sebesar 15MB/detik. Sementara operasi FTP ternyata lebih cepat dengan menggunakan FileZilla, 36MB/detik pada kecepatan baca dan 16.3MB/detik untuk kecepatan tulisnya. Dibandingkan dengan perangkat NAS lainnya seperti Synology dan Netgear, WD ShareSpace hadir dengan fitur yang lebih sedikit dan dengan performa yang terbilang cukup baik namun kemudahan instalasi dan manajemen fitur yang solid dari WD diperkuat dengan harga yang tidak terlalu mahal untuk sebuah perangkat NAS masih membuat ShareSpace layak anda lirik sebagai media penyimpanan jaringan anda.

Souce: Bhinneka – Anes

Langganan BlackBerry Bisa Tambah Mahal

27 Jan 2010 In: About Internet ?

Rencana penarikan pungutan universal service obligation (USO) dan biaya hak penggunaan (BHP) jasa telekomunikasi untuk BlackBerry sontak membuat para operator yang bermitra dengan Research in Motion (RIM) jadi bingung.

Sebab, para operator tersebut mengaku telah membayarkan kewajiban BHP telekomunikasi dari total pendapatan kotor, yang tentunya juga termasuk untuk layanan akses internet BlackBerry.

Menurut perwakilan juru bicara Indosat, Telkomsel, XL Axiata, dan Natrindo Telepon Seluler, dan Smart Telecom, penerapan rencana pungutan BHP terpisah ini sulit untuk dieksekusi dan rentan akan duplikasi pembayaran.

Para operator juga kuatir jika terjadi duplikasi pembayaran, tarif layanan BlackBerry di Indonesia akan tambah mahal.

“Lazimnya begitu, tambahan cost akan diabsorpsi oleh pelanggan,” ujar Guntur Siboro, Chief Marketing Officer Indosat, kepada detikINET, Senin (25/1/2010). Kekuatiran senada juga disampaikan oleh empat operator BlackBerry lainnya.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sebelumnya meminta operator penyelenggara BlackBerry untuk melaporkan terlebih dahulu pendapatan kotor yang diterima sebelum membayar biaya akses jaringan kepada RIM.

Nah, dalam kasus ini, BRTI sedang menelaah, apakah operator membayarkan kewajiban USO 1,25% dan BHP 0,5% dari total pendapatan kotor setelah dikurangi biaya akses untuk jaringan RIM atau tidak.

“Jika penghitungannya dari total pendapatan kotor murni sebelum mereka membayar ke RIM, berarti mereka sudah tak perlu tambahan BHP. Namun jika belum, mereka tentu harus bayar,” jelas M Ridwan Effendi, anggota BRTI.

Source: DetikInet

Pelanggan prabayar XL kini tetap bisa mengakses layanan BlackBerry melalui roaming internasional di tujuh negara yang dilayani grup Axiata, yakni Malaysia, Singapura, Kamboja, Bangladesh, Srilanka, Hong Kong, dan Jepang.

“Pelanggan Blackberry prepaid XL tetap bisa mengakses komunikasi data secara unlimited saat roaming data internasional,” ujar Direktur Marketing XL Axiata, Nicanor V Santiago III dalam peluncuran layanan tersebut di Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (26/1/2010).

Untuk mendapatkan layanan tersebut pelanggan prabayar cukup mengakses *123# tanpa perlu datang ke XL center sebelum melakukan perjalanan ke tujuh negara tersebut. Berbeda dengan pasca bayar yang harus registrasi terlebih dulu di XL Center.

Namun dari segi biaya, akses roaming internasional untuk BlackBerry prabayar XL yang dikenakan tarif Rp 50 ribu per hari, dua kali lebih mahal dibanding pasca bayar yang cuma dikenakan tarif per hari Rp 25 ribu.

“Layanan roaming BlackBerry yang kami berlakukan mulai 26 Januari hingga 31 Desember 2010 ini akan dihentikan otomatis begitu pelanggan tiba kembali di Indonesia,” pungkas Nicanor.

Soruce: DetikInet

Bandwidth BlackBerry XL Segera 250 Mbps

27 Jan 2010 In: About Internet ?

XL Axiata akan menambah kapasitas bandwidth untuk akses jaringan layanan BlackBerry yang diselenggarakannya menjadi 250 Mbps, jika tingkat utilisasi data yang digunakan pelanggannya telah mencapai 80%.

Menurut Budi Harjono, Head of Mobile Data Services XL Axiata Tbk, utilisasi kapasitas yang terpakai saat ini baru berkisar 60% dari total bandwidth 180 Mbps yang tersedia. Saat ini XL memiliki 260 ribu pelanggan BlackBerry.

“Perkiraaan kami, akhir kuartal pertama ini kapasitas bandwidth sudah akan kami tingkatkan hampir dua kali lipat, jadi 250 Mbps, seiring bertambahnya jumlah pelanggan,” ujarnya, usai peluncuran roaming BlackBerry internasional di Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (26/1/2010).

Penambahan bandwidth menjadi suatu keniscayaan mengingat pelanggan BlackBerry XL setiap bulannya diklaim bertambah 20 ribu. “Setiap pelanggan BlackBerry kami rata-rata menggunakan bandwidth 100 MB per bulan,” kata Budi.

Dari total 260 ribu pelanggan BlackBerry XL saat ini, 70% di antaranya merupakan pelanggan prabayar yang mayoritas menggunakan skema tarif langganan harian Rp 5000. Hanya segelintir yang langsung berlangganan untuk sebulan penuh.

Jika dirata-ratakan, setiap bulannya pelanggan BlackBerry XL menghabiskan pulsa (average revenue per user/ARPU) sebanyak Rp 100 ribu. Dengan semakin banyaknya pengguna, ARPU BlackBerry XL diperkirakan akan turun 20%-25%.

“Sebab, total setiap bulan, rata-rata pelanggan BlackBerry prabayar kami hanya mengaktifkan layanan selama 22 hari. Alasannya bisa jadi karena kehabisan pulsa atau memang sengaja menghentikan sementara saat libur,” jelas Budi.

XL sendiri optimistis di akhir 2010 nanti jumlah pelanggan BlackBerry-nya akan menembus angka 500- 600 ribu. Bisa lebih tinggi dari target awal 400 ribu yang dicanangkan grup Axiata tersebut.

“Sebab, jika tahun lalu pertumbuhannya setiap bulan rata-rata 20 ribu, tahun ini kami targetkan bisa bertambah 50 ribu per bulan,” sambung Oni P Marbun, Senior Manager Mobile Data Services XL.

Pelanggan diyakini Budi dan Oni bisa tumbuh lebih banyak dengan jumlah revenue melonjak tiga kali lipat berkat program tarif, handset, serta service, yang diklaim lebih murah dari kompetitor. “Kami juga menggandeng komunitas untuk program member get member.”

Soruce: DetikInet

Perintis WordPress, Matt Mulleweg, menunda kedatangannya untuk hadir pada WordCamp Indonesia 2010. Padahal di WordCamp 2009 lalu, ia begitu semangat saat memberi wejangan. Apa alasannya?

“Alasan ketidakhadiran Matt tahun ini adalah karena kesibukan, dan padatnya jadwal acara WordCamp di seluruh dunia, yang memang lagi padat di tahun ini,” ujar Valent Mustamin, organizer WordCamp 2010, ketika dihubungi detikINET via telepon, Selasa (26/1/2010).

Valent pun menjelaskan bahwa ia tetap menghubungi pihak WordPress, untuk berusaha menghadirkan Bapak WordPress ini. “Tahun ini jadwal Matt memang sangat padat, namun telah diputuskan bahwa di 2011 nanti, Matt akan datang di Indonesia,” tambahanya.

Sebagai pengganti Matt, panitia telah mengundang pembicara utama Beau Lebens. Beau adalah developer dari Automattic selaku perusahaan di balik pengembangan WordPress.

Beau telah berkutat dengan pengembangan sistem PHP/MySQL sejak tahun 2000. Di acara WordCamp 2010 nanti ia akan membagi-bagikan ilmunya kepada peserta.

Lalu, apa isu utama dalam WordCamp 2010? “Isu utama yang akan dibahas nanti adalah, apa yang baru di WordPress 2.9 dan bocoran WordPress 3.10, yang bakal dirilis April mendatang,” pungkas Valent.

Source: DetikInet

Gelaran WordCamp 2010 ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu diadakan di Erasmus Huis, Kuningan, Jakarta, maka tahun ini diadakan di Universitas Gunadarma. Apa alasannya?

Dijelaskan oleh Valent Mustamin, salah seorang organizer WordCamp 2010, bahwa tahun ini WordCamp telah melakukan pendekatan teknologi dan edukasi.

“Tahun ini kita mau melakukan pendekatan antara teknologi dan edukasi. Oleh karena itu kita mencari lokasi akademis yang cocok. Nah, salah satu alternatif yang cocok adalah Universitas Gunadarma,” ujar Valent ketika dihubungi detikINET via telepon, Selasa (26/1/2010).

Ia pun menjelaskan bahwa Universitas Gunadarma juga memiliki poin yang sama untuk mengangkat masalah open source dan WordPress. Selain itu walau terletak di pinggir kota Jakarta, univeritas ini dapat menampung target peserta sekitar 350 orang.

“Mereka mau menjadi sponsor acara ini, maka dalam hal ini posisi Gunadarma adalah venue sponsor untuk tempat, dan juga mendukung koneksi Wi-Fi,” tambah Valent.

Source: DetikInet

The Spy Next Door

19 Jan 2010 In: Film Review, Intermezo

Selama bertugas sebagai mata-mata CIA, Bob Ho (Jackie Chan) sering harus menghadapi tugas yang bisa dibilang mustahil diselesaikan. Berbekal semua pelajaran yang ia dapat selama pendidikan dan kecerdikannya, Bob selalu bisa menuntaskan misinya dengan baik. Namun Bob tak tahu kalau sebenarnya misi yang paling sulit justru akan ia hadapi setelah ia mundur dari CIA.

Karena sudah jenuh dengan tugasnya, Bob pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan memulai hidup yang tenang. Bob ingin membina rumah tangga dengan Gillian (Amber Valletta), kekasihnya yang sangat ia cintai. Gillian pun sebenarnya sangat mencintai Bob tapi karena ia sudah memiliki tiga orang anak maka hal pertama yang harus dilakukan Bob adalah membuktikan kalau ia layak menjadi ayah tiri dari ketiga anak Gillian ini.

Suatu ketika Gillian harus pergi ke luar kota dan kesempatan ini dimanfaatkan Bob untuk mengambil hati ketiga anak Gillian. Bob menawarkan diri untuk menjaga ketiga anak Gillian selama Gillian pergi. Awalnya tugas ini saja sudah cukup berat apalagi ketika salah satu dari anak Gillian secara tidak sengaja men-download file rahasia mata-mata Rusia. Dalam waktu singkat para mata-mata Rusia pun berdatangan untuk mengambil file milik mereka.

Kini tugas Bob tidak hanya mengawasi ketiga anak Gillian namun juga harus melindungi ketiga anak ini dari ancaman para mata-mata Rusia yang tak kenal ampun. Tak ada pilihan. Bob hanya bisa melewati semua itu dengan selamat bila ia melibatkan anak-anak Gillian yang artinya ia harus membongkar identitas rahasianya sebagai mata-mata CIA.

Dari sisi tema, THE SPY NEXT DOOR punya kemiripan dengan film Vin Diesel yang berjudul THE PACIFIER. Kesamaan tema memang bukan sesuatu yang layak dipermasalahkan selama dalam penuangannya tak jadi terjebak pada alur kisah film yang lebih dulu muncul. Dalam kasus ini THE SPY NEXT DOOR masih bisa lolos karena tema itu dituangkan dengan cara lain.

Yang jadi masalah di sini sebenarnya adalah soal penyutradaraan. Sepertinya Brian Levant tak mampu mengarahkan para aktor dan aktris sehingga yang terjadi adalah akting yang tak memenuhi standar. Dalam kasus Jackie Chan dan Amber Valleta, chemistry di antara dua orang ini tak bisa muncul. Sepanjang kariernya, Jackie memang tak pernah tampil romantis dan sang sutradara sepertinya juga tak bisa mengarahkan aktor gaek ini untuk bisa romantis.

Dari sisi laga, tak ada yang baru di sini. Film-film Jackie Chan sebelumnya sudah bisa mewakili adegan laga dalam film ini walaupun di titik tertentu sepertinya Jackie sudah mulai terlalu tua untuk beraksi seperti dulu lagi. Untungnya masih ada beberapa momen yang cukup mampu memancing tawa meski di akhir kisah tak terbersit keinginan untuk menonton film ini lagi.

Jaringan internet pita lebar berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) Evolution Data Only (EVDO) Rev B telah hadir secara komersil untuk kali pertamanya di dunia melalui Bali, Indonesia.

Layanan ini diselenggarakan oleh operator seluler CDMA Smart Telecom yang menggunakan base station (BTS) milik ZTE dari China dan chipset milik Qualcomm Technology dari Amerika Serikat.

“Bali sengaja kami pilih sebagai tempat peluncuran pertama EVDO Rev B karena Bali merupakan gerbang Indonesia di mata dunia internasional,” kata Presiden Direktur Smart Sutikno Widjaja, saat peluncuran Rev B di Hotel Discovery, Bali, Minggu malam (10/1/2010).

EVDO Rev B merupakan pengembangan dari jaringan EVDO Rev A yang menawarkan kecepatan maksimum 9,3 Mbps untuk mengunduh data (download) dan 5,4 Mbps untuk mengunggah (upload).

Melalui jaringan EVDO Rev A yang juga diselenggarakan Smart, kecepatan maksimum yang ditawarkan perusahaan milik Franky Widjaja itu hanya sampai 3,8 Mbps untuk download dan 1,8 untuk upload.

“Dengan Rev B, internet broadband kami jadi lebih cepat tiga kali lipat dibanding Rev A,” kata Head of Core Product and Branding Smart, Ruby Hermanto.

Saat ini, layanan Rev B baru diselenggarakan di Bali. Itu pun baru di sebagian tempat. “Baru 60% dari 48 BTS kami yang ada di Bali,” kata Sutikno. Menurutnya, seluruh area Bali baru akan terlayani semua di akhir kuartal pertama 2010 ini.

Setelah Bali, Smart rencananya akan melebarkan coverage Rev B ke 32 kota yang sebelumnya telah digelar Rev A hingga akhir tahun. Namun sayangnya, baik Sutikno dan Ruby tak mau mengungkap berapa jumlah base station yang siap di-upgrade dan total nilai investasi yang dikeluarkan.

Smart sendiri memperbolehkan pelanggan untuk mengupayakan sendiri pembelian modem berkemampuan Rev B di pasar bebas untuk bisa mengakses jaringan layanan broadband terbaru ini.

Namun jika pelanggan membelinya melalui Smart, modem Rev B keluaran ZTE dipasarkannya dengan harga Rp 450 ribu per bulan selama setahun. Biaya pembelian ini sudah termasuk biaya akses tanpa batas selama setahun.

“Dengan total setahun Rp 5,4 juta, modem yang kami tawarkan termasuk murah. Sebab, harga asli modem Rev B ini masih mahal, US$ 600 atau hampir Rp 6 juta,” jelas Tom Alamas Dinharsa, Division Head of Device Technology and Special Project.

Source: DetikInet

About this blog

English Version: Hi guyz!! Eventually I can activate ahmandonk.com again. This blog will illustrate glimpse of my daily life, movie review that I catch on, fixed and mobile internet connection, and many more… Some of the movie review are those I really catch on, some came from websites reference…It’s just as a review as I already watched the movie. At first, I came up with this blog to fill my holiday, but as time goes by, I became a spot where I can put my imagination, anger, fun, love, and bla…bla…bla… I will put everything if I could. Hopefully the content of my blog can be an inspiration for all readers, but don’t be drooling when I write bout all the tasty yummy food I ate. If you have any comment just post it…well-structured constructive criticisms only hehe… If u have any bad critics, just head it directly to me…it would be embarrassing to publish in blog…I’m also human, man!!

Indonesian Version: Halo semuanya!! akhirnya bisa kembali menghidupkan ahmandonk.com lagi :) btw, blog ini akan berisi keseharian saya, review film yang saya tonton, review koneksi internet fixed dan mobile, dan masih banyak lagi.... beberapa review film memang benar saya yg tulis, dan ada beberapa yang saya ambil dari referensi website lain.... sebener nya ini cuma menandakan saya sudah nonton film tsb :) Pada awalnya blog saya mengudara, memang sebagai saranan saya mengisi liburan saya, tetapi mengikuti berjalannya waktu, blog ini menjadi tempat dimana saya menunangkan imajinasi, kekesalan, kesenangan, kecintaan, dan ke ke yang lain deh..... kalo bisa... apa aja akan saya tulis di sini deh :) mudah-mudahan isi dari blog ini menjadi inspirasi dan berkenan buat semua yg baca yah :) Tapi jangan iri dan ngiler yah... kalo makanan-makanan yg saya makan, akan saya tulis di blog ini :D hehehe.... O iya..!! kalo isi comment.. yg bagus2 aja.. jgn yg jelek.. kalo yg jelek2.. lgs ke saya aja.. khan malu kalo di tulis di blog :D hehehe..... saya juga manusia bung!

My Flickr PhotoStream

    IMG_Jogja (99)IMG_Jogja (98)IMG_Jogja (95)IMG_Jogja (94)IMG_Jogja (93)IMG_Jogja (9)IMG_Jogja (89)IMG_Jogja (87)IMG_Jogja (86)IMG_Jogja (85)IMG_Jogja (83)IMG_Jogja (82)IMG_Jogja (81)IMG_Jogja (79)IMG_Jogja (77)IMG_Jogja (75)IMG_Jogja (74)IMG_Jogja (7)IMG_Jogja (66)IMG_Jogja (63)

Sponsor Web ini....

Ahmandonk’s Plurk Update

Plurk Social Networks

 

Ahmandonk’s Twitter Update

UserOnline

Dukung Blog ini!!


SponsoredTweets hire me badge

My site was nominated for Best Foreign Language Blog!

Internet Sehat

Calendar

February 2010
M T W T F S S
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Alexa Traffic Rank

GoingUp!

ClustrMaps

Campur Sari…

Hosting by

Plikhost Banner