Microsoft Hadirkan Dark Mode Setengah Matang pada Sejumlah Elemen UI Lama Windows 11

Microsoft selama ini dikenal kerap mempertahankan berbagai kerangka kerja antarmuka (UI frameworks) yang beragam di dalam sistem operasi Windows 11, mulai dari elemen modern hingga komponen warisan (legacy) yang berasal dari era Windows 7. Berbagai kerangka kerja tersebut mencakup WebView2, React, WinUI, hingga Win32 UI, di mana masing-masing komponen memiliki karakteristik tampilan dan perilaku yang berbeda.
Baru-baru ini, Microsoft kedapatan mulai menyematkan dukungan mode gelap (dark mode) pada salah satu kerangka kerja dan aplikasi lamanya, yakni Hyper-V Manager, perangkat lunak manajemen virtualisasi yang berjalan di atas API Win32 untuk grafis sistem. Melalui pembaruan ini, lapisan aplikasi lawas tersebut kini tampil dengan nuansa lebih gelap pada sebagian besar elemen interaksinya.
Kendati demikian, berdasarkan hasil pengujian mendalam yang dilakukan oleh laman Windows Latest, implementasi mode gelap tersebut ternyata masih belum sepenuhnya rampung alias setengah matang (incomplete). Meskipun Hyper-V Manager secara umum telah mengadopsi elemen UI bernuansa gelap, sejumlah bagian penting justru tetap terjebak dalam mode terang (light mode), termasuk area tampilan manajemen utama serta daftar mesin virtual (virtual machine listing).
Selain itu, komponen seperti Hyper-V Quick Create Gallery dan Virtual Machine Connection juga masih eksklusif berjalan dalam mode terang. Transisi antarmuka saat pengguna beralih antara membuat checkpoint dan membuka mesin virtual di dalam VM Connection turut dilaporkan masih bermasalah, di mana layar terang mendadak muncul dan merusak kenyamanan visual. Kondisi ini membuat penerapan mode gelap terasa kurang mulus, sekaligus memicu tanda tanya di kalangan pengguna mengenai alasan Microsoft merilis fitur tersebut sebelum benar-benar fungsional secara utuh.
Rencana Transisi Menuju WinUI 3 Demi Keseragaman Antarmuka
Sejak diperkenalkannya kerangka kerja WinUI, Microsoft telah merilis berbagai versi dan pembaruan sistem operasi yang masih menyisakan banyak elemen UI peninggalan era Windows 7 atau versi yang lebih lampau. Guna mengatasi masalah fragmentasi visual ini, Microsoft berencana untuk memigrasikan seluruh pengalaman antarmuka pengguna (user experience) ke kerangka kerja berbasis desktop, WinUI 3.
Langkah transisi ini diharapkan mampu memangkas latensi aplikasi, meningkatkan kenyamanan pengalaman pengguna secara keseluruhan, serta memberikan sensasi navigasi yang jauh lebih mulus. Tercapainya keseragaman antarmuka (UI uniformity) di masa mendatang diyakini akan menuntaskan masalah inkonsistensi mode gelap, sehingga ketika pengguna mengaktifkan dark mode, tema tersebut dapat diterapkan secara konsisten di seluruh sistem alih-alih hanya menempel pada panel-panel tertentu saja.
Sumber: Windows Latest








