Tiga Data Center Yandex Diserang Drone, Layanan Cloud Lumpuh dan Pengguna Kesulitan Mengakses File

Perusahaan teknologi asal Rusia, Yandex, mengonfirmasi gangguan besar pada infrastruktur cloud setelah tiga data center miliknya mengalami kerusakan akibat serangan drone dalam beberapa hari terakhir. Insiden tersebut memaksa perusahaan menghentikan operasional dua fasilitas sepenuhnya dan membatasi layanan pada satu fasilitas lainnya.
Serangan yang berlangsung antara 8 hingga 11 Oktober 2026 tersebut menargetkan fasilitas data center Yandex di Sasovo, Kaluga, dan Vladimir, Rusia. Gangguan pada infrastruktur tersebut berdampak terhadap sejumlah layanan digital perusahaan, termasuk platform cloud, penyimpanan file, sistem komputasi, dan layanan yang digunakan pelanggan bisnis.
Sejumlah pengguna melaporkan tidak dapat mengakses maupun mengunduh file yang sebelumnya disimpan melalui layanan Yandex. Beberapa layanan juga mengalami error ketika pengguna mencoba mengambil data dari infrastruktur cloud perusahaan.
Yandex menyatakan bahwa tim teknis sedang bekerja sepanjang waktu untuk memulihkan layanan. Namun, perusahaan belum dapat memberikan kepastian mengenai kapan seluruh fasilitas dan sistem yang terdampak dapat kembali beroperasi secara normal.
Serangan tersebut diduga dilakukan oleh pasukan Ukraina sebagai bagian dari operasi yang menargetkan infrastruktur Rusia. Meski demikian, atribusi dan tujuan militer dari masing-masing serangan masih perlu dibedakan dari informasi operasional yang telah dikonfirmasi Yandex.
Tiga Data Center Yandex Rusak dalam Serangan Beruntun
Yandex mengungkap bahwa serangan pertama terjadi pada malam 7 hingga 8 Oktober 2026 dan menargetkan data center perusahaan di Sasovo, wilayah Ryazan.
Fasilitas tersebut mengalami kerusakan serius sehingga seluruh operasionalnya harus dihentikan.
Pada 9 Oktober, serangan drone berikutnya menghantam data center Yandex di Kaluga, wilayah yang berada di sebelah barat daya Moskow.
Kerusakan pada fasilitas tersebut menyebabkan sebagian infrastruktur tidak dapat digunakan, meskipun beberapa sistem masih dapat beroperasi dengan kapasitas terbatas.
Serangan ketiga terjadi pada 11 Oktober 2026 dan menargetkan data center Yandex di Vladimir.
Akibat serangan tersebut, fasilitas Vladimir juga harus menghentikan operasionalnya sepenuhnya.
Dengan demikian, terdapat tiga fasilitas utama yang terdampak dalam rangkaian serangan tersebut.
Dua data center, yakni Sasovo dan Vladimir, mengalami penghentian operasional total, sementara fasilitas Kaluga masih beroperasi dalam kondisi terganggu.
Yandex memastikan tidak ada karyawan yang mengalami cedera akibat insiden tersebut.
Tim teknis perusahaan bersama layanan darurat setempat telah dikerahkan untuk menangani kerusakan dan melakukan penilaian terhadap kondisi infrastruktur.
Namun, perusahaan mengakui bahwa pemulihan sistem menghadapi tantangan besar karena kerusakan terjadi pada fasilitas fisik yang menopang berbagai layanan digital.
Pengguna Yandex Cloud Kehilangan Akses ke File
Dampak serangan mulai dirasakan pelanggan yang menggunakan layanan cloud dan penyimpanan data Yandex.
Sejumlah pengguna melaporkan kesulitan mengakses file yang sebelumnya telah diunggah ke infrastruktur perusahaan.
Dalam salah satu laporan yang dipublikasikan melalui komunitas teknologi Habr, seorang pelanggan menjelaskan bahwa masalah mulai terjadi sejak 8 Oktober 2026.
Pengguna tersebut menemukan bahwa sebagian file cadangan yang tersimpan melalui layanan Yandex Disk tidak lagi menampilkan thumbnail.
Ketika mencoba mengakses file yang sebelumnya telah tersimpan, sistem juga gagal menampilkan konten maupun menyediakan file untuk diunduh.
Gangguan tersebut disertai berbagai respons error dari server, termasuk HTTP 302 redirect, HTTP 504 Gateway Timeout, dan HTTP 500 Internal Server Error.
HTTP 504 biasanya muncul ketika server gateway atau proxy tidak menerima respons tepat waktu dari sistem backend yang dituju.
Sementara itu, HTTP 500 menunjukkan adanya masalah internal pada server yang memproses permintaan.
Dalam situasi ketika beberapa data center mengalami kerusakan secara bersamaan, error tersebut dapat berkaitan dengan kegagalan layanan backend, gangguan komunikasi antarsistem, atau ketidaktersediaan komponen penyimpanan.
Namun, kemunculan kode error tersebut tidak secara langsung membuktikan bahwa file pengguna telah terhapus atau hilang secara permanen.
Hingga saat ini, Yandex belum memberikan konfirmasi mengenai kemungkinan kehilangan data yang tidak dapat dipulihkan akibat kerusakan fasilitas.
Layanan Yandex Cloud Beroperasi dalam Kondisi Darurat
Melalui halaman status layanan resminya, Yandex mengungkap bahwa infrastruktur cloud sedang beroperasi dalam kondisi darurat.
Perusahaan menyatakan bahwa konfigurasi sumber daya yang masih tersedia belum dapat dianggap stabil.
Karena itu, pelanggan diminta mempertimbangkan penggunaan infrastruktur alternatif sebagai bagian dari strategi pemulihan layanan.
Yandex juga memperingatkan bahwa saluran komunikasi technical support berpotensi mengalami gangguan selama proses penanganan berlangsung.
Beberapa layanan inti masih tersedia, tetapi dengan penurunan performa atau gangguan akses.
Layanan tersebut mencakup Yandex Cloud Console, API, Identity and Access Management (IAM), Container Registry, database, penyimpanan berbasis S3, serta Kubernetes.
Sementara itu, layanan komputasi, AI Studio, dan beberapa layanan keamanan hanya tersedia secara parsial.
Platform monitoring Monium juga dilaporkan masih tidak dapat diakses dalam pembaruan status yang menjadi dasar laporan awal.
Gangguan terhadap layanan monitoring menjadi perhatian karena sistem observability biasanya digunakan untuk memantau performa aplikasi, infrastruktur, serta kesehatan layanan yang berjalan di lingkungan cloud.
Ketika sistem monitoring tidak tersedia, pelanggan dapat mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi penyebab gangguan pada aplikasi mereka.
Yandex menegaskan bahwa kondisi operasional masih dapat berubah selama proses pemulihan berlangsung.
Oleh karena itu, perusahaan belum dapat menjamin tingkat ketersediaan layanan yang sama seperti sebelum terjadinya serangan.
Pelanggan Disarankan Menggunakan Infrastruktur Disaster Recovery
Yandex secara khusus meminta pelanggan yang memiliki rencana disaster recovery untuk mempertimbangkan aktivasi sistem alternatif.
Rekomendasi tersebut diberikan karena perusahaan belum dapat memastikan kestabilan konfigurasi infrastruktur yang masih beroperasi.
Dalam lingkungan cloud, disaster recovery merupakan proses pemulihan layanan setelah terjadi gangguan besar yang memengaruhi ketersediaan sistem, aplikasi, atau data.
Strategi tersebut dapat mencakup pemindahan workload ke data center lain, penggunaan cloud provider alternatif, maupun pemulihan layanan dari backup yang tersimpan di lokasi berbeda.
Bagi pelanggan yang menjalankan aplikasi bisnis penting, ketergantungan terhadap satu penyedia cloud dapat menimbulkan risiko apabila gangguan memengaruhi beberapa fasilitas secara bersamaan.
Insiden Yandex menunjukkan bahwa kerusakan fisik pada data center dapat memberikan dampak besar meskipun sistem telah menggunakan teknologi virtualisasi, container, dan otomasi cloud.
Layanan cloud tetap bergantung pada infrastruktur fisik, termasuk server, storage, jaringan, pendingin, dan pasokan listrik.
Jika fasilitas tersebut mengalami kerusakan serius, kemampuan sistem untuk mempertahankan ketersediaan layanan dapat terganggu.
Dalam kondisi saat ini, Yandex belum memberikan estimasi resmi mengenai waktu pemulihan seluruh layanan yang terdampak.
Perusahaan juga belum menjelaskan apakah seluruh pelanggan dapat dipindahkan ke fasilitas lain tanpa gangguan tambahan.
Yandex Merupakan Salah Satu Penyedia Teknologi Terbesar di Rusia
Yandex dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Rusia dan sering disebut sebagai pesaing lokal Google karena menyediakan berbagai layanan digital yang digunakan secara luas.
Bisnis perusahaan tidak hanya mencakup mesin pencari internet, tetapi juga layanan peta, navigasi, transportasi online, pengiriman barang, perdagangan elektronik, streaming, email, dan cloud computing.
Melalui Yandex Cloud, perusahaan menyediakan infrastruktur komputasi dan penyimpanan data bagi berbagai organisasi, termasuk bisnis swasta dan institusi yang membutuhkan layanan teknologi.
Platform tersebut menawarkan layanan virtual machine, object storage, database, Kubernetes, monitoring, serta berbagai produk berbasis artificial intelligence.
Besarnya ekosistem Yandex membuat perusahaan memiliki peran penting dalam infrastruktur digital Rusia.
Gangguan pada layanan Yandex dapat memengaruhi berbagai aktivitas, mulai dari penggunaan aplikasi sehari-hari hingga operasional organisasi yang menjalankan sistem bisnis melalui platform cloud.
Dalam pernyataan resminya, Yandex menggambarkan data center sebagai bagian yang sangat penting dari operasional perusahaan.
Fasilitas-fasilitas tersebut menopang layanan yang digunakan jutaan orang setiap hari dan mendukung aktivitas ratusan ribu organisasi.
Karena itu, kerusakan pada beberapa fasilitas dalam waktu berdekatan berpotensi memberikan dampak lebih luas dibandingkan gangguan layanan biasa.
Serangan Drone Diduga Bagian dari Konflik Rusia dan Ukraina
Rangkaian serangan terhadap data center Yandex terjadi di tengah berlanjutnya konflik militer antara Rusia dan Ukraina.
Sejumlah laporan internasional mengaitkan serangan tersebut dengan operasi drone Ukraina yang menargetkan infrastruktur di wilayah Rusia.
Serangan terhadap fasilitas teknologi merupakan perkembangan yang memiliki implikasi terhadap ketersediaan layanan digital.
Berbeda dengan serangan siber konvensional yang dilakukan melalui jaringan komputer, serangan drone menimbulkan kerusakan fisik terhadap infrastruktur yang menjalankan sistem digital.
Dampaknya dapat mencakup penghentian operasional server, gangguan jaringan, kerusakan perangkat penyimpanan, hingga hilangnya akses terhadap layanan yang bergantung pada fasilitas tersebut.
Kerusakan fisik juga dapat memperpanjang waktu pemulihan karena perusahaan perlu memeriksa kondisi peralatan dan memperbaiki komponen sebelum layanan dapat diaktifkan kembali.
Dalam kasus Yandex, serangan terhadap tiga data center dalam periode empat hari memperumit upaya pemulihan karena beberapa fasilitas terdampak secara bersamaan.
Namun, Yandex belum memublikasikan penilaian lengkap mengenai tingkat kerusakan hardware, kapasitas infrastruktur yang hilang, maupun seluruh layanan yang bergantung pada masing-masing fasilitas.
Gangguan Yandex Dikaitkan dengan Aktivitas Akun Online
Insiden ini turut memicu perhatian terhadap kemungkinan dampaknya pada aktivitas online di luar layanan utama Yandex.
Anggota Parlemen Eropa, Tomáš Zdechovský, menyoroti dugaan hubungan antara gangguan Yandex dan penurunan aktivitas sejumlah akun media sosial yang mempromosikan pandangan politik ekstrem kanan di Jerman.
Namun, hubungan sebab-akibat antara kedua peristiwa tersebut belum terbukti.
Penurunan aktivitas otomatis yang terdeteksi selama gangguan Yandex juga tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti terganggunya operasi propaganda atau jaringan akun politik tertentu.
Sebagian trafik otomatis dari Yandex merupakan aktivitas web crawler yang digunakan untuk mengindeks halaman internet dan menjalankan fungsi layanan digital lainnya.
Karena itu, diperlukan analisis independen terhadap asal trafik, jenis akun, serta pola aktivitas sebelum dapat menyimpulkan adanya hubungan langsung dengan operasi informasi tertentu.
Hingga saat ini, dampak yang telah terkonfirmasi terutama berkaitan dengan kerusakan fasilitas data center dan gangguan layanan Yandex.
Belum Diketahui Apakah Data Pengguna Hilang Permanen
Salah satu pertanyaan utama dari insiden ini adalah apakah kerusakan fisik pada data center mengakibatkan kehilangan data pelanggan.
Sejumlah pengguna memang melaporkan tidak dapat mengakses file yang tersimpan melalui Yandex Disk dan layanan cloud lainnya.
Namun, ketidaktersediaan file tidak selalu berarti data telah terhapus secara permanen.
Dalam arsitektur cloud, data dapat disimpan menggunakan mekanisme replikasi, backup, atau redundancy untuk mengurangi risiko kehilangan akibat kegagalan hardware.
Apabila sistem penyimpanan memiliki salinan data di lokasi lain yang tidak terdampak, informasi tersebut mungkin masih dapat dipulihkan setelah layanan kembali tersedia.
Sebaliknya, apabila data hanya tersimpan pada infrastruktur yang mengalami kerusakan dan tidak memiliki backup yang dapat digunakan, risiko kehilangan permanen menjadi lebih besar.
Tingkat perlindungan tersebut bergantung pada konfigurasi penyimpanan, kebijakan backup, dan arsitektur disaster recovery yang digunakan masing-masing layanan.
Hingga 13 Oktober 2026, Yandex belum mengonfirmasi adanya kehilangan data permanen akibat serangan terhadap ketiga data center.
Perusahaan juga belum mengumumkan jumlah pelanggan yang terdampak atau besarnya kapasitas penyimpanan yang tidak dapat diakses.
Karena itu, laporan mengenai file yang tidak tersedia sebaiknya dipahami sebagai gangguan akses hingga terdapat hasil investigasi yang memastikan kondisi data sebenarnya.
Kremlin Turut Membahas Gangguan Infrastruktur Yandex
Besarnya dampak insiden mendorong pemerintah Rusia ikut memperhatikan kondisi infrastruktur Yandex.
Pada 13 Oktober 2026, Kremlin menyampaikan bahwa pemerintah sedang membahas masalah yang dihadapi Yandex setelah serangan terhadap sejumlah fasilitas data center.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan apakah pengguna mengalami kerugian finansial akibat gangguan layanan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kompensasi, Peskov menjelaskan bahwa persoalan tersebut masih dibahas.
Pemerintah Rusia juga menyoroti langkah yang sedang dilakukan Yandex untuk memulihkan sistem dan mengurangi dampak gangguan terhadap pelanggan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa serangan terhadap data center Yandex telah menjadi perhatian pada tingkat pemerintah, mengingat pentingnya perusahaan tersebut bagi ekosistem digital Rusia.
Meski demikian, belum ada keputusan resmi mengenai kompensasi pengguna maupun mekanisme penanganan kerugian yang mungkin timbul.
Insiden Yandex Soroti Pentingnya Ketahanan Infrastruktur Cloud
Kerusakan tiga data center Yandex memperlihatkan bahwa layanan cloud tetap memiliki ketergantungan besar terhadap keamanan dan ketersediaan infrastruktur fisik.
Teknologi cloud memang memungkinkan organisasi menjalankan aplikasi dan menyimpan data tanpa harus mengoperasikan server sendiri.
Namun, sistem tersebut tetap bergantung pada fasilitas data center yang dapat mengalami gangguan akibat kerusakan hardware, bencana alam, kegagalan listrik, maupun serangan fisik.
Insiden ini juga memperlihatkan risiko ketika beberapa fasilitas dalam satu ekosistem penyedia layanan mengalami gangguan dalam waktu yang hampir bersamaan.
Bagi organisasi yang menggunakan cloud untuk operasional penting, penerapan backup lintas lokasi dan disaster recovery menjadi bagian utama dari strategi business continuity.
Penyimpanan salinan data di wilayah geografis berbeda dapat membantu mengurangi risiko kehilangan informasi akibat kerusakan pada satu fasilitas.
Selain itu, penerapan strategi multi-region atau multi-cloud dapat memberikan alternatif ketika penyedia layanan utama mengalami gangguan besar.
Namun, efektivitas strategi tersebut tetap bergantung pada desain aplikasi, konsistensi replikasi data, serta pengujian prosedur pemulihan secara berkala.
Kasus Yandex juga mengingatkan bahwa keberadaan backup saja belum cukup apabila pelanggan tidak dapat memastikan data dapat dipulihkan dalam kondisi darurat.
Pengujian restore dan dokumentasi konfigurasi menjadi bagian penting untuk memastikan layanan dapat dijalankan kembali pada infrastruktur alternatif.
Pemulihan Yandex Masih Berlangsung Tanpa Kepastian Waktu
Hingga 13 Oktober 2026, Yandex masih berupaya memulihkan layanan setelah serangan drone menyebabkan kerusakan pada fasilitas Sasovo, Kaluga, dan Vladimir.
Perusahaan telah memastikan bahwa dua data center berhenti beroperasi sepenuhnya, sementara satu fasilitas lainnya mengalami gangguan operasional.
Sejumlah layanan cloud masih tersedia secara terbatas, tetapi pengguna tetap menghadapi risiko penurunan performa dan ketidaktersediaan sistem.
Yandex menyatakan bahwa tim teknis terus melakukan pemeriksaan kondisi infrastruktur dan berupaya menjaga layanan penting tetap berjalan.
Namun, tingkat kerusakan yang terjadi membuat perusahaan belum dapat memperkirakan kapan seluruh sistem akan kembali normal.
Pelanggan yang bergantung pada layanan Yandex Cloud disarankan memantau pembaruan status resmi dan mengaktifkan rencana disaster recovery apabila memiliki infrastruktur alternatif.
Sementara itu, pertanyaan mengenai kemungkinan kehilangan data permanen dan total kerugian akibat insiden tersebut masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Serangan terhadap Yandex menjadi contoh bagaimana kerusakan fisik pada infrastruktur data center dapat menimbulkan dampak langsung terhadap layanan digital yang digunakan jutaan orang dan berbagai organisasi.
Sumber: Yandex, Reuters, The Register, Habr








