Security

Pendiri Empire Market Divonis 40 Tahun Penjara, Fasilitasi Transaksi Ilegal US$430 Juta di Dark Web

Pengadilan federal Amerika Serikat menjatuhkan hukuman 40 tahun penjara kepada Raheim Hamilton, salah satu pendiri dan operator Empire Market, marketplace ilegal di dark web yang memfasilitasi transaksi senilai lebih dari US$430 juta sepanjang 2018 hingga 2020.

Hamilton, 30 tahun, yang dikenal dengan nama samaran Sydney dan ZeroAngel, mengoperasikan Empire Market bersama Thomas Pavey, alias Dopenugget. Platform tersebut menjadi salah satu marketplace dark web terbesar sebelum berhenti beroperasi secara mendadak pada Agustus 2020.

Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), Empire Market memfasilitasi lebih dari empat juta transaksi antara penjual dan pembeli. Barang yang diperdagangkan mencakup narkotika, informasi pribadi yang dicuri, kredensial akun, uang palsu, serta perangkat untuk melakukan peretasan komputer.

Sebagian besar aktivitas perdagangan di platform tersebut berkaitan dengan narkotika, dengan total transaksi hampir US$375 juta selama masa operasionalnya.

Raheim Hamilton Dijatuhi Hukuman 40 Tahun Penjara

Raheim Hamilton merupakan salah satu pihak yang membangun dan mengoperasikan Empire Market, marketplace tersembunyi yang hanya dapat diakses melalui jaringan Tor.

Menurut dokumen pengadilan, Hamilton terlibat dalam pengoperasian platform tersebut sejak Agustus 2017 hingga penutupannya pada 2020.

Ia bekerja sama dengan Thomas Pavey untuk mengelola sistem perdagangan yang memungkinkan vendor menjual berbagai barang dan layanan ilegal kepada pembeli dari berbagai wilayah.

Hamilton sebelumnya mengaku bersalah pada Januari 2026 atas keterlibatannya dalam konspirasi perdagangan narkotika melalui platform tersebut.

Pengakuan bersalah itu menjadi bagian dari proses hukum yang berujung pada vonis 40 tahun penjara.

Sementara itu, Pavey juga telah mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi narkotika federal dan dijadwalkan menerima putusan hukuman pada Oktober 2026.

Empire Market Memproses Lebih dari Empat Juta Transaksi

Empire Market merupakan salah satu marketplace dark web yang memiliki aktivitas perdagangan sangat besar sebelum akhirnya ditutup.

Menurut DOJ, Hamilton dan Pavey memfasilitasi lebih dari empat juta transaksi antara vendor dan pembeli.

Nilai keseluruhan transaksi ilegal yang diproses melalui platform tersebut mencapai sekitar US$430 juta sepanjang 2018 hingga 2020.

Platform ini menyediakan sistem yang mempertemukan penjual dengan pembeli, mengelola transaksi cryptocurrency, serta menangani perselisihan antara pengguna.

Model operasional tersebut menyerupai marketplace e-commerce, tetapi digunakan untuk memperdagangkan barang dan layanan yang melanggar hukum.

Besarnya nilai transaksi menunjukkan bahwa Empire Market bukan sekadar forum perdagangan ilegal berskala kecil, melainkan platform dengan basis pengguna internasional.

Empire Market Memiliki 1,68 Juta Pengguna Terdaftar

Pada puncak aktivitasnya pada Agustus 2020, Empire Market tercatat memiliki sekitar 1,68 juta pengguna unik yang terdaftar.

Jumlah tersebut mencakup lebih dari 5.000 vendor dan hampir 360.000 pembeli.

Angka tersebut menggambarkan skala marketplace yang telah berkembang selama beberapa tahun.

Vendor menggunakan platform untuk menawarkan berbagai produk, sementara pembeli dapat menelusuri listing, melakukan pembayaran, dan memberikan penilaian terhadap penjual.

Keberadaan ribuan vendor juga memungkinkan Empire Market menyediakan katalog produk ilegal dalam jumlah besar.

Namun, jumlah pengguna terdaftar tidak selalu sama dengan jumlah pengguna yang aktif bertransaksi pada waktu tertentu.

Perdagangan Narkotika Mendominasi Aktivitas Empire Market

Meskipun Empire Market menyediakan berbagai kategori barang ilegal, perdagangan narkotika merupakan aktivitas yang paling dominan.

Menurut DOJ, total nilai penjualan narkotika melalui platform tersebut mencapai hampir US$375 juta.

Marketplace itu memiliki lebih dari 166.000 listing untuk controlled substances atau zat yang peredarannya diatur secara ketat oleh hukum.

Barang yang dijual mencakup fentanyl, cocaine, methamphetamine, dan heroin.

Berdasarkan informasi yang disampaikan DOJ, jumlah narkotika yang diperdagangkan melalui platform tersebut setidaknya meliputi:

  • 13.314,23 gram fentanyl
  • 446.683,15 gram cocaine
  • 71.992,33 gram methamphetamine
  • 103.396,21 gram heroin

Angka tersebut berasal dari informasi yang diungkapkan dalam proses hukum terhadap operator Empire Market.

Perdagangan zat-zat tersebut menjadi dasar penting dalam dakwaan konspirasi narkotika yang diajukan terhadap kedua terdakwa.

Kredensial Curian dan Alat Peretasan Juga Dijual

Selain narkotika, Empire Market juga digunakan untuk memperdagangkan berbagai produk yang berkaitan dengan cybercrime.

Kategori tersebut mencakup stolen account credentials, personally identifiable information (PII), counterfeit currency, dan computer hacking tools.

Stolen account credentials dapat berupa username dan password yang diperoleh melalui pencurian data atau aktivitas kriminal lainnya.

Sementara itu, PII mencakup informasi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang, seperti nama, alamat, atau data pribadi lainnya.

Informasi semacam ini berpotensi disalahgunakan untuk account takeover, identity theft, penipuan, dan serangan berbasis social engineering.

Keberadaan kategori tersebut menunjukkan bahwa Empire Market juga menjadi bagian dari ekosistem perdagangan data dan perangkat cybercrime.

Empire Market Dibangun sebagai Penerus AlphaBay

Empire Market dirancang dan dipasarkan sebagai platform yang menyerupai AlphaBay, marketplace dark web yang sebelumnya menjadi salah satu pusat perdagangan ilegal terbesar.

AlphaBay ditutup oleh aparat penegak hukum pada 2017 melalui operasi internasional.

Setelah penutupan tersebut, muncul berbagai marketplace baru yang berusaha menarik pengguna dan vendor dari platform sebelumnya.

Empire Market merupakan salah satu platform yang memanfaatkan kekosongan tersebut.

Menurut dokumen pengadilan, Empire Market dipromosikan sebagai clone AlphaBay, dengan model marketplace dan fitur yang dirancang untuk menarik komunitas pengguna dark web.

Strategi tersebut membantu platform berkembang hingga memiliki jutaan pengguna terdaftar.

Hamilton Sebelumnya Berjualan di AlphaBay

Sebelum mengoperasikan Empire Market, Hamilton diketahui telah aktif di AlphaBay.

Menurut DOJ, ia menggunakan username ZeroAngel untuk menjual barang melalui marketplace tersebut antara Juni 2016 hingga Juli 2017.

Periode tersebut berakhir bertepatan dengan penutupan AlphaBay oleh aparat penegak hukum.

Pengalaman Hamilton dalam marketplace dark web kemudian berlanjut melalui pengembangan Empire Market bersama Pavey.

Keterlibatannya dalam kedua platform tersebut menunjukkan hubungan antara ekosistem perdagangan ilegal sebelum dan setelah penutupan AlphaBay.

Empire Market Hanya Dapat Diakses melalui Tor

Empire Market beroperasi sebagai hidden service di dark web dan hanya dapat diakses melalui jaringan Tor.

Tor merupakan jaringan yang dirancang untuk meningkatkan privasi komunikasi dengan meneruskan koneksi melalui sejumlah relay.

Teknologi tersebut memiliki berbagai penggunaan yang sah, termasuk perlindungan privasi dan akses informasi di lingkungan yang membatasi internet.

Namun, operator Empire Market memanfaatkan karakteristik jaringan tersebut untuk menyembunyikan lokasi layanan dan mempersulit identifikasi pengguna.

Dalam pengakuan bersalahnya, Hamilton menyatakan bahwa platform tersebut memang dirancang untuk membantu pengguna menghindari deteksi aparat penegak hukum.

Sistem perdagangan juga menggunakan cryptocurrency sebagai metode pembayaran.

Seluruh Transaksi Menggunakan Cryptocurrency

Hamilton dan Pavey menetapkan bahwa transaksi di Empire Market hanya dapat dilakukan menggunakan cryptocurrency.

Menurut DOJ, kebijakan tersebut bertujuan membantu pengguna mempertahankan anonimitas ketika melakukan perdagangan.

Cryptocurrency memungkinkan perpindahan aset digital tanpa menggunakan mekanisme pembayaran kartu kredit atau transfer bank tradisional.

Namun, transaksi cryptocurrency tidak selalu anonim secara mutlak.

Banyak blockchain publik menyimpan catatan transaksi yang dapat dianalisis untuk mengidentifikasi pola perpindahan dana.

Untuk mengurangi kemungkinan pelacakan tersebut, operator Empire Market mendorong pengguna menggunakan layanan yang dirancang untuk menyamarkan aliran cryptocurrency.

Operator Mendorong Penggunaan Crypto Mixer

Menurut dokumen pengadilan, Hamilton dan Pavey mendorong pengguna menggunakan cryptocurrency tumbling dan mixing services.

Layanan tersebut dapat digunakan untuk mengaburkan hubungan antara alamat pengirim dan penerima aset digital.

Dalam konteks Empire Market, penggunaan layanan mixing dimaksudkan untuk mempersulit pelacakan transaksi ilegal.

Operator juga mendorong penggunaan encryption ketika pengguna berkomunikasi melalui platform.

Kombinasi Tor, cryptocurrency, layanan mixing, dan komunikasi terenkripsi menjadi bagian dari pendekatan yang digunakan untuk mengurangi kemungkinan identifikasi pengguna.

Namun, mekanisme tersebut tidak menjamin aktivitas ilegal tidak dapat ditelusuri oleh aparat penegak hukum.

Sistem Rating Menilai Kemampuan Vendor Menyembunyikan Narkotika

Salah satu detail yang diungkap DOJ adalah sistem penilaian vendor di Empire Market.

Platform tersebut memungkinkan pembeli memberikan rating berdasarkan kualitas layanan penjual.

Penilaian juga mencakup kemampuan vendor menyembunyikan narkotika dalam paket yang dikirimkan.

Fitur tersebut memperlihatkan bahwa operator marketplace tidak hanya menyediakan tempat untuk mempertemukan pembeli dan penjual.

Mereka juga mengembangkan mekanisme yang mendukung aktivitas perdagangan ilegal, termasuk aspek pengiriman barang.

Sistem rating dapat membantu pembeli menentukan vendor yang dianggap lebih dapat dipercaya berdasarkan pengalaman transaksi sebelumnya.

Operator Mempekerjakan Moderator untuk Menangani Sengketa

Empire Market memiliki struktur pengelolaan yang menyerupai platform perdagangan online.

Menurut dokumen pengadilan, Hamilton dan Pavey mempekerjakan moderator untuk menyelesaikan perselisihan antara vendor dan pelanggan.

Hamilton diketahui mengawasi sekitar lima moderator.

Ia juga secara pribadi menangani sejumlah sengketa yang muncul di marketplace.

Moderator berperan dalam mengelola masalah transaksi, termasuk perselisihan antara pembeli dan penjual.

Keberadaan tim moderator menunjukkan bahwa Empire Market memiliki sistem operasional yang terorganisasi, bukan sekadar halaman web yang menampilkan daftar produk ilegal.

Penegak Hukum Melakukan Pembelian Secara Menyamar

Aparat penegak hukum Amerika Serikat melakukan beberapa undercover purchase melalui Empire Market selama investigasi.

Menurut plea agreement, pembelian tersebut berlangsung antara April 2019 hingga Mei 2020.

Dalam operasi tersebut, petugas membeli setidaknya 143,5 gram methamphetamine dan 105,4 gram heroin.

Selain itu, aparat juga mencegat sebuah paket yang berisi 443,5 gram methamphetamine yang dipesan melalui Empire Market.

Pembelian secara menyamar tersebut menjadi bagian dari pengumpulan bukti terhadap aktivitas perdagangan narkotika di platform.

Metode investigasi semacam ini memungkinkan aparat mendokumentasikan proses transaksi dan menghubungkannya dengan aktivitas ilegal yang sedang diselidiki.

Empire Market Ditutup Mendadak pada Agustus 2020

Empire Market berhenti beroperasi secara mendadak pada Agustus 2020.

Sebelum penutupan, marketplace tersebut mengalami gelombang serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) yang berkepanjangan.

Serangan tersebut dilaporkan berkaitan dengan upaya pemerasan terhadap operator platform.

DDoS merupakan serangan yang bertujuan mengganggu ketersediaan layanan dengan membanjiri target menggunakan traffic dalam jumlah besar.

Ketika Empire Market tidak lagi dapat diakses, sejumlah pengguna mulai menduga bahwa operator telah melakukan exit scam.

Dugaan tersebut muncul karena pengguna tidak diberikan kesempatan untuk menarik dana yang tersimpan dalam escrow account.

Namun, dugaan exit scam pada saat penutupan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa operator sengaja membawa kabur seluruh dana pengguna.

Penutupan Mendadak Memicu Kekhawatiran Dana Escrow

Escrow merupakan mekanisme yang digunakan marketplace untuk menahan pembayaran sementara sampai kondisi transaksi tertentu terpenuhi.

Dalam marketplace ilegal seperti Empire Market, escrow digunakan untuk membantu membangun kepercayaan antara pembeli dan vendor yang tidak saling mengenal.

Ketika platform berhenti beroperasi tanpa pemberitahuan, dana yang masih berada dalam escrow account dapat menjadi tidak dapat diakses.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa pengguna kehilangan cryptocurrency yang sebelumnya mereka setorkan.

Penutupan mendadak Empire Market juga memperlihatkan risiko yang dihadapi pengguna marketplace ilegal karena tidak adanya perlindungan transaksi seperti pada layanan keuangan resmi.

Operator Empire Market Didakwa pada Juli 2024

Setelah bertahun-tahun melakukan investigasi, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan dakwaan terhadap Hamilton dan Pavey pada Juli 2024.

Keduanya dituduh terlibat dalam pengoperasian marketplace yang memfasilitasi perdagangan narkotika dan berbagai transaksi ilegal lainnya.

Pada saat dakwaan diumumkan, otoritas juga mengungkap bahwa mereka telah menyita cryptocurrency dengan nilai sekitar US$75 juta selama investigasi.

Penyitaan tersebut menjadi salah satu hasil penting dari upaya penegakan hukum terhadap Empire Market.

Nilai aset yang disita menunjukkan besarnya dana digital yang terkait dengan penyelidikan terhadap platform tersebut.

Hamilton Setuju Menyerahkan Bitcoin dan Ethereum

Selain menjalani hukuman penjara, Hamilton juga menyetujui penyitaan sejumlah aset sebagai bagian dari proses hukum.

Aset yang akan diserahkan mencakup:

  • Tiga properti di Virginia, Amerika Serikat.
  • Sekitar 1.230 Bitcoin (BTC).
  • Sekitar 24,4 Ether (ETH).

Nilai pasar cryptocurrency dapat berubah secara signifikan sehingga jumlah aset digital tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan nilai dolar tetap.

Penyitaan aset merupakan salah satu mekanisme yang digunakan aparat untuk mengambil kembali properti atau dana yang berkaitan dengan aktivitas kriminal sesuai ketentuan hukum.

Thomas Pavey Juga Menyetujui Penyitaan Aset

Thomas Pavey, rekan Hamilton dalam pengoperasian Empire Market, juga telah menyetujui forfeiture terhadap sejumlah aset.

Aset tersebut mencakup:

  • Dua properti di Florida.
  • Sekitar 1.584 Bitcoin (BTC).
  • Dua kotak berisi emas batangan dengan berat 25 ons sebagaimana dijelaskan dalam laporan.
  • Tiga kendaraan.

Pavey sebelumnya telah mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi narkotika federal.

Putusan hukuman terhadap Pavey dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Dengan demikian, proses hukum terhadap kedua operator utama Empire Market belum sepenuhnya selesai pada saat vonis Hamilton diumumkan.

Cryptocurrency Tidak Menjamin Pelaku Kejahatan Sulit Dilacak

Kasus Empire Market menunjukkan bahwa penggunaan cryptocurrency, Tor, dan layanan mixing tidak selalu dapat mencegah investigasi penegak hukum.

Meskipun teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan privasi atau mengaburkan hubungan antara transaksi, aparat tetap dapat mengumpulkan bukti melalui berbagai metode.

Dalam penyelidikan Empire Market, aparat melakukan undercover purchase, mengumpulkan dokumen transaksi, dan menyita aset cryptocurrency.

Keberhasilan investigasi tersebut memperlihatkan bahwa identifikasi pelaku tidak harus bergantung pada satu sumber bukti.

Informasi transaksi, aktivitas marketplace, pengiriman barang, dan bukti digital dapat digunakan bersama untuk membangun perkara pidana.

Penutupan Empire Market Menjadi Bagian dari Penindakan Dark Web Marketplace

Empire Market merupakan salah satu marketplace dark web besar yang muncul setelah penutupan AlphaBay.

Platform tersebut berkembang dengan menawarkan perdagangan berbasis cryptocurrency, akses melalui Tor, serta berbagai fitur yang dirancang untuk mempersulit pengawasan.

Namun, operasinya berakhir pada 2020 setelah mengalami gangguan berkepanjangan dan penutupan mendadak.

Dakwaan pada 2024, pengakuan bersalah pada 2026, serta vonis terhadap Hamilton menunjukkan bahwa proses penegakan hukum dapat berlangsung bertahun-tahun setelah sebuah platform berhenti beroperasi.

Kasus ini juga memperlihatkan perhatian aparat terhadap pihak yang membangun dan mengelola infrastruktur perdagangan ilegal, bukan hanya individu yang menjual barang melalui marketplace.

Pendiri Empire Market Dihukum atas Operasi Dark Web Bernilai Ratusan Juta Dolar

Vonis 40 tahun penjara terhadap Raheim Hamilton menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus Empire Market.

Platform yang dioperasikannya bersama Thomas Pavey memfasilitasi lebih dari empat juta transaksi ilegal dengan nilai sekitar US$430 juta.

Sebagian besar transaksi tersebut berkaitan dengan narkotika, sementara kategori lainnya mencakup kredensial curian, data pribadi, uang palsu, dan hacking tools.

Pada puncak operasinya, Empire Market memiliki sekitar 1,68 juta pengguna terdaftar dan ribuan vendor.

Meski platform tersebut telah berhenti beroperasi sejak 2020, penyelidikan berlanjut hingga menghasilkan dakwaan, pengakuan bersalah, penyitaan aset, dan hukuman penjara.

Kasus ini menegaskan bahwa pengelola marketplace ilegal di dark web tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana meskipun menggunakan jaringan anonim, cryptocurrency, dan berbagai mekanisme untuk menyembunyikan aktivitas transaksi.

Sumber: U.S. Department of Justice, U.S. Attorney’s Office for the Northern District of Illinois

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button