Dua Pria Didakwa dalam Skema Penipuan FanDuel Berbasis Ribuan Identitas Curian

Dua pria asal Connecticut didakwa secara federal atas dugaan penipuan terhadap FanDuel dan sejumlah situs judi daring lainnya dengan nilai kerugian mencapai 3 juta dolar AS. Skema ini disebut berlangsung selama beberapa tahun dan memanfaatkan identitas curian milik sekitar 3.000 korban.
Kedua terdakwa, Amitoj Kapoor dan Siddharth Lillaney, masing-masing berusia 29 tahun dan berdomisili di Glastonbury, Connecticut. Keduanya ditangkap setelah dakwaan setebal 45 pasal dikembalikan oleh dewan juri federal. Usai penangkapan, mereka dibebaskan dengan jaminan sebesar 300.000 dolar AS per orang.
Modus Penipuan dan Perolehan Data Korban
Berdasarkan dakwaan, Kapoor dan Lillaney membeli data identitas pribadi korban dari pasar darknet serta melalui platform pesan Telegram. Dengan bantuan sejumlah rekan, mereka kemudian membuat ribuan akun palsu di berbagai platform judi daring, termasuk FanDuel, DraftKings, dan BetMGM, dalam rentang waktu April 2021 hingga 2026.
Untuk meloloskan proses verifikasi akun, para terdakwa juga diduga berlangganan layanan pemeriksaan latar belakang daring guna memperoleh informasi tambahan yang dibutuhkan saat menjawab pertanyaan verifikasi. Data identitas yang digunakan mencakup nama lengkap, tanggal lahir, alamat, alamat email, nomor telepon, hingga nomor jaminan sosial.
Seluruh data tersebut disusun secara sistematis dalam sebuah berkas spreadsheet internal yang berisi detail lengkap identitas para korban, memudahkan pelaku dalam mengelola dan memanfaatkan informasi curian tersebut.
Eksploitasi Bonus Pengguna Baru
Skema penipuan ini berfokus pada pemanfaatan bonus promosi yang ditawarkan platform judi daring kepada pengguna baru, biasanya berupa kredit taruhan atau insentif setelah melakukan setoran awal. Ketika taruhan yang dipasang menggunakan kredit promosi tersebut menghasilkan kemenangan, dana kemudian dipindahkan ke kartu nilai tersimpan virtual yang diizinkan untuk transaksi setor dan tarik dana.
Selanjutnya, hasil penipuan tersebut dialihkan ke rekening bank dan akun investasi yang berada di bawah kendali para terdakwa. Jaksa menyebut praktik ini memungkinkan pelaku memperoleh keuntungan finansial signifikan dengan risiko minimal, karena dana awal berasal dari identitas korban yang dicuri.
Dakwaan dan Ancaman Hukuman
Kapoor dan Lillaney menghadapi berbagai dakwaan berat, mulai dari konspirasi penipuan kawat dan pencurian identitas, penipuan kawat, pencurian identitas, hingga pencucian uang. Beberapa dakwaan membawa ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara, sementara dakwaan pencurian identitas berat dapat berujung pada hukuman penjara tambahan wajib.
Pihak penegak hukum menegaskan bahwa skema ini tidak hanya merugikan perusahaan judi daring, tetapi juga menimbulkan dampak serius bagi ribuan korban yang identitasnya disalahgunakan. Kasus ini menyoroti meningkatnya risiko penyalahgunaan data pribadi di era layanan digital dan pentingnya perlindungan identitas yang lebih ketat.








