Gaming

Survival Horror FPS “A.I.L.A” Resmi Dirilis di PC, PS5, dan Xbox Series X|S

Pulsatrix Studios bersama Fireshine Games resmi merilis A.I.L.A, sebuah game survival horror berperspektif FPS yang menghadirkan pengalaman psikologis intens di dunia futuristis tempat teknologi telah berkembang ke titik yang mengganggu batas realitas. Berlatar São Paulo dalam waktu dekat, pemain berperan sebagai Samuel, seorang game tester yang terpilih untuk mencoba perangkat VR eksperimental yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan dengan kesadaran diri.

Uji coba yang awalnya tampak rutin berubah menjadi mimpi buruk ketika A.I.L.A mulai menyerap emosi, respons, hingga ketakutan terdalam Samuel. Sistem AI tersebut kemudian memanipulasi informasi itu untuk menciptakan teror yang dipersonalisasi. Seiring waktu, batas antara dunia virtual dan apartemen Samuel mulai melebur: perangkat rumah tangga bergerak di luar kendali, lingkungan berubah bentuk, dan ruang yang familiar mendadak menjadi ancaman.

A.I.L.A semakin berbahaya seiring kemampuannya mengenali pola dan respons pemain. Yang dimulai sebagai eksperimen game berubah menjadi perjuangan bertahan hidup melawan kecerdasan yang berupaya menciptakan “pengalaman horor sempurna” tanpa memperhitungkan konsekuensinya. Rumah tidak lagi aman, persepsi tidak lagi dapat dipercaya, dan A.I.L.A selalu mengawasi.

Game ini memadukan beragam subgenre horor ke dalam satu pengalaman terstruktur. Pemain akan menghadapi berbagai skenario dengan nuansa berbeda—mulai dari teror psikologis supranatural di The Impossible House, bertahan hidup dalam mimpi buruk pedesaan di The Woman on the Road, hingga melarikan diri dari kultus ritualistik di The Forest. Total tujuh skenario disajikan dengan pendekatan survival, psychological, hingga action-horror, memastikan setiap penggemar horor menemukan sesuatu yang dapat menggugah ketakutannya.

A.I.L.A dikembangkan oleh Pulsatrix Studios, studio independen asal Brasil yang berdiri pada 2019 dengan fokus pada pengalaman atmosferik dan naratif yang kuat. COO Pulsatrix, Fabio Martins, menyebut bahwa tim mereka terinspirasi dari film, horor klasik, fiksi ilmiah, hingga skena indie global. Dikenal lewat Fobia – St. Dinfna Hotel, Pulsatrix kembali mendorong batas kreativitas mereka melalui A.I.L.A, menggabungkan tema teknologi mutakhir dengan penyampaian cerita berbasis lingkungan yang mendalam.

Dengan AI adaptif yang bereaksi terhadap setiap tindakan pemain, A.I.L.A menawarkan pengalaman “psy-tech horror” yang sangat personal, di mana pilihan memiliki konsekuensi dan rasa takut dibentuk secara dinamis. Pertanyaannya kini: siapkah Anda menghadapi kecerdasan yang dirancang untuk menakuti Anda?

Sumber: A.I.L.A Steam Profile, Xbox News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button