Serangan Siber Ganggu Produksi Jaguar Land Rover Secara Serius
Perusahaan otomotif ternama Jaguar Land Rover (JLR) mengonfirmasi telah menjadi korban serangan siber yang menyebabkan gangguan serius pada produksi dan operasional ritel mereka secara global.
Dalam pernyataan singkat yang dirilis di situs resminya, JLR menyebut bahwa mereka telah menonaktifkan sejumlah sistem secara proaktif sebagai langkah mitigasi untuk membatasi dampak serangan tersebut.
“JLR terdampak oleh insiden siber. Kami segera mengambil tindakan dengan mematikan sistem kami,” tulis pihak JLR.
“Hingga saat ini, belum ada bukti bahwa data pelanggan telah dicuri, namun aktivitas produksi dan ritel kami terganggu secara serius.”
🔧 Produksi dan Dealer Lumpuh, Termasuk Pabrik Solihull
Gangguan pertama kali terdeteksi dari para dealer di Inggris yang tidak dapat mendaftarkan kendaraan baru atau mengakses suku cadang. Media setempat melaporkan bahwa pabrik Solihull—tempat produksi Range Rover, Range Rover Sport, dan Land Rover Discovery—turut terdampak dan terpaksa menghentikan operasionalnya.
JLR menambahkan bahwa saat ini tim internal sedang bekerja cepat untuk memulihkan sistem secara bertahap dan terkendali.
🕵️ Belum Ada Informasi Jenis Serangan atau Pelaku
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai:
- Jenis serangan (apakah ransomware atau bentuk lain)
- Pelaku atau kelompok di balik serangan
- Estimasi waktu pemulihan penuh
- Potensi dampak terhadap rantai pasokan global
Belum ada kelompok peretas yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
Perlu dicatat bahwa serangan siber di akhir pekan memang menjadi pola umum, karena banyak perusahaan beroperasi dengan personel terbatas, sehingga lebih lambat dalam mendeteksi dan menghentikan pelanggaran sistem.
🏭 Tentang JLR: Raksasa Otomotif Inggris
- Dimiliki oleh Tata Motors India sejak 2008
- Memiliki pendapatan tahunan lebih dari $38 miliar (~£29 miliar)
- Produksi lebih dari 400.000 kendaraan per tahun
- Mempekerjakan sekitar 39.000 orang secara global
🔐 Apakah Data Pelanggan Aman?
JLR menegaskan bahwa tidak ada bukti kebocoran data pelanggan, namun investigasi terus berjalan. Jika ditemukan adanya pencurian data, perusahaan diperkirakan akan menginformasikan kepada publik dan otoritas terkait sesuai regulasi perlindungan data.








