Cloud Imperium Games Ungkap Kebocoran Data Pengguna Star Citizen

Cloud Imperium Games (CIG), pengembang di balik gim Star Citizen dan Squadron 42, mengungkap bahwa sistem internalnya diretas pada Januari lalu, sehingga sebagian data pribadi pengguna terdampak.
Perusahaan yang berbasis di California dan didirikan pada 2012 oleh Chris Roberts tersebut mengoperasikan lima studio dengan lebih dari 700 karyawan. Meski Star Citizen berhasil menggalang lebih dari 2 juta dolar AS melalui Kickstarter saat diumumkan, gim tersebut masih berada dalam fase early access hingga kini.
Akses Tidak Sah ke Sistem Cadangan
Dalam pemberitahuan yang dipublikasikan di situs resminya, CIG menyatakan bahwa pada 21 Januari 2026 mereka menjadi target serangan sistematis dan canggih. Serangan tersebut menghasilkan akses tidak sah ke sebagian sistem cadangan, termasuk akses terbatas ke data pribadi pengguna.
Menurut perusahaan, data yang terdampak terbatas pada informasi akun dasar seperti metadata, detail kontak, nama pengguna, tanggal lahir, dan nama lengkap.
CIG menegaskan bahwa tidak ada informasi keuangan atau pembayaran yang tersimpan dalam sistem yang terpengaruh. Perusahaan juga menyatakan bahwa tidak ada kata sandi yang terdampak dan akses yang diperoleh bersifat read-only, sehingga tidak terjadi injeksi atau modifikasi data.
Tidak Ada Indikasi Kebocoran Publik
Hingga saat ini, CIG mengaku belum menemukan bukti bahwa data yang diakses telah dipublikasikan secara daring. Perusahaan menyatakan terus memantau sistem dan melakukan penilaian guna mendeteksi kemungkinan kebocoran lebih lanjut.
Meski CIG menilai insiden ini tidak menimbulkan risiko langsung terhadap keselamatan pengguna, data seperti alamat email, nama, dan tanggal lahir tetap berpotensi dimanfaatkan dalam serangan phishing yang ditargetkan.
Belum ada informasi apakah pengguna yang terdampak telah menerima pemberitahuan langsung, maupun apakah pelaku mengajukan tuntutan tebusan.
Insiden ini kembali menyoroti risiko keamanan siber terhadap industri gim, terutama bagi perusahaan dengan basis pengguna global dan infrastruktur daring berskala besar.








