BIOS Extreme 2500W Bikin RTX 5090 Lightning Z Retak Saat Overclocking Ekstrem

Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa penggunaan BIOS extreme berdaya hingga 2500W pada kartu grafis RTX 5090 Lightning Z dapat menyebabkan kerusakan fisik serius pada PCB, termasuk retakan pada papan sirkuit.
Temuan ini muncul dari komunitas overclocking ekstrem yang menguji batas maksimal GPU flagship tersebut dengan konfigurasi daya di luar spesifikasi standar pabrikan.
BIOS 2500W untuk Sesi Overclocking Ekstrem
RTX 5090 Lightning Z dikenal sebagai varian kelas atas yang dirancang untuk enthusiast dan overclocker profesional. Namun, dalam pengujian tertentu, GPU ini dijalankan menggunakan BIOS khusus yang membuka batas daya hingga 2500 watt—angka yang jauh melampaui konfigurasi normal.
BIOS extreme seperti ini umumnya digunakan dalam skenario overclocking berbasis pendinginan ekstrem seperti liquid nitrogen (LN2), di mana konsumsi daya dan voltase ditingkatkan drastis untuk mencapai frekuensi setinggi mungkin.
Dalam kasus yang dilaporkan, peningkatan daya tersebut diduga menyebabkan tekanan termal dan mekanis berlebihan pada PCB, hingga memicu retakan fisik pada area tertentu di sekitar modul daya.
Tekanan Daya dan Panas Ekstrem
Lonjakan daya ke level 2500W berpotensi menciptakan distribusi panas yang tidak merata serta ekspansi termal ekstrem pada material PCB. Dalam kondisi tersebut, perubahan suhu yang sangat cepat dapat memicu deformasi struktural.
Selain faktor panas, arus listrik tinggi juga memberi tekanan tambahan pada jalur daya dan komponen VRM. Kombinasi faktor ini diyakini menjadi penyebab utama munculnya retakan.
Meski RTX 5090 Lightning Z dirancang dengan komponen premium dan sistem daya yang diperkuat, batas fisik material tetap menjadi faktor pembatas ketika GPU dipaksa beroperasi di luar spesifikasi desainnya.
Risiko Overclocking di Luar Spesifikasi
Overclocking ekstrem memang menjadi bagian dari budaya kompetisi benchmark, namun penggunaan BIOS modifikasi dengan batas daya setinggi 2500W jelas membawa risiko tinggi.
Produsen biasanya merancang GPU dengan toleransi tertentu, bahkan pada varian flagship sekalipun. Mengaktifkan BIOS yang membuka batas daya secara agresif berpotensi membatalkan garansi serta menyebabkan kerusakan permanen.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa meskipun hardware kelas atas menawarkan ruang eksplorasi performa, ada batas struktural dan material yang tidak dapat diabaikan.
Implikasi bagi Enthusiast
Bagi overclocker profesional yang menggunakan pendinginan LN2 dan konfigurasi khusus, risiko seperti ini mungkin sudah diperhitungkan sebagai bagian dari eksperimen performa ekstrem.
Namun bagi pengguna umum, penggunaan BIOS tidak resmi atau modifikasi daya ekstrem sangat tidak disarankan. Selain risiko kerusakan fisik, potensi kegagalan sistem daya juga dapat berdampak pada komponen lain di dalam sistem.
RTX 5090 Lightning Z tetap menjadi salah satu GPU paling kuat di kelasnya, tetapi insiden ini menunjukkan bahwa bahkan kartu grafis premium pun memiliki batas teknis yang tidak bisa dilampaui tanpa konsekuensi.
Selengkapnya dapat dilihat pada video dibawah ini:








