
AMD terus meningkatkan pengalaman multimedia di platform Linux dengan menyiapkan fitur decode video berlatensi rendah untuk GPU Radeon. Peningkatan ini dihadirkan melalui driver RadeonSI Gallium3D sebagai bagian dari rilis Mesa 26.1, dan dirancang untuk memaksimalkan kinerja akselerasi decode serta encode video berbasis perangkat keras AMD.
Fitur baru ini memanfaatkan arsitektur Video Core Next (VCN) dan menghadirkan kernel decoding berperforma tinggi yang berfokus pada penurunan latensi pemrosesan video. Pendekatan tersebut ditujukan untuk skenario yang menuntut respons cepat, seperti pemutaran video real-time, streaming, atau beban kerja multimedia dengan kebutuhan latensi rendah. Namun, peningkatan performa ini datang dengan konsekuensi konsumsi daya GPU yang lebih tinggi dibandingkan mode standar.
Secara bawaan, driver RadeonSI tetap menggunakan mode decode dengan latensi lebih tinggi yang dioptimalkan untuk efisiensi daya. Mode ini dianggap lebih seimbang untuk penggunaan umum, terutama pada sistem mobile. AMD secara sadar tidak mengaktifkan mode latensi rendah sebagai default karena profil dayanya yang lebih agresif.
Bagi pengguna yang ingin memanfaatkan fitur decode latensi rendah tersebut, AMD menyediakan opsi aktivasi melalui variabel lingkungan khusus pada driver. Dengan mengaktifkan opsi ini, GPU akan memprioritaskan kecepatan decoding dibandingkan efisiensi energi. Pendekatan ini dinilai relevan bagi pengguna desktop, di mana konsumsi daya bukan menjadi kendala utama dan performa menjadi prioritas.
Sebaliknya, bagi pengguna laptop berbasis Radeon yang menjalankan Linux, keputusan untuk mengaktifkan fitur ini perlu dipertimbangkan dengan matang. Penurunan latensi decoding memang dapat meningkatkan pengalaman multimedia, tetapi di sisi lain berpotensi mengurangi daya tahan baterai. Oleh karena itu, keseimbangan antara performa dan efisiensi menjadi faktor penting dalam pemilihan mode decode yang digunakan.
Dengan hadirnya opsi decode video latensi rendah ini, AMD memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pengguna Linux untuk menyesuaikan perilaku GPU Radeon sesuai kebutuhan. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen AMD dalam mengoptimalkan ekosistem open-source dan meningkatkan kapabilitas multimedia pada platform Linux.








