Security

Karakter Apex Legends Dibajak Saat Pertandingan Live, Respawn Akui Insiden Keamanan

Pemain Apex Legends mengalami gangguan serius selama pertandingan live pada akhir pekan lalu setelah seorang bad actor dilaporkan mampu mengambil alih karakter pemain secara jarak jauh. Insiden ini memicu kekacauan di dalam game, mulai dari karakter yang digerakkan tanpa kendali hingga pemutusan koneksi dan perubahan nama panggilan secara paksa.

Penerbit sekaligus pengembang game, Respawn Entertainment, merilis pernyataan publik untuk mengonfirmasi adanya insiden keamanan aktif. Namun, Respawn menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak disebabkan oleh eksploitasi remote code execution (RCE) maupun infeksi malware di sisi klien pemain.

Apex Legends sendiri masih mempertahankan basis pemain yang besar. Hingga pertengahan 2025, game battle royale hero shooter ini diperkirakan memiliki sekitar setengah juta pemain aktif harian secara bersamaan di berbagai platform.

Karakter Dikendalikan dari Jarak Jauh

Laporan pemain mulai bermunculan sejak Jumat, dengan banyak yang mengaku karakter mereka tiba-tiba dikendalikan oleh pihak luar saat pertandingan berlangsung. Beberapa pemain menyebut karakter mereka digerakkan ke arah luar peta, sementara yang lain mendapati koneksi mereka terputus secara paksa.

Sejumlah rekaman permainan yang dibagikan secara langsung memperlihatkan perilaku aneh tersebut, memperkuat dugaan bahwa ada pihak eksternal yang memiliki akses tidak sah ke sistem permainan.

Pada Sabtu, Respawn secara resmi mengakui masalah ini dan menyebutnya sebagai insiden keamanan aktif, di mana seorang bad actor mampu mengontrol input pemain lain dari jarak jauh. Meski demikian, hasil investigasi awal perusahaan tidak menemukan indikasi bahwa pelaku dapat memasang atau menjalankan kode berbahaya, sebagaimana lazim terjadi pada serangan RCE atau injeksi kode.

Dugaan Akses Tingkat Admin dan Penyalahgunaan Debug System

Selama Respawn berupaya menangani masalah tersebut, laporan gangguan terus berdatangan. Beberapa pemain menyebut insiden ini semakin agresif, dengan klien game yang terputus dari server dan karakter yang dibajak sepenuhnya.

Berdasarkan pengamatan komunitas, muncul dugaan bahwa pelaku memperoleh hak akses administratif, termasuk akses ke sistem debugging server dengan privilese tinggi. Dugaan ini diperkuat dengan laporan penggunaan aimbot dan eksploitasi lain yang biasanya hanya dapat dilakukan dengan izin tingkat lanjut.

Sejumlah pemain juga melaporkan bahwa nama panggilan rekan satu tim yang terputus secara paksa berubah menjadi “RSPN Admin”, menambah spekulasi bahwa sistem internal server sempat disalahgunakan.

Insiden Diklaim Telah Diselesaikan

Sekitar enam jam setelah pengakuan awal, Respawn menyampaikan bahwa insiden tersebut telah berhasil ditangani. Meski demikian, perusahaan tidak mengungkap detail teknis tambahan mengenai akar masalah, selain memberi isyarat bahwa kejadian ini berkaitan dengan upaya kecurangan (cheats).

Respawn menekankan bahwa sistem anti-cheat merupakan permainan kucing-dan-tikus yang berkelanjutan, dan laporan dari komunitas sangat penting untuk membantu mengidentifikasi serta menghentikan ancaman semacam ini.

Insiden terbaru ini mengingatkan kembali pada kejadian tahun lalu, ketika pemain Apex Legends diretas saat turnamen tingkat Amerika Utara. Peristiwa tersebut memaksa Electronic Arts menunda pertandingan final dan sempat mengguncang kepercayaan komunitas terhadap keamanan kompetitif game ini.

Hingga kini, Respawn belum memberikan penjelasan lanjutan mengenai detail teknis insiden pembajakan karakter tersebut. Komunitas pun menanti transparansi lebih lanjut untuk memastikan keamanan bermain Apex Legends tetap terjaga di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button