Security

Raksasa Fashion MANGO Umumkan Kebocoran Data Pelanggan dari Vendor Pemasaran

Peritel mode asal Spanyol, MANGO, mengumumkan telah terjadi insiden kebocoran data pelanggan akibat peretasan terhadap vendor layanan pemasaran eksternal yang mereka gunakan. Dalam pemberitahuan resmi yang dikirim pada 14 Oktober 2025, perusahaan menyampaikan bahwa sebagian data pribadi pelanggan telah terekspos akibat akses tidak sah ke sistem vendor tersebut.


Kronologi dan Ruang Lingkup Insiden

MANGO menjelaskan bahwa infrastruktur dan sistem internal perusahaan tidak terpengaruh. Operasional toko fisik maupun e-commerce tetap berjalan normal.

“Kami informasikan bahwa seluruh sistem dan infrastruktur korporat MANGO tetap aman dan berfungsi normal,” tulis perusahaan dalam pemberitahuan resmi kepada pelanggan.

Pelanggaran ini berasal dari penyedia layanan pemasaran eksternal (nama tidak disebutkan) yang digunakan untuk kampanye promosi dan komunikasi digital. Saat pelanggaran terdeteksi, MANGO segera mengaktifkan seluruh protokol keamanan dan melapor ke otoritas terkait, termasuk Spanish Data Protection Agency (AEPD).


Data yang Terdampak

Data pelanggan yang terekspos meliputi:

  • Nama depan
  • Negara asal
  • Kode pos
  • Alamat email
  • Nomor telepon

MANGO menegaskan bahwa tidak ada data sensitif lain yang ikut bocor, seperti:

  • Nama belakang
  • Informasi perbankan atau kartu kredit
  • Nomor identitas (KTP/paspor)
  • Kredensial akun (username/password)

Meski demikian, kombinasi nama depan, email, dan nomor telepon masih berisiko disalahgunakan untuk kampanye phishing atau penipuan digital yang meniru komunikasi resmi MANGO.


Respons dan Dukungan untuk Pelanggan

Perusahaan telah membuka saluran bantuan khusus bagi pelanggan yang ingin memastikan keamanan datanya:

MANGO juga menyarankan pelanggan untuk:

  1. Waspada terhadap email mencurigakan yang mengatasnamakan MANGO, terutama yang meminta informasi pribadi atau tautan login.
  2. Tidak mengklik tautan promosi yang tidak jelas sumbernya.
  3. Mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada akun email atau platform belanja untuk meningkatkan perlindungan.

Tentang MANGO

Didirikan pada tahun 1984 di Barcelona, MANGO merupakan salah satu merek fashion global terkemuka dengan lebih dari 2.800 gerai di 120 negara dan pendapatan tahunan mencapai €3,3 miliar. Sekitar 30% penjualan MANGO berasal dari kanal online, menjadikannya salah satu pemain e-commerce terbesar di sektor ritel mode Eropa.

Hingga saat ini, belum ada kelompok ransomware atau pelaku yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut di portal gelap mereka. Investigasi lebih lanjut masih berlangsung.


Sumber: BleepingComputer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button