Jumat, 4 Desember 2015 – Shinkansen dari Kyoto ke Odawara, Dilanjutkan ke Hakone
– Kyoto – Odawara – Hakoneyumoto – Hakonetozan Line – Hakonetozan Cable Car – Hakone Ropeway – Gotemba Premium Outlet – (Menginap di Tabibito no Yado e-Rooms)
Kemarin kami tidur lebih awal karena hari ini kami mau menuju ke Hakone menggunakan Shinkansen dari Kyoto ke Odawara. Berhubung koper kami rusak 1 roda, maka kami harus memperhitungkan waktu lebih banyak untuk berpindah tempat. Hari ini kami bangun tepat pukul 06.00, dilanjutkan dengan mandi, beres-beres, dan sarapan. Kami berangkat dari hostel sekitar pukul 07.15.
Untuk bisa naik Shinkansen, kami harus menuju ke Kyoto Station dari Uzumasa Station dekat tempat kami menginap semalam. Setibanya di Kyoto Station, kami langsung mencari counter tiket untuk Shinkansen menuju ke Odawara Station.
Kyoto Station (Shinkansen Line) ke Odawara Station (Shinkansen Line)
Berbekal informasi yang sudah kami cari-cari tadi malam (baca: Hyperdia), kami bisa naik Shinkansen pada pukul 8.33 menuju ke Odawara Station dan tiba disana sekitar pukul 10.36. Dan memang tepat sekali, kami bisa naik Shinkansen tersebut dengan biaya 12.080 YEN. Dari awal memang kami sudah memperhitungkan untuk tidak membeli Japan Rail Pass, mengingat kita sudah membeli tiket pesawat dari Tokyo ke Hokkaido dan Hokkaido ke Osaka. Jadi untuk menghemat pengeluaran, kami hanya membeli satu kali tiket Shinkansen untuk merasakan gimana sich rasanya naik Shinkansen. Selebihnya kami menggunakan kereta biasa dengan tiket reguler (Suica Pass).
Kami menunggu di Kyoto Station sekitar 30 menit, dan akhirnya kereta Shinkansen menuju Odawara tiba, dan kami sangat excited untuk naik kereta itu.
Shinkansen kami pun mulai berjalan dan berlari semakin cepat.
Kesan pertama naik kereta Shinkansen adalah seperti naik pesawat, tetapi jarak antar tempat duduk lebih lega. Terdapat meja disetiap kursinya apabila kita ingin makan, atau bekerja dengan laptop.
Terdapat gantungan jaket di setiap jendela. Yang tidak kalah pentingnya adalah terdapat colokan listrik disetiap bawah jendela.
Perjalanan dari Kyoto Station menuju ke Odawara Station memakan waktu 2 jam 2 menit. Selama perjalanan tersebut, kami gunakan untuk bekerja/browsing, makan, dan berfoto-foto pemandangan diluar kereta.
Tidak terasa 2 jam berlalu dengan cepat, akhirnya kami tiba di Odawara Station.
Kami langsung bergegas mencari informasi untuk mendapatkan Hakone Freepass. Hakone Free Pass, merupakan tiket khusus untuk menjelajahi Hakone. Dengan tiket ini, wisatawan dapat melakukan round trip Tokyo-Hakone (kecuali jika membeli tiket di free area seperti Odawara Station, Hakone-Yumoto Station, maupun Mishima Station), naik bermacam transportasi lokal yang berafiliasi dengan group Odakyu, dan diskon masuk ke beberapa obyek wisata. Cara mendapatkan tiket ini cukup mudah karena tersedia di berbagai stasiun besar yang dilalui oleh Odakyu Railway Line, dan di agen wisata di seluruh Jepang.
Hakone Freepass bukan tiket gratis, tetapi bisa didapatkan dengan harga 4000 YEN dengan masa berlaku 2 hari.
Dan yang sangat disayangkan adalah ada 2 jalur dari 1 stasiun Hakone Ropeway yang tidak beroperasi karena angin sedang cukup kencang. Lalu Hakone Sightseeing Cruise juga tidak beroperasi dengan alasan teknis.
Setelah urusan membeli Hakone Freepass beres, kami langsung masuk untuk naik Hakone Tozan Railway menuju ke Hakone-Yumoto Station.
Odawara Station (Hakonetozan Line) ke Hakoneyumoto Station (Hakonetozan Line)
Perjalanan dari Odawara Station (Hakonetozan Line) ke Hakoneyumoto Station (Hakonetozan Line) memakan waktu sekitar 15-20 menit (4 stop) dengan pemandangan perbukitan.
Setibanya kami di Hakoneyumoto Station, kami harus berpindah kereta langsung, persis berada di depannya.
Hakoneyumoto Station (Hakonetozan Line) ke Gora Station (Hakonetozan Line)
Kereta menuju ke Gora Station lebih pendek dan unik. Jalur yang dilalui juga adalah jalur wisata untuk melihat pemandangan gunung dan bukit. Kereta ini mempunyai kemampuan untuk menanjak.
Hakonetozan Line ini berakhir pada Gora Station. Disana kami berpindah kereta kembali ke Hakone Tozan Cable Car. Hakone Tozan Cable Car menghubungkan antara Gora Station dengan Sounzan Station yang berjarak 1.2 KM dan mempunyai 6 stasiun pemberhentian. Hakone Tozan Cable Car beroperasi secara miring menanjak, jadi keretanya seperti tangga, dan stasiunya dalam posisi miring.
Berhubung kami harus menitipkan koper di Tabibito no Yado e-Rooms, makan kami turun pada pemberhentian pertama, agar lebih dekat ke lokasi Tabibito no Yado e-Rooms.
Gora Station (Hakonetozan Cable Car) ke Tabibito no Yado e-Rooms
Berjalan kaki dari Koen-Shimo Station menuju ke Tabibito no Yado e-Rooms cukup menguras tenaga, karena rata-rata jalannya menanjak, dan saya perlu extra tenaga untuk mendorong/menarik koper yang rodanya rusak 1.
Karena kami belum bisa check-in dan hanya menitipkan koper, kami kembali ke Koen-Shimo Station untuk melanjutkan perjalanan ke Sounzan Station yang berada pada puncaknya.
Gora Station (Hakonetozan Cable Car) ke Sounzan Station (Hakonetozan Cable Car)
Gallery:
Setibanya di Sounzan Station, kami langsung diarahkan naik Bus untuk menuju, Hakone Ropeway – Ubako Station.
Perjalan menggunakan bus memakan waktu sekitar 15-20 menit, setelah tiba di Ubako Station, disana kami langsung berfoto-foto sebentar di depan stasiun tersebut, tetapi ada kenangan menarik di tempat ini, kami bertemu dengan bule dari Australia yang juga senang membawa boneka monyet kalau lagi jalan-jalan. Kami selalu membawa Onyet saat jalan-jalan, disana kami diajak berfoto bersama.
Setelah berfoto-foto, kami langsung masuk kedalam Hakone Ropeway – Ubako Station. Dari Ubako Station ini, sangat jelas terlihat Mt. Fuji yang terkenal di Jepang. Dapat kami lihat secara jelas dan lurus dari salah satu sudut jendela Ubako Station ini.
Disana kami mengantri sebentar, dan akhirnya dapat naik Hakone Ropeway tersebut.
Pemandangan yang dapat kami lihat dari dalam Hakone Ropeway ini adalah Mt. Fuji dan Lake Ashi.
Setelah kami tiba di Hakone Ropeway – Togendai Station, kami langsung keluar agar dapat melihat lebih dekat dengan Lake Ashi. Tetapi sayang sekali, kami belum berkesempatan menikmati Hakone Sightseeing Cruise.
Perjalanan selanjutnya kami mampir ke toko yang berjualan di Togendai Station, untuk membeli minuman. Ada kejadian yang tidak terlupakan oleh saya, Hakone Freepass saya HILANG!!, kami sempat mencari hampir 30-45 menit, bolak-balik dilokasi kami berjalan sebelumnya di Togendai Station. Pada akhirnya saya menemukan tiket tersebut masih ada di lantai toko dimana saya membeli minuman. Fiuh.. untung tiket tersebut tidak hilang, kalau hilang, saya harus membeli lagi dengan biaya 4000 YEN. Setelah tegang karena tiket tersebut hilang, kami merasa belum puas dengan Hakone Ropeway, maka kami kembali ke Ubako Station dan kembali lagi ke Togendai Station lagi.
Perjalanan selanjutnya adalah menunggu Odakyu Hakone Highway Bus di Togendai Station untuk menuju ke Gotemba Station.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30-45 menit untuk tiba di Gotemba Station.
Dari sana kami berganti bus untuk menuju ke Gotemba Premium Outlet. Bus yang kami naiki memang disediakan secara gratis oleh pihak Gotemba Premium Outlet.
Gotemba Premium Outlet adalah mall dengan 200 lebih toko-toko dan restoran-restoran di tempat dengan luas 400.000 meter persegi ini. Tempat ini merupakan salah satu dari mall terbesar di Jepang dan Anda dapat menemukan banyak merek-merek mancanegara di sini. Tempat ini juga dikatakan sebagai tempat dengan jumlah merek-merek mewah terbesar di Jepang.
Tempat ini memiliki kesan penuh gaya? mencerminkan keadaan kota Amerika Utara di bawah konsep “sebuah kota di tengah hutan”. Selain toko dan restoran? di sini juga terdapat atraksi-atraksi untuk anak-anak seperti bianglala dan “Taman Anak-anak”. Setibanya ditempat ini, kami langsung menuju ke bagian informasi untuk mendapatkan Coupon Book. Buku ini berfungsi sebagai diskon tambahan selama berbelanja disana.
Di Gotemba Premium Outlet ini saya mendapatkan baju-baju cowok dengan harga yang sangat murah. Selain itu, saya mencoba es krim Haagen-Dazs rasa Pumkin.
Setelah berkeliling 2 jam disana, kami beristirahat dan makan malam di Food Court.
Menurut informasi yang kami punyai, Free Shuttle terakhir adalah 18.30, maka kami langsung cepat-cepat menuju ke Bus Free Shuttle untuk kembali ke Gotemba Station. Di Gotemba Station kami berjalan-jalan ke toko sepatu dan baju sebentar, sebelum kami kembali ke Hakone-Yumoto Station. Rencana awalnya adalah kami ingin berjalan-jalan di Odawara Station, berhubung takut tidak ada kereta malam dari Hakone-Yumoto ke Gora Station, maka kami memutuskan untuk tidak ke Odawara, karena rupanya dari Gotemba Station ke Hakone-Yumoto Station cukup memakan waktu karena banyak perhentiannya (naik Hakone Tozan Bus).
Di Hakone-Yumoto Station kami menunggu kereta sekitar 30 menit, dan kami menuju ke Gora Station (Hakonetozan Line), seperti jalur tadi siang. Karena sudah malam, Hakone Tozan Cable Car sudah tidak beroperasi. Kami berjalan kaki dari Gora Station menuju ke Tabibito no Yado e-Rooms.
Setibanya kami di Tabibito no Yado e-Rooms, kami langsung mengambil koper dan barang-barang yang dititipkan tadi siang, dan mengangkat barang-barang tersebut ke lantai 3 melalui tangga. Sekedar informasi, di hotel ini tidak ada fasilitas lift. Kami masuk kamar dan cukup wah dengan fasilitas yang tersedia. Malam ini kami berdiskusi sebentar mengenai jalur untuk kembali ke Tokyo besok, dan berkemas-kemas terlebih dahulu, agar besok pagi tidak memakan waktu lama. Sekian liputan perjalanan hari ini dari Kyoto, Odawara, dan tiba di Hakone.
Ahman, yang dikenal dengan nama Ahmandonk, adalah seorang penggemar teknologi, pecinta perjalanan, dan kuliner dari Indonesia. Sejak muda, Ahman sudah tertarik dengan dunia komputer dan teknologi, yang ia bagikan melalui blog Ahmandonk.com dan saluran YouTube AhmandonkVLOG. Di blognya, Ahman sering membahas review teknologi, unboxing gadget, dan pengalaman dengan perangkat komputer, sementara di YouTube, ia berbagi vlog tentang petualangan kuliner, penerbangan, dan perjalanan. Melalui konten yang autentik dan menghibur, Ahman berusaha menginspirasi dan memberi informasi kepada audiensnya, sekaligus menunjukkan kecintaannya pada teknologi, eksplorasi, dan berbagi pengalaman.