Security

Kontraktor dengan Rekam Jejak Peretasan Didakwa Hapus 96 Basis Data Pemerintah

Jaksa federal Amerika Serikat mendakwa dua saudara kembar asal Virginia yang ditangkap pada Rabu lalu atas dugaan konspirasi mencuri informasi sensitif dan menghancurkan basis data pemerintah setelah dipecat dari pekerjaan mereka sebagai kontraktor federal.

Latar Belakang Kasus

Muneeb dan Sohaib Akhter, keduanya berusia 34 tahun, sebelumnya pernah dijatuhi hukuman penjara pada Juni 2015 setelah mengaku bersalah karena mengakses sistem Departemen Luar Negeri AS tanpa izin. Mereka mencuri data pribadi puluhan rekan kerja serta seorang agen penegak hukum federal yang sedang menyelidiki kasus mereka.

Selain itu, Muneeb Akhter juga pernah meretas perusahaan agregasi data pada November 2013 dan situs web sebuah perusahaan kosmetik pada Maret 2014. Setelah menjalani hukuman, keduanya kembali direkrut sebagai kontraktor pemerintah. Namun, bulan lalu mereka kembali didakwa atas tuduhan penipuan komputer, penghancuran catatan, pencurian informasi pemerintah, serta pencurian identitas yang diperberat.

Aksi Peretasan Terbaru

Menurut dokumen pengadilan, Muneeb Akhter pada Februari 2025 menghapus sekitar 96 basis data berisi informasi pemerintah AS, termasuk catatan Freedom of Information Act dan dokumen investigasi sensitif dari berbagai lembaga federal.

Satu menit setelah menghapus basis data milik Departemen Keamanan Dalam Negeri, ia diduga meminta bantuan alat kecerdasan buatan untuk mencari instruksi cara menghapus log sistem. Kedua terdakwa juga menjalankan perintah untuk mencegah modifikasi basis data sebelum dihapus, serta menghancurkan bukti aktivitas mereka.

Jaksa menambahkan bahwa keduanya sempat menghapus data dari laptop perusahaan sebelum mengembalikannya, bahkan membicarakan rencana membersihkan rumah mereka untuk mengantisipasi penggeledahan aparat.

Pencurian Data Tambahan

Keluhan pengadilan juga menyebutkan bahwa Muneeb Akhter mencuri informasi IRS dari mesin virtual, termasuk data pajak federal dan identitas setidaknya 450 individu. Ia juga mencuri data dari Equal Employment Opportunity Commission setelah dipecat oleh kontraktor pemerintah.

Dakwaan dan Ancaman Hukuman

Muneeb Akhter menghadapi dakwaan konspirasi melakukan penipuan komputer dan penghancuran catatan, dua tuduhan penipuan komputer, pencurian catatan pemerintah, serta dua tuduhan pencurian identitas yang diperberat. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman minimal dua tahun penjara untuk setiap tuduhan pencurian identitas, dengan total maksimum hingga 45 tahun.

Sementara itu, Sohaib Akhter didakwa atas konspirasi melakukan penipuan komputer dan perdagangan kata sandi, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Pernyataan DOJ

“Para terdakwa menyalahgunakan posisi mereka sebagai kontraktor federal untuk menyerang basis data pemerintah dan mencuri informasi sensitif. Tindakan mereka membahayakan keamanan sistem pemerintah dan mengganggu kemampuan lembaga dalam melayani masyarakat Amerika,” ujar Matthew R. Galeotti, Asisten Jaksa Agung Sementara Divisi Kriminal DOJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button