Ubisoft Umumkan PHK di Dua Studio Besar: RedLynx dan Massive Jadi Korban Efisiensi Biaya

Industri gim global tampaknya masih belum keluar dari gelombang PHK dan restrukturisasi besar-besaran. Kali ini, giliran Ubisoft yang mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di dua studionya sekaligus, yakni Massive Entertainment dan RedLynx, sebagai bagian dari upaya pemangkasan biaya operasional.
Dua Studio, Dua Alasan Berbeda
Dalam pernyataannya, Ubisoft menjelaskan bahwa Massive Entertainment โ studio di balik The Division dan pengembang utama Snowdrop Engine โ akan terkena dampak langsung dengan pengurangan karyawan yang bersifat final.
Meski jumlah pasti karyawan yang dipecat belum diungkapkan, Ubisoft menegaskan langkah ini dilakukan untuk memusatkan fokus pada pengembangan waralaba The Division, Snowdrop Engine, dan platform Ubisoft Connect.
Sementara itu, RedLynx, studio asal Finlandia yang dikenal lewat seri Trials, akan menjalani restrukturisasi penuh, dengan rencana pemangkasan hingga 60 posisi.
Studio tersebut akan beralih sepenuhnya dari pengembang multiplatform menjadi pengembang khusus โsmall screensโ โ istilah yang mengacu pada smartphone dan tablet.
โPerubahan ini bertujuan memperkuat fokus, mengurangi biaya, dan mengarahkan kembali RedLynx agar sepenuhnya berorientasi pada pengembangan gim untuk perangkat mobile,โ ungkap Ubisoft dalam keterangan resminya.

Program Transisi Karier dan Reaksi Publik
Ubisoft menyebut bahwa karyawan Massive Entertainment yang terdampak akan mendapat kesempatan mengikuti โvoluntary career transition program.โ
Program ini diklaim memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengambil langkah karier berikutnya dengan kendali penuh atas keputusan mereka sendiri, termasuk paket pesangon yang tidak dijelaskan secara rinci.
Namun, reaksi publik di media sosial, khususnya X (Twitter), cenderung negatif. Banyak pengguna menilai Ubisoft terlalu menghindari istilah โlayoffโ (PHK) dan justru menggunakan bahasa korporat yang dianggap tidak transparan terhadap kondisi karyawan.
Konsolidasi IP dan Investasi Tencent
PHK ini terjadi tak lama setelah Ubisoft mengumumkan konsolidasi beberapa properti intelektual (IP) besar di bawah anak perusahaan baru bernama Vantage Studios.
Langkah tersebut juga diiringi investasi besar dari Tencent, yang kini memiliki 25% saham dalam sejumlah IP AAA Ubisoft โ termasuk beberapa waralaba ternama yang belum disebutkan secara spesifik.
Banyak analis industri menilai langkah efisiensi ini merupakan upaya Ubisoft untuk menyeimbangkan beban operasional dan tekanan keuangan, terutama setelah beberapa proyek besar mengalami penundaan atau penurunan performa penjualan.
Gelombang PHK Masih Berlanjut di Industri Gim
PHK di Ubisoft menambah daftar panjang gelombang pemutusan kerja di sektor gim tahun 2025, yang sebelumnya juga menimpa Epic Games, Bungie, dan CD Projekt RED.
Tren ini menegaskan pergeseran industri menuju efisiensi dan fokus IP, dengan banyak perusahaan besar berusaha memperkecil skala operasi sambil mengejar profitabilitas jangka panjang.
Sumber: RedLynx, Massive on X








