Bridgestone Konfirmasi Serangan Siber Ganggu Operasi Manufaktur di Amerika Utara
Bridgestone, produsen ban terbesar di dunia, mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki serangan siber yang memengaruhi sebagian fasilitas produksinya di Amerika Utara.
Insiden Terdeteksi di Fasilitas Amerika & Kanada
Laporan awal pada 2 September 2025 menyebutkan adanya gangguan di dua pabrik Bridgestone Americas (BSA) di Aiken County, South Carolina. Sehari setelahnya, media Kanada melaporkan hal serupa terjadi di fasilitas produksi Joliette, Quebec.
BSA sendiri adalah divisi Amerika Utara dari Bridgestone Corporation yang mengoperasikan 50 fasilitas produksi dan mempekerjakan 55.000 orang—sekitar 43% dari total kapasitas global perusahaan. Pada 2024, BSA mencatat penjualan $12 miliar dengan laba operasional $1,2 miliar.
Pernyataan Resmi Bridgestone
Dalam tanggapan resminya, Bridgestone menyebut bahwa tim internal berhasil merespons cepat sehingga insiden dapat dibatasi sejak tahap awal.
“Bridgestone Americas terus menyelidiki insiden siber terbatas yang memengaruhi beberapa fasilitas manufaktur kami. Tim kami merespons cepat sesuai protokol, dan berdasarkan analisis awal, kami yakin tidak ada data pelanggan maupun antarmuka yang terdampak,” ujar juru bicara perusahaan.
Perusahaan menambahkan bahwa timnya kini bekerja tanpa henti untuk meminimalkan dampak terhadap rantai pasok dan mencegah potensi kelangkaan produk di pasar.
Dugaan Ransomware Belum Dikonfirmasi
Hingga saat ini, Bridgestone belum mengklarifikasi apakah serangan ini terkait ransomware. Tidak ada kelompok peretas yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Sebagai catatan, pada 2022, Bridgestone sempat menjadi korban LockBit ransomware, yang kala itu berhasil mencuri dan membocorkan data sensitif perusahaan.
Sumber: Bridgestone








