Administrator Utama Dream Market Didakwa Atas Pencucian Uang di AS Pasca Penangkapan di Jerman

Owe Martin Andresen (49), terduga administrator utama salah satu pasar gelap (dark web) terbesar dalam sejarah, Dream Market, telah resmi didakwa oleh dewan juri federal di Amerika Serikat atas berbagai tuduhan pencucian uang.

Penangkapan Andresen sendiri sebelumnya telah dilakukan oleh otoritas Jerman atas tuduhan pencucian uang terpisah. Jika terbukti bersalah di AS, ia terancam hukuman penjara maksimum hingga 20 tahun untuk setiap dakwaan pencucian uang internasional dan penyembunyian aset.


Siapa Owe Martin Andresen (“Speedstepper”)?

Andresen diduga kuat merupakan sosok di balik nama samaran “Speedstepper”, administrator tertinggi dan pendiri Dream Market yang identitasnya berhasil disembunyikan selama bertahun-tahun, bahkan setelah pasar tersebut ditutup pada tahun 2019.

Jejak Hitam Dream Market (2013 – 2019): Setelah jatuhnya pasar raksasa lain seperti Hansa dan AlphaBay, Dream Market meroket menjadi platform ilegal terbesar. Pada masa kejayaannya, platform ini memiliki sekitar 100.000 daftar barang dagangan aktif dan memfasilitasi transaksi narkotika dalam jumlah masif, termasuk:


Terlacak Lewat Transaksi Kripto dan Emas Batangan

Penangkapan Andresen membuktikan bahwa anonimitas kripto di masa lalu pun kini dapat dibongkar berkat kemajuan analisis blockchain oleh penegak hukum.

Kronologi Pencucian Uang “Speedstepper”:

  1. Akhir 2022: Meskipun Dream Market telah tutup sejak 2019, Andresen dilaporkan mulai memindahkan jutaan dolar dana komisi pasar dari dompet kripto yang tidak aktif ke dompet baru. (Fakta ini menguatkan posisinya sebagai penguasa utama, karena hanya pemegang private key asli yang bisa mengakses dompet tersebut).
  2. Agustus 2023: Ia menggunakan penyedia layanan kripto di Atlanta, Georgia, AS, untuk membeli emas batangan dari perusahaan internasional, lalu mengirimkan emas tersebut ke alamat rumahnya di Jerman.
  3. Hingga April 2025: Secara total, Andresen diduga kuat telah mencuci uang lebih dari $2 juta.

Pada tanggal 7 Mei 2026, otoritas Jerman menggerebek kediamannya dan menyita emas batangan senilai $1,7 juta, uang tunai $23.000, serta bukti kepemilikan rekening bank dan dompet kripto yang menyimpan sekitar $1,2 juta sisa keuntungan Dream Market.


Efek Domino Penegakan Hukum Dark Web

Dakwaan terhadap “Speedstepper” ini melengkapi daftar panjang penangkapan bos besar pasar gelap di tahun 2026. Sebelumnya, hukum telah menjerat:

Exit mobile version