Google Ungkap Eksploitasi Zero-Day Pertama di Dunia yang Dihasilkan oleh AI

Laporan terbaru dari Google Threat Intelligence Group (GTIG) menandai tonggak sejarah baru yang cukup meresahkan dalam dunia keamanan siber. Untuk pertama kalinya, peneliti mengidentifikasi eksploitasi zero-day yang diyakini kuat dikembangkan menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Target dari serangan ini adalah sebuah alat administrasi web berbasis open-source populer (yang namanya masih dirahasiakan oleh Google demi keamanan). Eksploitasi tersebut dirancang khusus untuk memotong perlindungan Autentikasi Dua Faktor (2FA).


Mengapa Google Yakin Ini Buatan AI?

Berdasarkan analisis pada struktur kode Python yang digunakan, GTIG menyatakan tingkat kepercayaan tinggi bahwa pelaku menggunakan model bahasa besar (LLM) untuk menemukan dan menyulap kerentanan tersebut menjadi senjata. Beberapa “sidik jari” AI yang ditemukan antara lain:

Catatan: Google menegaskan bahwa meskipun AI digunakan untuk pengembangan eksploitasi ini, model Gemini tidak terlibat dalam proses pembuatannya.


Tren Global: Industrialisasi AI oleh Negara-Negara Penyerang

Laporan ini juga memetakan bagaimana kelompok peretas yang disponsori negara telah mengadopsi AI secara agresif:


PromptSpy: Manipulasi API Gemini pada Android

Google menyoroti sebuah backdoor Android bernama PromptSpy. Malware ini menggunakan modul “GeminiAutomationAgent” yang cukup cerdik:

  1. Bypass Safety Filter: Peretas menggunakan prompt yang telah diatur sedemikian rupa untuk memberikan persona “jinak” pada AI agar filter keamanan LLM bisa dilewati.
  2. Interaksi Otonom: Malware menggunakan API Gemini untuk menghitung geometri antarmuka pengguna (UI) secara mandiri, memungkinkan malware berinteraksi dengan perangkat korban seolah-olah dilakukan oleh manusia.
  3. Replay Authentication: AI membantu malware merekam dan memutar ulang pola kunci atau PIN perangkat korban.

Kesimpulan: Masa Depan Ancaman Siber

Ancaman ini menunjukkan bahwa peretas tidak lagi sekadar bereksperimen, melainkan mulai melakukan industrialisasi akses ke model AI premium melalui pembuatan akun otomatis dan infrastruktur proxy.

Google telah memberi tahu pengembang perangkat lunak terkait mengenai kerentanan ini dan mengambil tindakan untuk menghentikan serangan sebelum fase eksploitasi massal terjadi.


Sumber: Google GTIG Report

Exit mobile version