Apple dan Intel Foundry Services (IFS) dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal yang menjadikan Apple sebagai pelanggan foundry (pabrikan chip) raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut. Berdasarkan laporan terbaru dari Wall Street Journal, kesepakatan ini memungkinkan Apple untuk memproduksi lini prosesor kustom mereka, “Apple Silicon”, menggunakan node fabrikasi terbaru milik Intel.
Langkah strategis ini berpotensi menjadi titik balik bersejarah, di mana Apple mulai mengakhiri ketergantungan nyaris totalnya pada raksasa semikonduktor asal Taiwan, TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company), untuk produksi inti chip mereka.
Beralih ke Fabrikasi Intel 18A
Dalam kesepakatan ini, Apple dikabarkan tertarik untuk memanfaatkan node foundry Intel 18A. Teknologi manufaktur canggih ini diklaim mampu menawarkan kepadatan transistor (transistor density) dan karakteristik performa elektrik yang sebanding dengan node kelas 2 nanometer (2nm) milik TSMC.
Dengan menggunakan teknologi ini, Apple dapat terus mendorong batas performa dan efisiensi daya pada generasi Mac, iPad, dan iPhone mendatang tanpa harus terikat pada satu pemasok tunggal.
Fokus pada Manufaktur Domestik di Amerika Serikat
Langkah ini juga akan secara signifikan mengubah peta rantai pasokan perangkat keras Apple menjadi lebih terpusat di Amerika Serikat.
- Pusat Produksi: Saat ini, Intel memproduksi chip berbasis node Intel 18A di fasilitas mutakhir mereka yang berlokasi di Oregon.
- Ekspansi Masa Depan: Intel juga tengah membangun fasilitas pabrik mega-kompleks baru di Ohio yang dirancang khusus untuk mengakomodasi node-node generasi masa depan.
- Fasilitas Pengemasan: Selain fabrikasi silikon inti, Intel juga memiliki fasilitas pengemasan chip (chip packaging) tingkat lanjut di negara bagian seperti Arizona dan Nevada.
Mendukung Agenda Keamanan Rantai Pasokan AS
Lebih dari sekadar langkah bisnis, keputusan Apple ini diyakini akan sangat meningkatkan kontribusi perusahaan tersebut terhadap upaya Pemerintah Amerika Serikat dalam mengamankan rantai pasokan nasional.
Melalui inisiatif seperti CHIPS Act, pemerintah AS saat ini tengah gencar mendorong praktik onshoring—yakni membawa pulang produksi manufaktur semikonduktor dan berbagai komoditas strategis lainnya kembali ke wilayah domestik AS guna mengurangi risiko geopolitik yang melibatkan Asia Timur.
Sumber: Wall Street Journal
