AMD Ekspansi Lini EPYC: Siapkan CPU Khusus untuk AI, HPC, dan Cloud

Penawaran prosesor (CPU) server dari AMD akan segera merambah ke lebih banyak kategori, dengan menghadirkan spesialisasi untuk berbagai tugas dan kasus penggunaan yang berbeda.

Dalam panggilan pendapatan kuartal pertama (Q1) terbaru, CEO AMD Dr. Lisa Su mengonfirmasi bahwa pelanggan kini semakin menuntut solusi EPYC yang dispesialisasikan. Merespons hal tersebut, generasi CPU masa depan dari kubu “Tim Merah” ini akan dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terfragmentasi.

Ini berarti AMD akan menyiapkan lini produk (SKU) CPU EPYC yang sepenuhnya berdedikasi untuk kebutuhan agentic AI, SKU EPYC terpisah untuk beban kerja HPC (High-Performance Computing), SKU EPYC khusus untuk pelatihan dan inferensi AI, serta SKU yang juga berbeda untuk beban kerja komputasi awan (cloud).

Platform ‘Venice’ dan ‘Verano’ Berbasis Zen 6

Ekspansi desain CPU yang disesuaikan dengan tugas ini akan berjalan beriringan dengan rilis platform CPU “Venice” yang dijadwalkan meluncur tahun ini.

Pada ajang CES 2026, AMD sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa EPYC “Venice” akan menjadi paket CPU dengan kepadatan ekstrem yang memuat hingga 256 core (inti) dan 512 thread berbasis arsitektur “Zen 6c”. Sementara itu, konfigurasi “Zen 6” regulernya akan memiliki batas maksimum 96 core dan 192 thread.

Dengan generasi CPU EPYC yang dibangun di atas kekayaan intelektual (IP) inti “Zen 6” ini, AMD akan mempromosikan CPU “Venice” secara luas. Menariknya, generasi “Venice” nantinya akan didampingi oleh lini CPU “Verano”.

CPU “Verano” dilaporkan akan menggunakan mikroarsitektur “Zen 6” yang sama, namun membawa sejumlah optimalisasi yang dirancang secara khusus untuk infrastruktur AI. Bertentangan dengan asumsi sebelumnya yang menduga “Verano” akan melompat ke arsitektur “Zen 7”, kini telah dikonfirmasi bahwa silikon tersebut adalah bagian dari keluarga CPU EPYC generasi ke-6.

Fakta ini menegaskan bahwa AMD telah memulai era kustomisasi CPU untuk berbagai beban kerja sedini tahun ini.

Strategi Meraup Pasar Server Senilai $120 Miliar

Pasar CPU server global diproyeksikan akan meroket hingga bernilai $120 miliar pada akhir dekade ini (tahun 2030). Dengan pasar yang juga diperkirakan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 35%, langkah AMD untuk menciptakan SKU CPU spesifik untuk setiap tugas merupakan strategi bisnis yang brilian untuk mendominasi pendapatan.

Langkah ini menyusul strategi serupa yang sebenarnya telah lebih dulu diterapkan oleh pesaing utamanya. Intel diketahui telah lama melakukan kustomisasi CPU untuk klien hyperscaler sejak awal kemunculan lini Xeon Scalable, di mana mereka secara khusus memodifikasi batas daya dan konfigurasi core pada CPU Xeon sesuai pesanan perusahaan besar.

Dengan permintaan pasar yang kini sangat bervariasi, konsep CPU sebagai solusi “satu ukuran untuk semua” (one-size-fits-all) dinilai tidak lagi relevan. Oleh karena itu, AMD kini secara agresif bergabung dalam tren tersebut demi mentenagai node komputasi di seluruh dunia di era keemasan AI, HPC, dan cloud.


Sumber: Tom’s Hardware

Exit mobile version