Polisi Eropa Bongkar Sindikat Penipuan Investasi Kripto Senilai €50 Juta

Otoritas kepolisian Austria dan Albania berhasil membongkar sindikat kriminal yang mengoperasikan skema penipuan investasi mata uang kripto skala besar. Operasi ilegal ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian lebih dari €50 juta (sekitar Rp860 miliar) bagi para korban di seluruh dunia.

Tindakan bersama yang dimulai sejak Juni 2023 dengan dukungan dari Europol dan Eurojust ini berujung pada penangkapan 10 tersangka. Polisi juga menggeledah tiga pusat panggilan (call center) dan sembilan rumah pribadi di Tirana, Albania, pada 17 April lalu. Dalam penggerebekan tersebut, petugas menyita uang tunai sebesar €891.735, 443 komputer, 238 ponsel, dan berbagai perangkat penyimpanan data untuk pemeriksaan forensik.

Hal yang mengejutkan dari sindikat ini adalah cara mereka beroperasi yang menyerupai bisnis sah. Perusahaan penipuan ini mempekerjakan hingga 450 orang yang terbagi dalam berbagai departemen, mulai dari akuisisi pelanggan, retensi, keuangan, TI, hingga sumber daya manusia (SDM).

Menurut Europol, operasional harian mereka sangat terorganisir:

Modus Operandi: Iklan Palsu dan Tekanan Psikologis

Para korban dijebak melalui iklan di mesin pencari dan media sosial yang mengarahkan mereka ke platform investasi kripto palsu. Setelah mendaftar, korban akan didampingi oleh “agen retensi” yang menyamar sebagai pialang profesional atau penasihat investasi.

Agen-agen ini sering kali:

  1. Akses Jarak Jauh: Menggunakan perangkat lunak akses jarak jauh (remote access) untuk mengendalikan perangkat korban.
  2. Manipulasi Psikologis: Memberikan tekanan emosional agar korban terus menambah deposit mereka.
  3. Pencucian Uang: Dana yang disetorkan korban tidak pernah diinvestasikan, melainkan dialirkan melalui skema pencucian uang internasional ke rekening jaringan kriminal tersebut.

Skema Penipuan Ganda (Recovery Scam)

Tidak berhenti di situ, jaringan ini juga menjalankan skema penipuan kedua. Mereka akan menghubungi kembali korban yang sudah kehilangan uangnya dan berpura-pura menawarkan bantuan untuk memulihkan dana tersebut. Korban kemudian diminta membayar “biaya admin” sebesar €500 dalam bentuk kripto, yang secara efektif menipu korban untuk kedua kalinya.

Investasi ilegal ini mengincar korban secara global, termasuk dari Italia, Jerman, Yunani, Spanyol, Kanada, hingga Inggris. Kasus ini merupakan bagian dari rangkaian operasi besar kepolisian Eropa dalam memberantas sindikat call center kriminal yang semakin profesional dalam beberapa tahun terakhir.

Exit mobile version