Pencuci Uang Terkait Pencurian Kripto $230 Juta Divonis 70 Bulan Penjara

Seorang pemuda berusia 22 tahun asal Newport Beach, California, Evan Tangeman, telah dijatuhi hukuman 70 bulan penjara karena keterlibatannya dalam mencuci dana hasil pencurian mata uang kripto raksasa senilai $230 juta (sekitar Rp3,7 triliun).

Berdasarkan dokumen pengadilan, Tangeman (yang juga dikenal dengan alias “E,” “Tate,” dan “Evan|Exchanger”) membantu para tersangka utama dalam sindikat tersebut untuk mencuci sedikitnya $3,5 juta antara bulan Oktober 2023 hingga Mei 2025.

Secara keseluruhan, ada empat belas tersangka yang telah didakwa pada bulan September 2024 dan Mei 2025 dalam konspirasi RICO (Racketeer Influenced and Corrupt Organizations) terkait pencurian dan pencucian dana menggunakan bursa kripto serta layanan pencampuran (mixing services).

Taktik Rekayasa Sosial dan Peretasan

Aktor utama di balik peretasan ini adalah Malone Lam (20 tahun) dan Jeandiel Serrano (21 tahun) yang telah ditangkap pada September 2024. Mereka didakwa mencuri lebih dari 4.100 Bitcoin dari seorang kreditur bursa kripto Genesis di Washington, D.C., pada insiden bulan Agustus 2024.

Penyelidik penipuan kripto independen, ZachXBT, menemukan bahwa para pelaku melancarkan aksinya menggunakan nomor telepon yang dipalsukan (spoofed) dan menyamar sebagai tim dukungan pelanggan (CS) dari Google dan Gemini.

Saat menyamar sebagai anggota CS Gemini, mereka memberi tahu korban bahwa akunnya telah disusupi. Taktik manipulasi ini berhasil menipu korban untuk mereset Autentikasi Dua Faktor (2FA) miliknya dan membagikan layar menggunakan aplikasi remote desktop AnyDesk. Hal ini memberikan akses langsung bagi pelaku untuk mencuri mata uang kripto korban setelah mendapatkan kunci privat (private keys) Bitcoin Core-nya.

Selanjutnya, dana curian tersebut dicuci melalui kombinasi crypto mixers dan bursa dengan bantuan kaki tangannya, termasuk Tangeman. Mereka menggunakan metode peel chains, dompet perantara (pass-through wallets), dan VPN untuk menyembunyikan identitas serta lokasi mereka.

Gaya Hidup Mewah dan Penghancuran Bukti

Kelompok ini menggunakan mata uang kripto curian untuk membiayai gaya hidup mewah yang sangat mencolok. Mereka menyewa penjaga keamanan pribadi, membeli jam tangan dan tas desainer kelas atas, menghabiskan hingga $500.000 per malam di klub malam, hingga bepergian secara internasional.

Mereka juga menyewa rumah mewah di Los Angeles, Hamptons, dan Miami dengan harga sewa $40.000 hingga $80.000 per bulan. Sindikat ini bahkan menyewa jet pribadi dan memiliki armada setidaknya 28 mobil mewah senilai $100.000 hingga $3,8 juta (termasuk sebuah Lamborghini Urus widebody khusus untuk Tangeman).

“Perusahaan kriminal ini dibangun di atas keserakahan yang begitu berani sehingga berbatasan dengan hal yang konyol. Mereka mencuri jutaan dolar, menghabiskannya untuk tagihan klub malam senilai setengah juta dolar, Lamborghini, dan Rolex,” tegas Jaksa AS Pirro.

Status Tangeman semakin memberatkan karena ketika rekan konspiratornya ditangkap, ia langsung bergerak untuk menghancurkan barang bukti. Hal ini dianggap oleh pengadilan sebagai “kesadaran akan rasa bersalah” (consciousness of guilt).

Tangeman mengaku bersalah pada bulan Desember 2025 dan kini harus menghadapi vonis 70 bulan penjara, ditambah tiga tahun pembebasan bersyarat dengan pengawasan setelahnya. Anggota lain, Kunal Mehta (45 tahun), juga telah mengaku bersalah pada November 2025 karena membantu mencuci dana kripto curian sebesar $25 juta dan saat ini masih menunggu putusan hukumannya.

Exit mobile version