Pembaruan Windows 11 Kini Bisa Dilewati dan Bahkan Dijeda Tanpa Batas Waktu

Microsoft tampaknya akhirnya mengabulkan keinginan para penggunanya. Dalam pratinjau Windows Insider terbaru untuk Windows 11, Microsoft mulai menggulirkan pengalaman Windows Update yang telah diperbarui untuk memberikan pengguna kendali yang jauh lebih besar atas proses pembaruan sistem operasi mereka.

Lewati Pembaruan di Pengaturan Awal (OOBE)

Pembaruan ini mencakup hadirnya opsi untuk melewati pembaruan sepenuhnya selama menu pengalaman pengaturan awal (Out-of-Box Experience/OOBE). Fitur ini memungkinkan Anda untuk mengatur PC baru hingga masuk ke layar desktop tanpa harus menerapkan pembaruan sistem terlebih dahulu.

Sebelumnya, instalasi PC baru yang sistemnya mungkin sudah tertinggal beberapa bulan dari pembaruan Windows 11 terbaru akan dipaksa oleh Microsoft untuk mengunduh dan menerapkan pembaruan tersebut secara instan. Hal ini sering kali menyebabkan waktu pengaturan OS menjadi sangat lama dan memicu rasa frustrasi pengguna. Kini, bagi mereka yang perlu menggunakan desktop baru dengan cepat, Microsoft akhirnya menawarkan opsi saat OOBE untuk menginstal OS terlebih dahulu dan menerapkan pembaruannya belakangan.

Jeda Pembaruan Tanpa Batas Waktu

Sebagai tambahan, Microsoft kini juga mengizinkan pengguna untuk menjeda pembaruan Windows 11 di menu Pengaturan melalui kalender khusus yang dapat diperpanjang hingga 35 hari. Ini memastikan Anda memiliki waktu yang cukup untuk menjadwalkan sesi pembaruan tanpa mengganggu alur kerja.

Menariknya, batas 35 hari tersebut bukanlah harga mati. Pengguna dapat mengatur ulang (re-pause) pembaruan untuk 35 hari berikutnya bahkan setelah periode aslinya berakhir. Pada dasarnya, ini memungkinkan pembaruan untuk dijeda tanpa batas waktu.

Tidak ada batasan berapa kali Anda dapat menyetel ulang tanggal jeda ini, memberi Anda kendali penuh atas seluruh proses pembaruan. Hal ini sangat berguna ketika ada seri pembaruan baru yang dirilis, dan Anda ingin menunggu dan melihat apakah ada masalah OS atau bug yang diketahui sebelum menerapkannya. Sebagai contoh, pada pembaruan Windows 11 bulan April lalu, beberapa PC mengalami masalah pemicu BitLocker. Dengan fitur ini, pengguna dapat menunggu beberapa hari hingga perbaikan (fix) tiba, lalu menginstal semua pembaruan sekaligus tanpa dipaksa.

Opsi Daya Reguler Tetap Tersedia

Terakhir yang tak kalah pentingnya, Microsoft juga memperkenalkan fitur yang sangat banyak diminta terkait pengaturan daya. Secara tradisional, ketika pembaruan siap diinstal, menu daya (power menu) hanya akan memberikan opsi “Update and restart” (Perbarui dan mulai ulang) atau “Update and shut down” (Perbarui dan matikan), berdampingan dengan opsi “Lock” dan “Sleep”.

Namun, pembaruan baru ini akan memastikan bahwa opsi “Shut down” dan “Restart” reguler akan selalu tersedia di menu daya, tanpa OS memaksa Anda untuk menerapkan patch saat itu juga. Pembaruan OS Anda mungkin sudah diunduh dan siap, tetapi Anda tetap bisa menyalakan ulang atau mematikan perangkat tanpa kewajiban instalasi. Jadi, jika Anda perlu mematikan perangkat dengan cepat, OS tidak akan menghalangi Anda dengan layar pembaruan yang memakan waktu.

Selain itu, raksasa teknologi asal Redmond ini juga menjanjikan transparansi yang lebih baik terkait pembaruan, khususnya mengenai driver sistem. Karena pembaruan driver sistem selama ini sering kali hanya memuat sedikit informasi tentang apa yang diperbarui, Microsoft berjanji akan membawa peningkatan yang lebih informatif di area ini.


Sumber: Windows Insiders Blog

Exit mobile version