Ransomware Payouts King Gunakan VM QEMU untuk Lewati Keamanan Endpoint

Kelompok ransomware Payouts King dilaporkan menggunakan emulator QEMU sebagai pintu belakang (backdoor) SSH terbalik untuk menjalankan mesin virtual (VM) tersembunyi pada sistem yang disusupi. Taktik cerdik ini memungkinkan mereka untuk melewati dan mengecoh solusi keamanan endpoint (Endpoint Detection and Response/EDR).

QEMU merupakan emulator CPU sumber terbuka (open-source) dan alat virtualisasi sistem yang memungkinkan pengguna menjalankan sistem operasi pada komputer host sebagai VM. Karena solusi keamanan pada host tidak dapat memindai atau melihat aktivitas di dalam VM, peretas dapat menggunakannya sebagai “ruang aman” untuk mengeksekusi muatan, menyimpan fail berbahaya, dan membuat terowongan akses jarak jauh rahasia melalui SSH.

Praktik penyalahgunaan QEMU ini sebelumnya juga pernah dilakukan oleh aktor ancaman lain, termasuk kelompok ransomware 3AM, kampanye penambangan kripto LoudMiner, dan phishing ‘CRON#TRAP’.

Kampanye STAC4713: Jejak Payouts King & GOLD ENCOUNTER

Para peneliti di perusahaan keamanan siber Sophos mendokumentasikan dua kampanye utama. Kampanye pertama, dilacak sebagai STAC4713, pertama kali diamati pada November 2025 dan memiliki kaitan kuat dengan operasi ransomware Payouts King serta grup ancaman GOLD ENCOUNTER (yang dikenal kerap menargetkan hypervisor VMware dan lingkungan ESXi).

Menurut laporan Zscaler, Payouts King kemungkinan besar berafiliasi dengan mantan anggota BlackBasta, mengingat kesamaan metode akses awal seperti pengeboman spam dan penyalahgunaan Quick Assist. Ransomware ini menggunakan skema enkripsi AES-256 (CTR) dengan RSA-4096 (enkripsi intermiten untuk fail besar).

Kampanye STAC3725: Eksploitasi CitrixBleed 2

Kampanye kedua yang diamati Sophos (STAC3725) telah aktif sejak Februari 2026. Kampanye ini berfokus pada eksploitasi kerentanan CitrixBleed 2 (CVE-2025-5777) pada instans NetScaler ADC dan Gateway.

Rekomendasi Mitigasi

Untuk bertahan dari taktik siluman ini, Sophos sangat merekomendasikan agar organisasi secara proaktif memburu indikator kompromi berikut:

Exit mobile version