Microsoft Selidiki Kegagalan Instalasi Pembaruan Windows Server 2025 Edisi April

Microsoft saat ini tengah menyelidiki sebuah masalah teknis yang menyebabkan pembaruan keamanan bulan ini, KB5082063, gagal diinstal pada sejumlah sistem Windows Server 2025.

Pada sistem yang terdampak, para administrator TI melaporkan kemunculan kode galat (error) instalasi 0x800F0983 ketika mereka mencoba menyebarkan pembaruan kumulatif edisi April 2026 tersebut.

“Microsoft terus memantau laporan data diagnostik terkait kegagalan instalasi pembaruan dan telah mengamati adanya kesalahan yang berulang pada perangkat Windows Server 2025 saat menginstal pembaruan keamanan Windows April 2026,” ungkap Microsoft dalam sebuah peringatan layanan yang pertama kali disoroti oleh pakar Microsoft MVP, Susan Bradley.

“Sejumlah terbatas server yang terdampak mungkin akan mengalami kegagalan instalasi yang disertai dengan kode galat 800F0983,” tambah peringatan tersebut.

Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka sedang menginvestigasi masalah yang diketahui ini secara mendalam dan berjanji akan membagikan lebih banyak rincian teknis segera setelah mereka menemukan akar penyebab pastinya.

Bulan yang Penuh Masalah bagi Pembaruan Windows Server

Kegagalan instalasi ini menambah panjang daftar masalah yang mendera ekosistem Windows Server pada pembaruan bulan ini.

Pada hari Rabu sebelumnya, Microsoft juga telah mengeluarkan peringatan bagi para administrator TI bahwa sejumlah perangkat Windows Server 2025 akan secara otomatis melakukan booting ke layar pemulihan BitLocker setelah menyebarkan pembaruan keamanan KB5082063 yang sama. Masalah ini memaksa pengguna untuk memasukkan kunci BitLocker mereka secara manual. Kendati demikian, Microsoft mengklarifikasi bahwa bug BitLocker ini kemungkinan besar tidak akan memengaruhi pengguna awam, karena konfigurasi pemicunya biasanya hanya ditemukan pada sistem enterprise.

Selain itu, pekan ini Microsoft akhirnya menuntaskan perbaikan untuk bug lawas yang telah mengganggu server Windows selama lebih dari satu tahun. Bug tersebut menyebabkan sistem yang berjalan di Windows Server 2019 dan 2022 melakukan peningkatan (upgrade) ke Windows Server 2025 secara otomatis tanpa persetujuan pengguna. Meski awalnya sempat menyalahkan kesalahan konfigurasi perangkat lunak manajemen pihak ketiga, Microsoft akhirnya menambal masalah ini sehingga pelanggan dapat kembali memeriksa pembaruan dengan aman melalui aplikasi Settings.

Secara keseluruhan, sejak awal tahun ini, Microsoft telah berulang kali dipaksa merilis pembaruan darurat untuk mengatasi berbagai masalah operasional yang kritis, mulai dari kerentanan keamanan di alat manajemen Routing and Remote Access Service (RRAS), bug visibilitas perangkat Bluetooth, kegagalan sistem sign-in akun Microsoft lintas aplikasi, hingga masalah instalasi yang memengaruhi pratinjau pembaruan non-keamanan edisi Maret 2026.

Exit mobile version