FBI Tangkap Tersangka Pencurian Kripto $46 Juta dari US Marshals

Federal Bureau of Investigation (FBI) menangkap seorang pria yang diduga mencuri lebih dari 46 juta dolar AS dalam bentuk aset kripto dari United States Marshals Service (USMS).

Tersangka, John Daghita, ditangkap pada Rabu di Pulau Saint Martin dalam operasi gabungan antara FBI dan unit elite Prancis, Groupe d’Intervention de la Gendarmerie Nationale (GIGN). Penangkapan diumumkan oleh Direktur FBI Kash Patel.

Kontraktor Pemerintah dan Dugaan Penyalahgunaan Akses

John Daghita diketahui menggunakan nama samaran “Lick” secara daring dan merupakan putra Dean Daghita, Presiden dan CEO Command Services & Support (CMDSS), perusahaan berbasis di Virginia.

CMDSS diketahui membantu USMS dalam pengelolaan dan likuidasi aset digital yang disita sejak Oktober 2024. Aset tersebut mencakup dana yang dikaitkan dengan peretasan besar terhadap bursa kripto Bitfinex pada 2016, di mana sekitar 120.000 bitcoin dicuri.

Menurut tuduhan, Daghita memanfaatkan aksesnya sebagai kontraktor pemerintah untuk memindahkan dana kripto yang disita.

Terungkap Lewat Investigasi Blockchain

Kasus ini pertama kali diungkap secara publik oleh penyelidik blockchain ZachXBT pada akhir Januari 2026. Ia melacak pergerakan sekitar 23 juta dolar AS dari dompet yang dikaitkan dengan USMS ke alamat yang diduga terhubung dengan Daghita.

ZachXBT menemukan indikasi keterlibatan Daghita setelah terjadi perselisihan di Telegram dengan aktor ancaman lain bernama Dritan Kapplani Jr. Dalam percakapan yang direkam, Daghita menunjukkan kemampuannya memindahkan dana besar antar dompet secara real time.

Analisis lanjutan mengaitkan dompet tersebut dengan aset hasil penyitaan pemerintah dari kasus Bitfinex.

Setelah temuan tersebut dilaporkan ke otoritas, Daghita diduga mengirim sejumlah kecil dana hasil curian ke alamat dompet publik milik ZachXBT sebagai bentuk ejekan—taktik yang dikenal sebagai “dust attack”.

Barang Bukti Disita

Dalam penangkapan tersebut, aparat juga menyita sejumlah uang tunai dalam pecahan 100 dolar AS, beberapa hard drive, serta kunci keamanan perangkat keras. Nilai pasti aset yang disita belum diungkapkan.

Daghita kini menghadapi proses hukum di Amerika Serikat atas dugaan konspirasi dan pencurian aset digital berskala besar.

Kasus ini menyoroti risiko internal dalam pengelolaan aset kripto hasil penyitaan negara serta pentingnya pengawasan ketat terhadap kontraktor yang diberi akses ke dana bernilai tinggi.

Exit mobile version