Kabar kurang menyenangkan datang dari ekosistem GPU AMD. Menurut laporan terbaru dari Board Channels, para partner add-in board (AIB) AMD disebut sedang bersiap melakukan kenaikan harga GPU Radeon hingga sekitar 10%, sekaligus menggeser fokus produksi ke varian 8 GB.
Harga GPU AMD Berpotensi Naik Lagi
Setelah distributor melakukan penyesuaian harga sekitar 5–10% pada Januari, Board Channels menyebutkan bahwa kenaikan lanjutan kemungkinan akan terjadi pada Februari atau Maret. Besarannya belum final, tetapi arahnya jelas: harga GPU Radeon cenderung naik.
Distributor kabarnya sudah melakukan stocking besar-besaran pasca kenaikan Januari. Jika reseller menahan stok sambil menunggu harga baru, pasar bisa mengalami ketersediaan yang tidak merata dalam beberapa bulan ke depan.
Fokus ke GPU 8 GB, 16 GB Mulai Tertekan
Isu utama di balik perubahan strategi ini adalah kelangkaan memori GDDR6 dan naiknya harga DRAM secara global. Kondisi tersebut menekan margin keuntungan AIB, terutama untuk GPU dengan VRAM besar.
Akibatnya, AMD dan partnernya disebut akan:
- Memprioritaskan GPU 8 GB, seperti Radeon RX 9060 XT 8 GB dan Radeon RX 7650 GRE
- Mengurangi fokus pada varian 16 GB, seperti Radeon RX 9070 XT
- Menjadikan GPU 8 GB lebih menarik secara biaya produksi dan distribusi
Jika tren ini berlanjut, GPU 16 GB berpotensi menjadi lebih mahal, sehingga selisih harga antara kartu grafis AMD dan NVIDIA di segmen menengah bisa semakin tipis.
Dampak Awal di China, Global Menyusul?
Efek paling cepat diperkirakan akan terasa di pasar China daratan, di mana volume GPU 8 GB akan diperbanyak dan beberapa model 16 GB (baik GRE maupun non-GRE) dikurangi produksinya.
Untuk pasar Barat seperti Amerika dan Eropa, masih harus dilihat bagaimana:
- Retailer besar seperti Amazon dan Newegg menyesuaikan harga
- Seberapa cepat perubahan stok AIB ini berdampak ke harga global
