Pemilik Marketplace Kejahatan Siber Empire Market Mengaku Bersalah atas Konspirasi Narkotika

Seorang pria asal Virginia yang ikut mendirikan Empire Market, salah satu marketplace darknet terbesar pada masanya, mengaku bersalah atas dakwaan konspirasi narkotika di tingkat federal. Pengakuan ini mengungkap peran sentralnya dalam memfasilitasi transaksi ilegal senilai sekitar US$430 juta sepanjang periode 2018 hingga 2020.

Empire Market beroperasi sebagai layanan tersembunyi yang hanya dapat diakses melalui peramban TOR dan dipromosikan sebagai “tiruan” AlphaBay, marketplace darknet terkenal yang ditutup aparat pada 2017. Pada puncak operasinya pada Agustus 2020, platform ini memiliki sekitar 1,68 juta pengguna terdaftar, termasuk hampir 360.000 pembeli dan lebih dari 5.000 penjual aktif.

Selain memperdagangkan kredensial akun curian, data pribadi, uang palsu, dan alat peretasan komputer, aktivitas utama Empire Market adalah penjualan narkotika. Selama masa operasinya, nilai transaksi narkoba mencapai hampir US$375 juta, menjadikannya kategori paling dominan. Tercatat 166.029 listing khusus untuk zat terlarang, mencerminkan skala dan intensitas perdagangan ilegal di platform tersebut.

Terdakwa utama, Raheim Hamilton (30 tahun), yang dikenal dengan alias “Sydney” dan “ZeroAngel”, memiliki dan mengoperasikan Empire Market sejak Agustus 2017 bersama rekan terdakwanya, Thomas Pavey alias “Dopenugget”. Keduanya memfasilitasi lebih dari empat juta transaksi antara penjual dan pembeli. Mereka juga merekrut moderator untuk menangani sengketa, dengan Hamilton secara langsung mengawasi sekitar lima moderator dan menangani sebagian kasus secara personal.

Dalam pengakuannya di pengadilan, Hamilton menyatakan bahwa Empire Market dirancang untuk membantu pengguna menghindari deteksi penegak hukum dan mencuci hasil kejahatan. Seluruh transaksi dilakukan menggunakan mata uang kripto guna mempertahankan anonimitas. Hamilton juga mengakui pernah menjual uang palsu Amerika Serikat di marketplace lain sebelum mendirikan Empire Market.

Dokumen pengadilan mengungkap bahwa aparat penegak hukum melakukan sejumlah pembelian penyamaran dari penjual Empire Market antara April 2019 hingga Mei 2020. Operasi tersebut menghasilkan penyitaan berbagai narkotika, termasuk heroin dan methamphetamine. Pada Agustus 2020, aparat juga mencegat sebuah paket berisi ratusan gram methamphetamine yang dipesan melalui platform tersebut.

Secara keseluruhan, Hamilton mengonfirmasi bahwa zat terlarang yang didistribusikan melalui Empire Market mencakup ratusan kilogram heroin, methamphetamine, kokain, fentanyl, dan narkotika lainnya. Ketika dakwaan diajukan pada Juli 2024, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan bahwa penyidik telah menyita US$75 juta dalam bentuk aset kripto selama penyelidikan.

Sebagai bagian dari perjanjian pengakuan bersalah, Hamilton menyetujui penyitaan sekitar 1.230 bitcoin dan 24,4 Ether, serta beberapa properti di Virginia. Pavey juga sepakat menyerahkan aset kripto dan properti bernilai besar. Hamilton mengajukan pengakuan bersalah di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Utara Illinois dan kini menghadapi hukuman minimal 10 tahun penjara federal hingga maksimal seumur hidup. Pavey, yang telah lebih dulu mengaku bersalah, menghadapi ancaman hukuman serupa.

Kasus ini menegaskan kembali komitmen penegak hukum internasional dalam membongkar dan menindak jaringan marketplace darknet berskala besar, khususnya yang berperan sebagai tulang punggung perdagangan narkotika global berbasis kripto.

Exit mobile version