Sampel Engineering Samsung Exynos 2700 Muncul di Geekbench pada Platform Uji “S5E9975 ERD”

Samsung kembali menarik perhatian industri semikonduktor setelah sebuah engineering sample Exynos 2700 terdeteksi dalam basis data Geekbench, berjalan pada perangkat uji bertajuk “Samsung Electronics Co., Ltd. Full Android on S5E9975 ERD”. Kemunculan ini menambah indikasi bahwa Samsung tengah menyiapkan penerus Exynos 2600 dengan pendekatan desain CPU dan proses manufaktur yang lebih maju.

Menjelang akhir tahun lalu, Samsung secara resmi memperkenalkan Exynos 2700 sebagai application processor generasi terbaru, setelah berbulan-bulan rumor dan kebocoran sepanjang 2025. Di waktu yang hampir bersamaan, sumber industri Korea Selatan juga mengaitkan model lanjutan Exynos dengan proses manufaktur 2 nm GAA yang lebih matang. Untuk lini smartphone Galaxy S26, Samsung telah memastikan penggunaan Exynos 2600 berbasis jalur produksi SF2 milik Samsung Foundry, sementara varian proses yang lebih canggih, SF2P, disebut-sebut tengah dipromosikan ke mitra besar lainnya.

Seiring mendekatnya jadwal rilis Exynos 2600, sampel pra-rilis mulai bermunculan di platform benchmark. Sebelumnya, sebuah perangkat dengan Exynos 2600 mencatat skor OpenCL Geekbench 6 sebesar 24.964 poin berkat iGPU Xclipse 960. Namun, entri terbaru untuk perangkat “S5E9975 ERD” justru menunjukkan skor OpenCL yang lebih rendah, yakni sekitar 15.618 poin pada Geekbench 6.2.2 untuk Android AArch64.

Perangkat uji tersebut tercatat menggunakan prosesor 10-core dengan GPU terintegrasi Xclipse 970. Kenaikan penomoran GPU dari 960 ke 970 memunculkan dugaan kuat bahwa platform ini memang mengusung chipset Exynos 2700. Meski skor benchmark terlihat kurang impresif, sejumlah pengamat menilai hasil tersebut tidak dapat dijadikan tolok ukur performa final.

Menurut analis dan tipster industri, papan ERD (Engineering Reference Design) digunakan terutama untuk validasi arsitektur dan scheduler, bukan untuk mengejar performa maksimum. Dalam konfigurasi seperti ini, inti CPU dari generasi berbeda dan dengan peran yang bervariasi sengaja digabungkan guna menguji pengelolaan energi, migrasi daya, serta stabilitas sistem pada Android versi terbaru. Dengan kata lain, skor benchmark yang dihasilkan tidak merefleksikan potensi sebenarnya dari chipset tersebut.

Kehadiran sampel Exynos 2700 pada tahap ini justru dipandang sebagai sinyal kuat bahwa Samsung tengah melakukan perubahan signifikan pada strategi desain CPU-nya. Dengan memperkenalkan penerus Exynos 2600 dalam waktu relatif berdekatan, Samsung juga berpeluang memamerkan kapabilitas jalur produksi 2

Exit mobile version