AS Tuduh 31 Tersangka Tambahan Terkait Serangan Malware ATM

Otoritas Amerika Serikat kembali memperluas penindakan terhadap jaringan kejahatan siber yang menyerang mesin ATM. Sebuah grand jury federal di Nebraska mendakwa 31 tersangka tambahan atas dugaan keterlibatan mereka dalam operasi ATM jackpotting berskala nasional yang menggunakan malware untuk menguras uang tunai dari mesin ATM.

Dakwaan terbaru ini menyusul dua tuntutan sebelumnya. Pada 9 Desember, sebanyak 22 orang didakwa atas konspirasi pemberian dukungan material kepada organisasi teroris dan pencucian uang. Sementara itu, pada 21 Oktober, 32 tersangka lainnya dijerat dengan berbagai tuduhan, mulai dari penipuan bank, pembobolan bank, hingga perusakan sistem komputer.


Skema Malware Ploutus

Dalam dakwaan terbaru, jaksa menguraikan 32 dakwaan pidana yang berasal dari satu skema terorganisir menggunakan malware Ploutus untuk mencuri jutaan dolar dari ATM bank dan credit union di berbagai negara bagian Amerika Serikat.

Para tersangka diduga membuka casing ATM secara fisik, lalu menunggu di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada respons alarm. Setelah itu, malware dipasang dengan berbagai metode, mulai dari:

Setelah aktif, malware tersebut memungkinkan pelaku:

Uang hasil kejahatan kemudian dibagi berdasarkan kesepakatan internal kelompok dan dialirkan antaranggota untuk pencucian uang.


Keterkaitan dengan Tren de Aragua

Banyak dari tersangka yang didakwa merupakan warga negara Venezuela dan Kolombia yang diduga memiliki afiliasi dengan Tren de Aragua, sebuah kelompok kriminal transnasional yang pada Desember lalu ditetapkan sebagai organisasi teroris asing oleh pemerintah AS.

Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, kelompok ini berevolusi dari geng penjara menjadi jaringan kriminal lintas negara dengan aktivitas kejahatan terorganisir, termasuk serangan terhadap sistem keuangan.

“Penggunaan malware canggih untuk menguras ATM dan merugikan institusi keuangan AS yang sekaligus mendanai aktivitas terorisme tidak akan ditoleransi,” ujar Chris Eason, salah satu pimpinan satuan tugas khusus Departemen Kehakiman.


Ancaman Hukuman Berat

Dengan dakwaan terbaru ini, total 87 anggota Tren de Aragua telah didakwa dalam kurun enam bulan terakhir. Jika terbukti bersalah, para terdakwa menghadapi ancaman hukuman maksimum mulai dari 20 tahun hingga 335 tahun penjara, tergantung pada peran dan tingkat keterlibatan masing-masing.

Pekan lalu, jaksa federal di Carolina Selatan juga mengumumkan bahwa dua warga Venezuela yang telah divonis bersalah dalam skema ATM jackpotting serupa akan dideportasi setelah menyelesaikan masa hukuman mereka di Amerika Serikat.


Kasus ini menegaskan meningkatnya ancaman kejahatan siber terhadap infrastruktur keuangan, sekaligus menunjukkan fokus aparat penegak hukum AS dalam membongkar jaringan lintas negara yang memanfaatkan malware untuk kejahatan terorganisir.

Exit mobile version