Microsoft Tambal Zero-Day Office yang Aktif Dieksploitasi Hacker

Microsoft resmi merilis pembaruan keamanan darurat (out-of-band) untuk menutup sebuah kerentanan zero-day Microsoft Office yang telah aktif dieksploitasi di dunia nyata. Celah keamanan ini dilacak sebagai CVE-2026-21509 dan dikategorikan high severity karena memungkinkan penyerang melewati fitur perlindungan keamanan Office.

Produk Microsoft Office yang terdampak

Kerentanan CVE-2026-21509 memengaruhi berbagai versi Office, antara lain:

Namun, Microsoft mengonfirmasi bahwa patch untuk Office 2016 dan Office 2019 belum tersedia dan akan dirilis menyusul secepat mungkin.

Cara kerja kerentanan

Microsoft menjelaskan bahwa celah ini merupakan security feature bypass akibat penggunaan input yang tidak tepercaya dalam pengambilan keputusan keamanan. Penyerang hanya perlu:

  1. Mengirimkan file Office berbahaya kepada korban
  2. Membujuk korban untuk membuka file tersebut

Walaupun Preview Pane tidak menjadi vektor serangan, eksploitasi tetap memungkinkan melalui interaksi pengguna. Celah ini secara spesifik melewati mitigasi OLE (Object Linking and Embedding) yang seharusnya melindungi Office dari kontrol COM/OLE berbahaya.

Perlindungan otomatis untuk Office versi baru

Microsoft menyatakan bahwa:

Mitigasi sementara untuk Office 2016 & 2019

Karena patch belum tersedia, Microsoft menyediakan langkah mitigasi berbasis Windows Registry untuk mengurangi risiko eksploitasi. Intinya, administrator perlu:

Setelah pengaturan ini diterapkan, mitigasi akan aktif saat Office dijalankan kembali. Meski begitu, Microsoft menegaskan bahwa langkah ini bukan pengganti patch resmi.

Status eksploitasi & transparansi

Microsoft belum mengungkap:

Namun, perusahaan menegaskan bahwa CVE-2026-21509 telah digunakan dalam serangan aktif, sehingga pembaruan ini sangat penting, terutama untuk lingkungan enterprise.

Konteks keamanan terbaru Microsoft

Sebagai bagian dari Patch Tuesday Januari 2026, Microsoft sebelumnya telah menambal 114 kerentanan, termasuk:

Microsoft juga beberapa kali merilis update darurat bulan ini untuk memperbaiki:

Exit mobile version