Samsung Semiconductor dilaporkan tengah mengerjakan proyek pengembangan logic die kustom untuk High Bandwidth Memory (HBM) dengan memanfaatkan proses manufaktur canggih hingga 2 nm. Informasi awal ini muncul dari laporan media Korea Selatan yang mengungkap bahwa tim pengembangan HBM Samsung sedang menyiapkan solusi logic die yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap pelanggan.
Meski belum mengungkap siapa saja klien yang terlibat, sumber industri menyebut bahwa departemen riset dan pengembangan memori Samsung sedang mempertimbangkan penggunaan node foundry paling mutakhir untuk generasi HBM berikutnya. Proses 2 nm disebut-sebut menjadi salah satu opsi utama, meskipun belum dipastikan apakah Samsung akan menggunakan node SF2 atau SF2P dari lini foundry internalnya.
Saat ini, lini HBM generasi keenam Samsung, yang dikenal sebagai HBM4, dikabarkan masih mengandalkan proses 4 nm yang kemungkinan berasal dari keluarga SF4. Namun, Samsung tampaknya sudah menyiapkan roadmap yang lebih agresif. Seorang sumber internal menyebut bahwa pengembangan logic die HBM kustom kini dipimpin oleh tim custom system-on-chip yang baru dibentuk di bawah divisi System LSI sejak tahun lalu. Tim ini disebut tengah membangun portofolio teknologi mulai dari 4 nm hingga 2 nm untuk menjawab kebutuhan beragam pelanggan.
Pendekatan tersebut diyakini akan memainkan peran penting dalam mendukung akselerator AI generasi mendatang dengan performa ultra-tinggi. Modul HBM masa depan diperkirakan menjadi komponen krusial bagi komputasi AI kelas enterprise, khususnya untuk beban kerja berskala besar yang menuntut bandwidth memori ekstrem dan latensi rendah.
Permintaan dari industri AI juga diprediksi akan meningkat signifikan seiring kesiapan logic die berbasis 2 nm. Meski demikian, teknologi ini kemungkinan baru akan matang setelah 2027, sejalan dengan transisi ke HBM4E yang diposisikan sebagai generasi ketujuh HBM Samsung. Jika rencana ini terealisasi, Samsung berpotensi memperkuat posisinya dalam ekosistem memori berperforma tinggi untuk era akselerator AI masa depan.
Sumber: ZDNet South Korea
