Microsoft membagikan solusi sementara bagi pengguna yang mengalami masalah Outlook yang freeze atau tidak merespons setelah memasang pembaruan keamanan Windows terbaru. Masalah ini terutama dialami pengguna aplikasi Outlook desktop klasik dengan akun email berbasis POP.
Permasalahan tersebut pertama kali diakui Microsoft sekitar satu pekan lalu dan dikaitkan dengan pembaruan keamanan KB5074109 yang dirilis untuk Windows 11 versi 24H2 dan 25H2. Setelah update dipasang, Outlook dilaporkan sering macet saat dibuka, bahkan tidak dapat dijalankan kembali kecuali pengguna mematikan prosesnya secara manual melalui Task Manager atau melakukan restart sistem.
Selain aplikasi yang membeku, pengguna juga melaporkan sejumlah gejala lain, seperti email yang sudah terkirim tidak muncul di folder Sent Items, pesan lama diunduh ulang, serta Outlook yang terus mengalami hang setiap kali dibuka.
Dampak Lebih Luas dari Bug Update Windows
Dalam pembaruan terbaru di Windows health dashboard, Microsoft menjelaskan bahwa bug ini tidak hanya memengaruhi Outlook, tetapi juga berpotensi menyebabkan aplikasi lain menjadi tidak responsif saat membuka atau menyimpan file dari penyimpanan berbasis cloud, seperti OneDrive atau Dropbox.
Pada konfigurasi tertentu, terutama jika file data Outlook (PST) disimpan di OneDrive, Outlook dapat gagal dibuka kembali dan memerlukan penghentian paksa proses aplikasi. Selain itu, pesan yang sebelumnya sudah diunduh bisa muncul kembali seolah-olah baru diterima.
Microsoft juga mengonfirmasi bahwa masalah serupa turut memengaruhi pengguna Windows 10 serta sejumlah platform server, termasuk Windows Server 2019, Windows Server 2022, dan Windows Server 2025.
Opsi Solusi Sementara untuk Pengguna
Hingga saat ini, tim Windows dan Outlook Microsoft masih melakukan investigasi dan belum memberikan jadwal rilis perbaikan permanen. Sebagai langkah sementara, Microsoft menyarankan beberapa opsi mitigasi.
Pengguna dapat mengakses email melalui webmail untuk sementara waktu, atau memindahkan file PST Outlook keluar dari OneDrive ke penyimpanan lokal. Alternatif lainnya adalah dengan mencopot pembaruan KB5074109 atau KB5073724 melalui menu Windows Update.
Namun, Microsoft juga mengingatkan bahwa menghapus pembaruan keamanan berisiko membuat sistem lebih rentan terhadap malware dan serangan siber, karena update tersebut menutup celah keamanan yang aktif dieksploitasi.
Update Darurat Lain dari Microsoft
Di luar isu Outlook, Microsoft baru-baru ini merilis pembaruan darurat out-of-band untuk Windows 10, Windows 11, dan Windows Server. Update ini ditujukan untuk memperbaiki kegagalan credential prompt pada aplikasi koneksi jarak jauh serta masalah yang mencegah perangkat dengan fitur Secure Launch untuk mati atau masuk ke mode hibernasi.
Pada Patch Tuesday bulan ini, Microsoft juga telah mengatasi bug lain yang menyebabkan aplikasi keamanan salah mendeteksi komponen inti Windows sebagai rentan terhadap serangan memory corruption.
