OpenAI mulai meluncurkan pembaruan besar untuk ChatGPT yang meningkatkan kemampuan pencarian riwayat percakapan secara signifikan. Fitur baru ini memungkinkan pengguna menemukan detail spesifik dari obrolan lama dengan lebih akurat, meski saat ini hanya tersedia untuk pelanggan berlangganan Plus dan Pro.
Sebelumnya, ChatGPT memang menyediakan riwayat percakapan yang dapat ditelusuri. Namun, dalam praktiknya, fitur pencarian tersebut kerap kesulitan menemukan obrolan tertentu, terutama jika pengguna memiliki banyak percakapan dengan topik yang mirip. Keterbatasan ini diakui oleh OpenAI, yang kemudian menghadirkan peningkatan pada sistem pencarian riwayat chat.
Dalam catatan rilis terbaru, OpenAI menjelaskan bahwa ketika fitur referensi riwayat percakapan diaktifkan, ChatGPT kini dapat menemukan detail spesifik dari obrolan sebelumnya secara lebih andal saat pengguna mengajukan pertanyaan. Selain itu, setiap percakapan lama yang digunakan sebagai rujukan dalam jawaban akan ditampilkan sebagai sumber, sehingga pengguna dapat membuka kembali konteks aslinya untuk ditinjau secara langsung.
Peningkatan ini menjadi langkah penting bagi pengguna yang mengandalkan ChatGPT sebagai alat kerja jangka panjang, misalnya untuk riset, dokumentasi, atau diskusi teknis yang berlangsung dalam banyak sesi terpisah. Dengan kemampuan menautkan kembali jawaban ke percakapan lama, risiko kehilangan konteks atau informasi penting dapat diminimalkan.
Pembaruan pencarian riwayat ini bukan satu-satunya peningkatan besar dalam beberapa waktu terakhir. Pada Desember lalu, OpenAI juga merilis pembaruan yang memperkenalkan opsi personalisasi lanjutan. Melalui panel pengaturan personalisasi, pengguna kini dapat menyesuaikan karakteristik respons ChatGPT secara lebih detail, seperti tingkat kehangatan dan antusiasme, jumlah penggunaan judul dan daftar, hingga intensitas penggunaan emoji.
Selain itu, OpenAI juga meningkatkan kemampuan dikte suara di ChatGPT untuk seluruh pengguna yang sudah masuk ke akun. Peningkatan ini dilaporkan mampu mengurangi secara signifikan kasus transkripsi kosong sekaligus meningkatkan akurasi pengenalan suara, sehingga interaksi berbasis suara menjadi lebih konsisten.
Dengan rangkaian pembaruan ini, OpenAI tampak berfokus menjadikan ChatGPT bukan hanya lebih cerdas dalam menjawab, tetapi juga lebih dapat diandalkan sebagai asisten digital yang mampu mengelola konteks dan riwayat interaksi pengguna dalam jangka panjang.
