Google mengumumkan peluncuran fitur baru bernama AI Inbox di Gmail, yang menghadirkan ringkasan cerdas atas seluruh isi kotak masuk pengguna. Fitur ini ditenagai oleh Gemini dan menandai perubahan besar pada pengalaman email, seiring meningkatnya volume pesan yang diterima pengguna setiap minggunya.
Menurut Google, cara orang menggunakan email telah berubah drastis sejak Gmail pertama kali diluncurkan pada 2004. Pengguna kini dibanjiri ratusan email, termasuk percakapan panjang di lingkungan kerja, sehingga menyulitkan untuk segera memahami konteks dan prioritas pesan. Melalui AI Inbox dan AI Overviews, Google berupaya menyederhanakan pengalaman tersebut dengan menyajikan ringkasan singkat yang relevan.
Fitur AI Overviews di Gmail bekerja dengan meringkas percakapan email yang panjang, mirip dengan pendekatan ringkasan AI di Google Search. Alih-alih menelusuri seluruh rangkaian balasan dalam satu thread, pengguna dapat melihat ringkasan konteks utama untuk memahami isi percakapan dengan cepat. Google menyatakan bahwa ringkasan percakapan ini mulai tersedia untuk semua pengguna tanpa biaya tambahan.
Sementara itu, AI Inbox muncul sebagai bagian baru di atas Inbox tradisional pada panel kiri Gmail. Fitur ini berfungsi layaknya personalized briefing yang menyoroti hal-hal penting, termasuk tugas yang perlu ditindaklanjuti dan pesan yang dianggap paling relevan. AI Inbox juga membantu memprioritaskan email dengan mengidentifikasi kontak penting berdasarkan sinyal seperti frekuensi komunikasi, daftar kontak, serta hubungan yang dapat disimpulkan dari isi pesan.
Google menjelaskan bahwa tujuan utama AI Inbox adalah membantu pengguna tetap fokus pada hal-hal yang paling penting, tanpa harus memilah ratusan email secara manual. Dengan pendekatan ini, pengguna diharapkan dapat lebih cepat mengambil keputusan dan mengelola komunikasi secara efisien.
Terkait privasi, Google menegaskan bahwa meskipun AI Inbox dan AI Overviews menggunakan Gemini, perusahaan tidak akan menggunakan email pengguna untuk melatih model AI-nya. Google juga memastikan bahwa fitur AI di Gmail bersifat opsional dan dapat dimatikan sesuai preferensi pengguna.
Untuk tahap awal, AI Inbox berbasis Gemini diluncurkan bagi pelanggan Google AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat. Google menyebut peluncuran ini sebagai langkah awal menuju pengalaman email yang lebih cerdas, seraya menekankan komitmen perusahaan terhadap kontrol pengguna dan perlindungan data pribadi.
