Krisis DRAM global terus memicu dampak luas di industri hardware. Setelah munculnya tren bring‑your‑own‑RAM dari perakit PC custom dan rumor penundaan konsol generasi berikutnya, laporan terbaru dari DigiTimes mengungkap perubahan besar dalam strategi distribusi DRAM oleh para produsen memori.
Menurut laporan tersebut, produsen besar seperti Samsung dan SK Hynix kini mulai memprioritaskan pasokan DRAM untuk OEM PC besar seperti Apple, ASUS, Dell, dan Lenovo. Dampaknya, vendor kecil seperti Framework berisiko tidak mendapatkan pasokan DRAM sama sekali.
Produsen DRAM Ubah Strategi Kontrak Pasokan
Laporan tersebut juga menyebut bahwa pemasok DRAM kini:
- Lebih sering meninjau ulang perjanjian pasokan
- Menyesuaikan harga dan volume berdasarkan kapasitas terbatas
- Mengoptimalkan keuntungan di tengah permintaan tinggi dan stok rendah
Sebelumnya, laporan lain mengindikasikan bahwa vendor hardware mungkin harus:
- Menyesuaikan harga
- Menurunkan spesifikasi
- Menunda tanggal peluncuran laptop dan smartphone baru
OEM besar seperti Apple, ASUS, Dell, dan Lenovo diduga sedang mengamankan kontrak jangka panjang untuk menghindari skenario tersebut.
Vendor Kecil Terancam Tidak Kebagian DRAM
Dengan prioritas diberikan kepada brand besar, vendor kecil menghadapi risiko:
- Tidak mendapatkan pasokan DRAM
- Tidak mampu memenuhi jadwal produksi
- Kehilangan daya saing di pasar laptop dan PC
Framework menjadi contoh paling jelas, karena skala kecil membuat mereka sulit bersaing dalam negosiasi pasokan.
Krisis DRAM Mengubah Peta Industri
Krisis ini mempercepat konsolidasi pasar, di mana:
- Brand besar semakin dominan berkat kekuatan supply chain
- Vendor kecil semakin terpinggirkan
- Harga perangkat konsumer berpotensi naik
- Peluncuran produk baru bisa tertunda
Situasi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga pasokan DRAM kembali stabil.
