Texas Gugat Produsen TV atas Dugaan Pengambilan Screenshot Aktivitas Menonton Pengguna

Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, mengajukan gugatan terhadap lima produsen televisi besar, menuduh mereka secara ilegal mengumpulkan data pengguna dengan merekam aktivitas menonton melalui teknologi Automated Content Recognition (ACR).

Produsen yang Digugat

Paxton juga menyoroti kekhawatiran serius terkait dua perusahaan asal China yang tunduk pada National Security Law, yang berpotensi memberi pemerintah China akses ke data konsumen AS.

Dugaan Praktik ACR

Menurut gugatan yang diajukan di pengadilan negara bagian Texas:

Paxton menggambarkan ACR sebagai “penyusup digital tak terlihat” yang dirancang untuk mengumpulkan data pribadi secara ilegal, kemudian menjualnya untuk keperluan iklan bertarget.

“Perusahaan, terutama yang terhubung dengan Partai Komunis China, tidak berhak merekam perangkat orang Amerika secara ilegal di rumah mereka sendiri,” ujar Paxton. “Kepemilikan televisi tidak berarti menyerahkan informasi pribadi kepada Big Tech atau musuh asing.”

Respons Perusahaan

Kasus Serupa di Masa Lalu

Pada 2017, produsen TV pintar Vizio (dimiliki Walmart) membayar $2,2 juta untuk menyelesaikan tuntutan FTC dan Jaksa Agung New Jersey. Vizio terbukti mengumpulkan data tontonan dari 11 juta konsumen tanpa izin melalui fitur Smart Interactivity.

Peringatan FTC

Pada Agustus 2022, FTC mengeluarkan peringatan kepada konsumen AS untuk mengatur pengaturan pelacakan pada smart TV mereka demi melindungi privasi.

Exit mobile version